Toyota Rangga Dimodifikasi Bergaya FJ Cruiser, Pakai Soft Top dan Ban Gambot

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OTOMOTIF – Toyota Hilux Rangga yang semula dikenal sebagai kendaraan niaga ringan kini tampil dengan wajah berbeda. Melalui tangan modifikator asal Yogyakarta, Anggi, pikap diesel tersebut disulap menjadi kendaraan bergaya sport utility vehicle (SUV) dengan desain yang terinspirasi dari Toyota FJ Cruiser dan Land Cruiser generasi lawas.

Modifikasi ini tidak hanya mengubah tampilan depan, tetapi juga menyentuh bentuk bodi belakang, atap, interior, hingga sektor kaki-kaki. Penggunaan atap kanvas atau soft top menjadi salah satu ciri utama yang membuat kendaraan tersebut terlihat berbeda dari Toyota Rangga standar.

Proyek ini dikerjakan dalam waktu sekitar 35 hari secara intensif. Meski sudah memperlihatkan konsep yang cukup kuat, Anggi mengakui masih ada beberapa bagian yang perlu disempurnakan sebelum pengerjaan dinyatakan selesai.

Toyota Rangga Diesel Disulap Menjadi SUV Klasik

Toyota Hilux Rangga pada dasarnya dirancang sebagai kendaraan niaga yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan usaha. Namun, karakter dasar tersebut justru memberikan ruang bagi modifikator untuk mengeksplorasi bentuk dan fungsi kendaraan.

Anggi memilih mengubah Rangga versi pikap diesel menjadi kendaraan dengan karakter SUV klasik. Inspirasi utamanya berasal dari Toyota FJ Cruiser dan desain Land Cruiser lawas, yang dikenal memiliki tampilan tegas serta nuansa petualang.

Menurut Anggi, proyek tersebut berawal dari keinginannya untuk menghadirkan Rangga dengan penampilan berbeda. Proses pengerjaan dilakukan dalam waktu relatif singkat sehingga beberapa detail masih membutuhkan penyempurnaan.

Konsep yang diusung bukan sekadar mengganti aksesori atau warna bodi. Modifikasi juga mengubah proporsi kendaraan agar tampil lebih menyerupai SUV dengan atap terbuka.

Bagian Depan Mengadopsi Gaya Land Cruiser Lawas

Perubahan paling mudah terlihat terdapat pada wajah depan kendaraan. Anggi melakukan penyesuaian pada lampu utama, gril, dan bemper untuk mendekatkan tampilannya dengan karakter Land Cruiser generasi lama.

Bagian lampu menggunakan rumah lampu bawaan Land Cruiser 70 yang dipadukan dengan gril asli Toyota Rangga. Komponen tersebut kemudian disesuaikan dengan lampu daytime running light (DRL) berukuran 7 inci dan bemper khusus.

Perpaduan komponen tersebut menghasilkan tampilan retro yang berbeda dari versi pikap standar. Unsur desain klasik tetap menonjol, sementara tambahan DRL memberikan sentuhan modern.

Tidak berhenti pada penggantian komponen, bagian depan bodi juga mengalami perubahan dimensi. Kabin dipotong dan dimundurkan sekitar 180 milimeter untuk menyediakan ruang bagi bagian bonet yang dibuat lebih panjang.

Penyesuaian tersebut bertujuan menghasilkan proporsi depan yang lebih selaras dengan konsep SUV yang menjadi acuan modifikasi.

Baca Juga :  Suzuki XL7 Facelift Tampil Lebih Sporty, Simak Perbedaan New Zeta, Beta, dan Alpha

Bak Pikap Berubah Menjadi Kabin Belakang Beratap Kanvas

Salah satu pekerjaan paling besar dilakukan pada bagian belakang. Bak pikap bawaan Toyota Rangga diubah tampilannya agar menyerupai kabin belakang SUV dengan atap terbuka.

Bagian tersebut memanfaatkan bak bawaan Hilux yang kemudian disesuaikan dengan kontur bodi depan. Anggi juga menambahkan rangka penopang untuk memasang atap kanvas atau soft top.

Penggunaan atap kanvas memberikan kesan klasik sekaligus mempertegas karakter kendaraan petualang. Tampilan belakang juga dilengkapi tire hanger atau dudukan ban cadangan.

Dengan perubahan ini, siluet kendaraan tidak lagi menyerupai pikap niaga konvensional. Bagian belakang terlihat lebih menyatu dengan konsep SUV yang diusung.

Meski demikian, Anggi menyebut pengerjaan area belakang belum sepenuhnya maksimal. Ia masih berencana merapikan beberapa bagian, termasuk over fender dan interior.

Untuk bagian kabin, ia ingin menghadirkan konsep yang tidak biasa, bahkan terinspirasi dari karakter interior angkutan kota. Rencana tersebut masih menjadi bagian dari tahap penyempurnaan proyek.

Kaki-Kaki Menggunakan Pelek 16 Inci dan Ban All-Terrain

Untuk menunjang penampilan yang lebih gagah, sektor kaki-kaki Toyota Rangga modifikasi ini juga mendapat sejumlah perubahan.

Berdasarkan spesifikasi yang tercantum pada papan proyek, kendaraan tersebut menggunakan pelek Dean Colorado berukuran 16 inci. Pelek dipadukan dengan ban Maxxis tipe all-terrain (AT) berukuran 285/75 R16.

Ukuran ban tersebut memberikan tampilan yang lebih berisi dan mendukung karakter SUV bergaya petualang. Penyesuaian pada bagian fender dilakukan agar ruang roda dapat mengakomodasi kombinasi pelek dan ban tersebut.

Sementara itu, sistem suspensi menggunakan peredam kejut atau shock absorber Profender. Modifikasi ini tidak menggunakan lift kit untuk meninggikan suspensi.

Artinya, karakter tampilan kaki-kaki dibentuk melalui kombinasi pemilihan roda, ukuran ban, penyesuaian bodi, dan penggunaan komponen suspensi.

Kombinasi tersebut menjadi bagian penting dari konsep keseluruhan, terutama untuk menyelaraskan tampilan kendaraan niaga dengan desain SUV klasik.

Warna Pasadena Blue Memperkuat Nuansa Retro

Dari sisi eksterior, Toyota Rangga modifikasi ini tampil dengan warna Pasadena Blue, yaitu biru bernuansa lembut dengan efek metalik. Pilihan warna tersebut memberikan karakter berbeda sekaligus mempertegas gaya klasik kendaraan.

Finishing bodi dirancang menyerupai tampilan OEM atau original equipment manufacturer, sehingga hasil akhirnya terlihat mendekati kesan bawaan pabrik, bukan sekadar kendaraan yang dipenuhi aksesori modifikasi.

Bagian atap kanvas menggunakan warna Tama Brown. Perpaduan biru dan cokelat menciptakan kontras yang menarik sekaligus menguatkan nuansa retro.

Baca Juga :  Balik dari Amerika, Kakak Beradik Ini Bangun Motor Listrik Lokal dengan TKDN 75%

Kombinasi warna, bentuk bodi, lampu, serta atap kanvas membuat Toyota Rangga ini memiliki identitas tersendiri. Meski terinspirasi dari FJ Cruiser dan Land Cruiser lawas, hasil akhirnya tetap merupakan kendaraan modifikasi berbasis Rangga.

Pengerjaan 35 Hari, Masih Ada Detail yang Akan Disempurnakan

Anggi menyebut proyek ini dikerjakan selama sekitar 35 hari tanpa henti untuk mengejar target penyelesaian. Durasi tersebut tergolong singkat mengingat perubahan yang dilakukan tidak hanya pada tampilan luar, tetapi juga dimensi bodi dan konstruksi bagian belakang.

Karena waktu pengerjaan yang terbatas, sejumlah detail masih perlu dirapikan. Area over fender, interior, dan beberapa bagian lain menjadi fokus penyempurnaan berikutnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kendaraan yang ditampilkan masih merupakan hasil pengerjaan yang belum sepenuhnya final. Detail akhir dapat berubah setelah proses penyempurnaan selesai.

Modifikasi ini memperlihatkan potensi Toyota Hilux Rangga sebagai basis kendaraan yang fleksibel. Dengan perubahan desain dan pemilihan komponen yang tepat, pikap niaga dapat diarahkan menjadi kendaraan dengan karakter visual yang jauh berbeda.

Namun, sebelum digunakan di jalan raya, pemilik tetap perlu memastikan bahwa perubahan konstruksi, dimensi, pencahayaan, serta komponen kendaraan memenuhi ketentuan teknis dan peraturan lalu lintas yang berlaku.

FAQ Toyota Rangga Modifikasi Bergaya FJ Cruiser

1. Toyota Rangga modifikasi ini terinspirasi dari mobil apa?

Desainnya terinspirasi dari Toyota FJ Cruiser dan karakter Land Cruiser generasi lawas, terutama pada bagian depan serta konsep SUV klasik.

2. Siapa modifikator Toyota Rangga tersebut?

Proyek modifikasi ini dikerjakan oleh Anggi, modifikator asal Yogyakarta.

3. Berapa lama proses modifikasinya?

Pengerjaan awal berlangsung sekitar 35 hari secara intensif. Namun, beberapa bagian masih memerlukan penyempurnaan.

4. Apa saja perubahan utama pada Toyota Rangga ini?

Perubahan mencakup lampu dan gril depan, bemper, dimensi bagian depan, bentuk belakang, atap kanvas, interior, fender, serta kaki-kaki.

5. Berapa ukuran pelek dan ban yang digunakan?

Mobil ini menggunakan pelek Dean Colorado berukuran 16 inci dan ban Maxxis AT berukuran 285/75 R16.

6. Apakah Toyota Rangga modifikasi ini sudah selesai sepenuhnya?

Belum. Menurut Anggi, beberapa detail seperti over fender dan interior masih akan dirapikan.

7. Apakah modifikasi seperti ini bisa langsung digunakan di jalan raya?

Penggunaannya perlu mempertimbangkan kesesuaian teknis kendaraan dan ketentuan hukum yang berlaku. Perubahan bodi, dimensi, lampu, serta komponen lainnya sebaiknya diperiksa sebelum kendaraan digunakan secara rutin di jalan umum.

Berita Terkait

Suzuki Carry Minivan 2026: Estimasi Harga, Spesifikasi Mesin dan Kapasitas
Motor Listrik untuk Harian: Apakah Baterai 100 Km Sudah Memadai?
Hasil Sprint Race MotoGP Indonesia 2026: Marc Marquez Menang, Martin Posisi 4
Ekspor Motor Indonesia Tembus 487.940 Unit hingga September 2026
Honda Umumkan Nama Baru Sistem Hybrid, Meluncur Mulai 2027
Modal dan Prospek Bengkel Motor Listrik 2026, Ini yang Perlu Dihitung
MotoGP 2027 Punya Dua Grid, Ini Perubahan Format Balap yang Wajib Diketahui
Suzuki Ertiga Turun Harga Oktober 2026, Ini Pilihan Tipe dan Fiturnya
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Toyota Rangga Dimodifikasi Bergaya FJ Cruiser, Pakai Soft Top dan Ban Gambot

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Suzuki Carry Minivan 2026: Estimasi Harga, Spesifikasi Mesin dan Kapasitas

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Motor Listrik untuk Harian: Apakah Baterai 100 Km Sudah Memadai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Hasil Sprint Race MotoGP Indonesia 2026: Marc Marquez Menang, Martin Posisi 4

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Ekspor Motor Indonesia Tembus 487.940 Unit hingga September 2026

Berita Terbaru