OTOMOTIF-Kinerja ekspor sepeda motor Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang dikutip dalam pemberitaan 9 Oktober 2026, ekspor sepeda motor dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) mencapai 487.940 unit selama Januari hingga September 2026.
Jumlah tersebut meningkat 18,96 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika ekspor tercatat sebanyak 410.157 unit. Artinya, terdapat tambahan 77.783 unit sepeda motor yang dikirim ke pasar internasional.
Peningkatan ini memperlihatkan bahwa industri sepeda motor nasional masih memiliki daya saing di pasar luar negeri. Meski demikian, pergerakan ekspor bulanan menunjukkan adanya fluktuasi, sehingga perkembangan pasar internasional tetap perlu dicermati.
Ekspor Motor September 2026 Naik 9,64 Persen
Pada September 2026, ekspor motor CBU Indonesia mencapai 55.098 unit. Angka tersebut naik 9,64 persen dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat sebanyak 50.254 unit.
Secara volume, kenaikannya mencapai 4.844 unit dalam satu bulan.
Jika dibandingkan dengan September 2025, ketika ekspor mencapai 43.926 unit, capaian September tahun ini meningkat 25,43 persen atau bertambah 11.172 unit.
Kenaikan tersebut menjadi perkembangan positif setelah ekspor mengalami penurunan pada Agustus. Namun, capaian September belum melampaui angka Juli 2026 yang menjadi titik tertinggi dalam data sembilan bulan pertama, yakni 65.769 unit.
Dengan demikian, pertumbuhan pada September menunjukkan adanya pemulihan bulanan, meskipun pergerakan ekspor belum sepenuhnya stabil.
Ekspor Motor CBU Januari-September 2026
Perjalanan ekspor sepeda motor Indonesia selama sembilan bulan pertama 2026 mengalami beberapa kenaikan dan penurunan. Berikut rincian volumenya berdasarkan data AISI yang dikutip dalam laporan tersebut.
| Bulan | Ekspor motor CBU |
|---|---|
| Januari 2026 | 52.924 unit |
| Februari 2026 | 57.688 unit |
| Maret 2026 | 48.970 unit |
| April 2026 | 52.411 unit |
| Mei 2026 | 54.759 unit |
| Juni 2026 | 50.067 unit |
| Juli 2026 | 65.769 unit |
| Agustus 2026 | 50.254 unit |
| September 2026 | 55.098 unit |
| Total Januari-September | 487.940 unit |
Pada awal tahun, ekspor meningkat dari 52.924 unit pada Januari menjadi 57.688 unit pada Februari. Namun, volumenya turun menjadi 48.970 unit pada Maret sebelum kembali meningkat selama April dan Mei.
Pada Juni, ekspor kembali melemah menjadi 50.067 unit. Kinerja kemudian melonjak pada Juli hingga mencapai 65.769 unit, sebelum terkoreksi pada Agustus dan kembali naik pada September.
Pola tersebut menunjukkan bahwa ekspor motor nasional tidak selalu tumbuh secara berurutan setiap bulan. Permintaan pasar tujuan, kondisi perdagangan internasional, dan faktor industri lainnya dapat memengaruhi pergerakan pengiriman.
Ekspor Motor CKD Mencapai 688.319 Set
Selain mengirim sepeda motor dalam bentuk kendaraan utuh, industri Indonesia juga melakukan ekspor melalui skema completely knocked down (CKD).
Berbeda dari CBU yang dikirim sebagai kendaraan lengkap, CKD merupakan pengiriman komponen dalam bentuk set untuk dirakit di negara tujuan.
Pada September 2026, ekspor motor dalam bentuk CKD mencapai 688.319 set. Jumlah tersebut naik tipis 0,17 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 687.125 set.
Sementara itu, total ekspor CKD sepanjang Januari hingga September 2026 tercatat mencapai 5.981.553 set.
Perbedaan bentuk pengiriman ini penting diperhatikan ketika menilai kinerja industri sepeda motor nasional. Jumlah unit CBU, set CKD, dan komponen yang dikirim secara terpisah memiliki satuan berbeda sehingga tidak dapat dijumlahkan begitu saja sebagai satu angka unit kendaraan.
Ekspor Komponen Motor Tembus 20 Juta Pcs
Selain kendaraan utuh dan set komponen untuk perakitan, industri sepeda motor Indonesia juga mengekspor suku cadang secara terpisah atau part by part.
Pada September 2026, ekspor komponen motor dalam kategori tersebut mencapai 20.248.586 pcs.
Pengiriman komponen merupakan bagian dari rantai pasok industri kendaraan roda dua. Produk yang dikirim secara terpisah dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan industri, termasuk perakitan maupun pemenuhan kebutuhan komponen di pasar tujuan.
Angka tersebut juga memperlihatkan bahwa aktivitas industri sepeda motor Indonesia tidak hanya berkaitan dengan produksi kendaraan jadi. Ekosistem komponennya turut berperan dalam perdagangan internasional.
Meski begitu, rincian jenis komponen, negara tujuan, dan nilai ekspor tidak dijelaskan dalam data yang menjadi dasar laporan ini. Karena itu, besarnya volume pengiriman komponen belum dapat digunakan sendirian untuk menyimpulkan nilai ekonomi atau keuntungan yang diperoleh industri.
Apa Arti Pertumbuhan Ekspor bagi Industri Motor Indonesia?
Pertumbuhan ekspor motor CBU hampir 19 persen secara kumulatif menunjukkan bahwa pengiriman sepeda motor Indonesia ke luar negeri meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Bagi industri, ekspor dapat menjadi salah satu jalur untuk memperluas pasar di luar permintaan domestik. Aktivitas tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan produksi, distribusi, tenaga kerja, serta pemasok komponen.
Namun, pertumbuhan volume pengiriman tidak selalu berarti nilai penjualan dan keuntungan naik dalam persentase yang sama. Penilaian yang lebih lengkap perlu mempertimbangkan nilai ekspor, komposisi produk, biaya produksi, dan perkembangan permintaan di negara tujuan.
Pergerakan bulanan yang naik-turun juga menunjukkan pentingnya menjaga daya saing produk. Industri perlu menyesuaikan produksi dan strategi pemasaran dengan kebutuhan pasar internasional agar pertumbuhan ekspor dapat berkelanjutan.
Kesimpulan
Ekspor sepeda motor CBU Indonesia mencapai 487.940 unit selama Januari-September 2026, naik 18,96 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Khusus September, ekspor tercatat sebanyak 55.098 unit atau meningkat 9,64 persen dibandingkan Agustus. Di luar kendaraan utuh, ekspor CKD mencapai 688.319 set pada September, sedangkan pengiriman komponen motor secara terpisah mencapai 20.248.586 pcs.
Data tersebut memperlihatkan aktivitas ekspor industri sepeda motor nasional masih menunjukkan pertumbuhan secara kumulatif. Meski demikian, fluktuasi bulanan dan perbedaan jenis pengiriman perlu diperhatikan untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh tentang kinerja industri.
FAQ Seputar Ekspor Motor Indonesia 2026
1. Berapa ekspor motor CBU Indonesia hingga September 2026?
Total ekspor motor CBU Indonesia mencapai 487.940 unit selama Januari-September 2026.
2. Berapa kenaikan ekspor motor CBU Indonesia pada 2026?
Secara kumulatif, ekspor naik 18,96 persen dibandingkan periode Januari-September 2025.
3. Berapa ekspor motor Indonesia pada September 2026?
Ekspor motor CBU pada September 2026 mencapai 55.098 unit, naik 9,64 persen dibandingkan Agustus.
4. Apa perbedaan motor CBU dan CKD?
CBU merupakan kendaraan yang dikirim dalam bentuk utuh, sedangkan CKD dikirim sebagai set komponen untuk dirakit di negara tujuan.
5. Berapa ekspor motor CKD pada September 2026?
Ekspor motor dalam bentuk CKD mencapai 688.319 set pada September 2026.
6. Berapa jumlah ekspor komponen motor pada September 2026?
Pengiriman komponen motor secara terpisah atau part by part mencapai 20.248.586 pcs pada September 2026.









