Tim Kuasa Hukum Roy Suryo Gugat Keabsahan Penangkapan di Sidang Praperadilan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HUKUM – Sidang perdana permohonan praperadilan yang diajukan Roy Suryo terhadap Polda Metro Jaya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026). Dalam persidangan tersebut, tim kuasa hukum Roy Suryo menilai proses penangkapan hingga penahanan kliennya tidak sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana.

Permohonan praperadilan diajukan untuk menguji sah atau tidaknya tindakan penyidik dalam perkara dugaan pencemaran nama baik yang berkaitan dengan isu ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Dalam sidang yang dipimpin hakim tunggal I Ketut Darpawan, kuasa hukum Roy Suryo menyampaikan sejumlah keberatan terhadap proses penangkapan yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya pada 19 Juni 2026.

Menurut tim advokat, penyidik disebut melakukan penangkapan tanpa terlebih dahulu menunjukkan surat perintah penangkapan maupun surat perintah penggeledahan kepada Roy Suryo ataupun keluarganya.

Selain itu, kuasa hukum juga menyampaikan bahwa penyidik masuk ke rumah Roy Suryo tanpa izin dan tidak memberikan kesempatan kepada kliennya untuk berkomunikasi dengan penasihat hukum sebelum dibawa ke kantor kepolisian.

Mereka juga menyoroti surat pemberitahuan penangkapan dan penahanan yang baru diterima keluarga sehari setelah proses penangkapan berlangsung.

Baca Juga :  Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dan Bayar Rp5,6 Triliun di Kasus Chromebook

Dalam argumentasinya, kuasa hukum berpendapat tindakan tersebut diduga bertentangan dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sehingga dinilai mengandung cacat prosedur.

Selain mempersoalkan mekanisme penangkapan, tim advokat juga mengungkap kondisi kesehatan Roy Suryo setelah tiba di Polda Metro Jaya. Mereka menyebut Roy Suryo sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri akibat peningkatan kadar gula darah.

Kuasa hukum mempertanyakan status penahanan Roy Suryo selama menjalani perawatan medis karena menurut mereka tidak terdapat pembantaran penahanan maupun penangguhan yang secara resmi diberikan.

Melalui permohonan praperadilan tersebut, pihak pemohon meminta majelis hakim menyatakan tindakan penggeledahan, penangkapan, serta penahanan terhadap Roy Suryo tidak sah menurut hukum.

Mereka juga meminta agar surat perintah penangkapan dan surat perintah penahanan yang diterbitkan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dinyatakan batal serta memulihkan nama baik Roy Suryo apabila permohonan dikabulkan.

Dalam persidangan, kuasa hukum sempat mengajukan tambahan permohonan terkait pencekalan dan permintaan agar jaksa menunda pelimpahan perkara hingga putusan praperadilan selesai.

Namun, hakim I Ketut Darpawan tidak mengabulkan penambahan tersebut. Menurut hakim, permohonan baru tersebut berada di luar pokok perkara praperadilan yang telah diajukan sehingga tidak dapat dimasukkan dalam pemeriksaan.

Baca Juga :  BGN Ancam Cabut Insentif Dapur MBG yang Tak Layani Kelompok 3B

Setelah mendengarkan permohonan dari pihak pemohon, hakim menunda persidangan dan memberikan kesempatan kepada pihak termohon, yakni Polda Metro Jaya, untuk menyampaikan jawaban pada sidang lanjutan yang dijadwalkan berlangsung Selasa (30/6/2026).

Hingga sidang perdana berakhir, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak termohon di ruang persidangan karena agenda tersebut baru akan disampaikan pada sidang berikutnya.

Perkembangan perkara ini masih akan berlanjut sesuai tahapan persidangan praperadilan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.


FAQ

Apa yang dipersoalkan dalam praperadilan Roy Suryo?
Kuasa hukum mempersoalkan dugaan pelanggaran prosedur dalam penggeledahan, penangkapan, dan penahanan yang dilakukan penyidik.

Siapa pihak termohon dalam perkara ini?
Pihak termohon adalah Polda Metro Jaya.

Apa tujuan praperadilan tersebut?
Untuk menguji sah atau tidaknya tindakan penyidik sesuai ketentuan KUHAP.

Kapan sidang lanjutan digelar?
Sidang lanjutan dijadwalkan pada Selasa, 30 Juni 2026, dengan agenda jawaban dari pihak termohon.

Berita Terkait

Strawberry Moon 30 Juni 2026 Hiasi Langit Indonesia, Ini Waktu Terbaik untuk Melihatnya
Ferri Nuzarli Tinggalkan Partai Buruh, Sebut 1,3 Juta Anggota ORI Ikut Mundur
Kemenhan Ungkap Kronologi Meninggalnya 5 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih
Tantri Kotak Diduga Ditipu Teman Sendiri, Kerugian Korban Disebut Tembus Rp10 Miliar
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Diperpanjang
ASN Berpeluang Kantongi Dana Pensiun Rp1 Miliar, Ini Strategi yang Diungkap Kepala BKN
Larissa Chou Resmi Gugat Cerai Ikram Rosadi, Ini Kronologi Lengkapnya
7 Provinsi Masih Buka Program Pemutihan Pajak Kendaraan 2026, Cek Jadwal, Syarat, dan Daftar Lengkapnya
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 02:00 WIB

Strawberry Moon 30 Juni 2026 Hiasi Langit Indonesia, Ini Waktu Terbaik untuk Melihatnya

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:05 WIB

Tim Kuasa Hukum Roy Suryo Gugat Keabsahan Penangkapan di Sidang Praperadilan

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:00 WIB

Ferri Nuzarli Tinggalkan Partai Buruh, Sebut 1,3 Juta Anggota ORI Ikut Mundur

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:00 WIB

Kemenhan Ungkap Kronologi Meninggalnya 5 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih

Minggu, 28 Juni 2026 - 02:00 WIB

Tantri Kotak Diduga Ditipu Teman Sendiri, Kerugian Korban Disebut Tembus Rp10 Miliar

Berita Terbaru