Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6 Persen pada 2027, Ini Dampaknya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Presiden Prabowo Subianto menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh 6 persen pada 2027. Target tersebut disampaikan saat pemerintah memaparkan RAPBN 2027 di DPR RI, Jumat (14/8/2026). Angka itu lebih tinggi dibandingkan target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

Target tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah menyiapkan belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun dalam RAPBN 2027. Pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.426 triliun, dengan defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap PDB.

Untuk menopang target pertumbuhan tersebut, pemerintah menetapkan sejumlah asumsi ekonomi makro. Inflasi ditargetkan berada di level 2,5 persen, sedangkan nilai tukar rupiah dipatok sekitar Rp17.500 per dolar AS. Pemerintah juga menggunakan asumsi imbal hasil SBN 10 tahun sebesar 6,9 persen.

Baca Juga :  Riyal to USD Today: Saudi Riyal Holds Steady Against US Dollar as Peg Keeps Exchange Rate Stable

Jika pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen, dampaknya dapat terasa melalui peningkatan aktivitas usaha dan investasi. Permintaan terhadap barang dan jasa berpotensi meningkat ketika konsumsi masyarakat dan kegiatan produksi semakin kuat. Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada kualitas pertumbuhan dan pemerataan hasil pembangunan.

Dari sisi lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat membuka peluang pekerjaan baru. Pemerintah menargetkan tingkat pengangguran terbuka pada 2027 berada di kisaran 4,3-4,87 persen. Tingkat kemiskinan juga ditargetkan turun menjadi sekitar 6-6,5 persen.

Bagi dunia usaha, pemerintah mengarahkan RAPBN 2027 untuk memperkuat kedaulatan pangan dan energi, hilirisasi serta industrialisasi. Pemerintah juga berencana membentuk bursa komoditas nasional mulai 1 Januari 2027. Kebijakan tersebut diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas strategis seperti nikel, timah dan batu bara.

Baca Juga :  Gaji ASN dan Guru 2027: Ini Kabar Terbaru Setelah Pidato Prabowo

Bagi masyarakat, pertumbuhan ekonomi 6 persen tidak otomatis berarti pendapatan setiap orang naik 6 persen. Dampaknya akan bergantung pada penciptaan lapangan kerja, kenaikan produktivitas, pengendalian harga, investasi, serta pemerataan pendapatan. Karena itu, kualitas pertumbuhan menjadi sama pentingnya dengan angka pertumbuhan ekonomi.

Target 6 persen juga masih merupakan sasaran dalam RAPBN 2027, sehingga pelaksanaannya akan menghadapi berbagai risiko. Kondisi ekonomi global, nilai tukar, harga komoditas, geopolitik, konsumsi domestik dan investasi akan memengaruhi pencapaian target tersebut. Pemerintah sendiri tetap optimistis target tersebut dapat dicapai melalui kebijakan fiskal dan reformasi ekonomi. (Tim)

Berita Terkait

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.694 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan The Fed
IHSG Hari Ini: Saham Bank Kompak Menguat Usai Suahasil Nazara Jadi Menkeu, The Fed dan BoJ Jadi Penentu
Kerinci-Sungai Penuh Disebut Anak Tiri, Edminuddin: “Lepaskan Kami dari Jambi”
Apple Event 2026 Digelar Hari Ini, iPhone Ultra Lipat dan iPhone 18 Pro Jadi Sorotan
Rupiah Hari Ini 9 September 2026 Menguat ke Rp17.567 per Dolar AS, Pasar Tunggu Data Inflasi AS
Harga Kawasaki Vulcan S 2027 Rp105 Jutaan, Ini Spesifikasi dan Fitur Utamanya
Avtur Makin Mahal, Maskapai Pangkas Rute Penerbangan September 2026, Tiket Pesawat Berpotensi Naik
iPhone 18 Segera Meluncur, Harga Dikabarkan Naik hingga Rp5 Juta: Ini 7 Bocoran Terbarunya
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:08 WIB

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.694 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan The Fed

Selasa, 15 September 2026 - 08:10 WIB

IHSG Hari Ini: Saham Bank Kompak Menguat Usai Suahasil Nazara Jadi Menkeu, The Fed dan BoJ Jadi Penentu

Sabtu, 12 September 2026 - 11:58 WIB

Kerinci-Sungai Penuh Disebut Anak Tiri, Edminuddin: “Lepaskan Kami dari Jambi”

Rabu, 9 September 2026 - 19:00 WIB

Apple Event 2026 Digelar Hari Ini, iPhone Ultra Lipat dan iPhone 18 Pro Jadi Sorotan

Rabu, 9 September 2026 - 09:50 WIB

Rupiah Hari Ini 9 September 2026 Menguat ke Rp17.567 per Dolar AS, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

Berita Terbaru