JAMBI-Identitas perempuan yang dilaporkan melompat dari Jembatan Aurduri I ke Sungai Batanghari, Kota Jambi, akhirnya terungkap setelah pihak keluarga memberikan konfirmasi resmi kepada petugas. Sosok perempuan tersebut diketahui bernama Shalsabilla Andriany berusia 25 tahun, warga Kelurahan Wijaya Pura, Kecamatan Jambi Selatan.
Informasi itu disampaikan Basarnas Jambi setelah mendapatkan izin publikasi dari keluarga untuk mempercepat proses pencarian.
Humas Basarnas Jambi, Lutfi Mulyawan, menyebut pihaknya menerima data identitas korban pada Jumat malam. Keluarga mengenali ciri-ciri korban dari pakaian terakhir yang dikenakan serta kecocokan sandal yang ditemukan di lokasi kejadian. Sandal itu menjadi petunjuk paling kuat karena sesuai dengan barang milik korban yang terakhir dipakai saat meninggalkan rumah.
Berdasarkan keterangan keluarga, Shalsabilla terakhir terlihat mengenakan baju berwarna cokelat dan celana hitam. Temuan sepasang sandal di tepi jembatan memperkuat dugaan bahwa korban benar-benar terjun ke sungai pada Jumat siang. Tidak ada saksi mata yang melihat secara langsung aksi terjun tersebut, sehingga petunjuk barang pribadi menjadi kunci dalam proses identifikasi awal.
Peristiwa ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.40 WIB. Warga yang berada di sekitar jembatan sempat melihat seorang perempuan berjalan kaki dan berhenti di bagian tengah sebelum menghilang dari pandangan. Situasi tersebut membuat warga curiga dan kemudian ditemukan sandal yang dianggap sebagai tanda kuat bahwa perempuan itu telah melompat ke Sungai Batanghari.
Tim SAR gabungan dari Basarnas, Polairud, Damkar, dan masyarakat telah dikerahkan sejak laporan diterima.
Hingga malam hari, proses penyisiran terus berlangsung namun korban belum ditemukan. Arus sungai yang cukup deras menyulitkan pencarian dan membuat petugas harus memperluas radius pemantauan hingga beberapa ratus meter dari lokasi awal.
Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, menyebut pihaknya menerjunkan beberapa unit perahu pencarian untuk menyisir permukaan air dan sisi-sisi sungai. Warga di sekitar bantaran sungai juga diimbau segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Petugas berharap identitas yang sudah jelas dapat membantu mempercepat proses pelacakan di lapangan.
Sejumlah warga yang berada di lokasi kejadian mengaku terkejut setelah mengetahui korban telah teridentifikasi. Mereka berharap proses pencarian dapat berjalan lancar sehingga keluarga korban mendapatkan kepastian terkait nasib Shalsabilla. Situasi di sekitar jembatan sempat ramai oleh warga yang mengikuti perkembangan pencarian sejak siang hingga malam.
Pihak keluarga korban menyampaikan terima kasih kepada petugas dan masyarakat yang terlibat dalam pencarian. Mereka berharap korban segera ditemukan dalam kondisi apa pun. Proses pencarian masih dilanjutkan dengan metode penyisiran permukaan air, patroli perahu, serta pengamatan darat di sepanjang aliran Sungai Batanghari. (***)









