Tempo Dulu Ada Pabrik Es Dem, Kini Jalan Mayjen H.A. Thalib Jadi Pusat Perdagangan dan Kuliner

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 November 2025 - 01:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH – Bagi warga Sungai Penuh dan Kerinci yang lahir sebelum tahun 1980, nama “Es Dem” tentu bukan hal asing. Dahulu, di Jalan Mayjen H.A. Thalib, berdiri sebuah pabrik es legendaris yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Bangunan pabrik es itu masih sederhana, terbuat dari kayu, namun hasil produksinya dikenal luas. Pada masanya, Es Dem menjadi kebutuhan utama warga untuk berbagai keperluan, mulai dari minuman, acara hajatan, hingga perdagangan ikan di pasar tradisional.

Seiring waktu, pabrik es tersebut tutup, meninggalkan kenangan bagi warga yang pernah menyaksikan geliat usahanya. Kini, Jalan Mayjen H.A. Thalib menjelma menjadi pusat perdagangan dan kuliner modern di jantung Kota Sungai Penuh.

Baca Juga :  Inflasi Kerinci September 2026 Capai 0,70 Persen, Harga Cabai Merah Jadi Biang Kerok

Letaknya yang strategis membuat kawasan ini tumbuh pesat. Beragam jenis usaha hadir, mulai dari toko pakaian, minimarket, rumah makan Padang, hingga kafe modern seperti Mixue dan Mie Aceh.
Beberapa lembaga keuangan seperti Bank BRI dan BRI Link Kenzie juga beroperasi di sepanjang jalan ini, memperkuat perputaran ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Semua Atlet Raih Medali, Singapai Muaythai Sungai Penuh Sukses Boyong 3 Emas, 3 Perak, 3 Perunggu di Kejurprov Jambi 2025

Jalan Mayjen H.A. Thalib membentang hingga Masjid Raya Sungai Penuh. Di depan masjid tersebut, suasana semakin ramai menjelang sore hari. Deretan pedagang menjajakan kuliner khas seperti sate ayam, sate kambing Madura, dan aneka jajanan lokal yang selalu ramai pengunjung.

Kini, kawasan yang dulu dikenal dengan pabrik Es Dem itu menjadi simbol perubahan dan kemajuan ekonomi Kota Sungai Penuh.

Jejak sejarahnya masih tersimpan di ingatan warga, sebagai saksi perjalanan kota kecil di kaki Gunung Kerinci menuju era modern.

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

DPRD Sungai Penuh Bakal Panggil Kadis Pemdes soal Bimtek BPD di Jambi, Khaidir Soroti Keluhan Peserta
Sungai Penuh dan Kerinci Tak Masuk Daftar Bantuan Karhutla Rp85 Miliar, Dedi Dora: Kita Hanya Menikmati Asapnya
Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Lancar, Langkah Wako Alfin Bantu Selamatkan Roda Ekonomi Tiga Wilayah
Warga Apresiasi Pemkot Sungai Penuh, Bantuan Dua Alat Berat Bantu Lancarkan Jalan Sungai Penuh–Tapan
Jalan Sungai Penuh–Tapan Belum Bisa Dilewati Pagi Ini, Mobil Menumpuk di Jangki Ayam dan Puncak
Dewan Minta Dinkes Cek Kesehatan Balita dan Lansia Terdampak Kabut Asap Secara Door to Door
ISPU Sungai Penuh Capai 106,94, Balita Mulai Batuk Kering di Tengah Kabut Asap
Wartawan Senior dan Pengusaha yang Rutin Bersedekah, Ini Sosok Mardizal Sumara, S.Sos.
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:02 WIB

DPRD Sungai Penuh Bakal Panggil Kadis Pemdes soal Bimtek BPD di Jambi, Khaidir Soroti Keluhan Peserta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Sungai Penuh dan Kerinci Tak Masuk Daftar Bantuan Karhutla Rp85 Miliar, Dedi Dora: Kita Hanya Menikmati Asapnya

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Lancar, Langkah Wako Alfin Bantu Selamatkan Roda Ekonomi Tiga Wilayah

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Warga Apresiasi Pemkot Sungai Penuh, Bantuan Dua Alat Berat Bantu Lancarkan Jalan Sungai Penuh–Tapan

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Jalan Sungai Penuh–Tapan Belum Bisa Dilewati Pagi Ini, Mobil Menumpuk di Jangki Ayam dan Puncak

Berita Terbaru