Tambang Ilegal di Sumbar Terdata Hingga 300 Titik, Kerugian Negara Ditaksir Rp9 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG – Aktivitas penambangan tanpa izin atau tambang ilegal di Sumatra Barat masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar mencatat, hingga awal 2026 jumlah titik tambang ilegal diperkirakan mencapai 200 hingga 300 lokasi yang tersebar di berbagai kabupaten.

Kepala Dinas ESDM Sumbar Helmi Heriyanto menyampaikan, keberadaan tambang ilegal menimbulkan kerugian negara yang tidak kecil. Potensi kerugian akibat aktivitas tersebut ditaksir mencapai Rp. 9 triliun, belum termasuk dampak lanjutan terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat sekitar.

Menurut Helmi, dampak PETI tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi, tetapi juga merusak lahan pertanian warga, mencemari aliran sungai, serta berisiko terhadap kesehatan masyarakat. Kondisi ini dinilai dapat menimbulkan persoalan jangka panjang apabila tidak ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Sebagai langkah solusi, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat tengah menyiapkan skema Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Skema ini dirancang untuk menata aktivitas pertambangan rakyat agar dapat berjalan secara legal, aman, dan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Langsung Datang ke Padang, Gubernur Banten Andra Soni Bantu Rp. 1 Milyar Untuk Korban Bencana Sumbar

Helmi menjelaskan, hingga kini Pemprov Sumbar telah mengusulkan pembentukan 301 blok WPR kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Usulan tersebut tersebar di sembilan kabupaten, di antaranya Solok Selatan, Dharmasraya, Pasaman, Pasaman Barat, Sijunjung, Solok, Kepulauan Mentawai, Agam, dan Tanah Datar.

Ia mengimbau masyarakat agar menahan diri dari aktivitas pertambangan ilegal sambil menunggu proses penetapan WPR. Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam yang tertib dan sesuai aturan akan memberikan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan dan keselamatan warga.

Baca Juga :  Daftar Tarif Listrik PLN Terbaru 16–19 Juli 2026 untuk Semua Golongan

Sebelumnya, Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa pembentukan WPR bukan bertujuan melegalkan aktivitas ilegal. WPR disiapkan sebagai wadah resmi bagi masyarakat lokal agar dapat menambang secara sah, bertanggung jawab, serta memenuhi standar keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

Mahyeldi menambahkan, penanganan PETI di Sumbar dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian ESDM dan aparat penegak hukum. Pemerintah provinsi juga telah menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 2/INST-2025 dan membentuk Satgas Terpadu Penertiban PETI yang kini aktif melakukan pencegahan, penertiban, dan edukasi di lapangan.

Berita Terkait

Pemkab Pessel Usulkan Kuota BBM 2027 Tak Turun, Solar 50.532 KL dan Pertalite 59.092 KL
Bupati Pessel Minta Tidak Ada Lagi Pencurian Kayu di Bukit Tapan
BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumatera Barat 12 Oktober 2026, Bagaimana dengan Jambi?
Jalur Tapan–Sungai Penuh Lumpuh, 14 Mobil Tangki BBM Terjebak Longsor
Longsor di Perbatasan Sako–Tapan, Kendaraan Terjebak Berjam-jam di Jalur Jangki Ayam
Inflasi Sumbar September 2026 Tembus 3,50 Persen, Harga Cabai Merah Mulai Merangkak Naik
Banjir Bandang Solok Terbaru: Kantor Bupati Terdampak, Jembatan Putus, Jalur Padang-Solok Lumpuh
Perubahan APBD Sumbar 2026 Berbasis Data, Gubernur Mahyeldi Fokus Percepatan Pemulihan Pascabencana
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Pemkab Pessel Usulkan Kuota BBM 2027 Tak Turun, Solar 50.532 KL dan Pertalite 59.092 KL

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Bupati Pessel Minta Tidak Ada Lagi Pencurian Kayu di Bukit Tapan

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumatera Barat 12 Oktober 2026, Bagaimana dengan Jambi?

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Jalur Tapan–Sungai Penuh Lumpuh, 14 Mobil Tangki BBM Terjebak Longsor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Longsor di Perbatasan Sako–Tapan, Kendaraan Terjebak Berjam-jam di Jalur Jangki Ayam

Berita Terbaru