Tahun 2025 Jadi Seleksi Alam BPR: 7 Bank Tutup, Merger Tak Terbendung

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTAIndustri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) memasuki fase seleksi alam pada 2025. Sepanjang tahun ini, tujuh BPR dan BPRS resmi berhenti beroperasi, sementara gelombang merger dan transformasi bank berlangsung masif, menandai perubahan struktur perbankan rakyat di Indonesia.

Meski jumlah BPR yang tutup lebih sedikit dibandingkan 2024, tren penurunan jumlah bank justru semakin jelas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi ini sebagai konsekuensi logis dari pengetatan standar permodalan, tata kelola, dan manajemen risiko.

BPR Tak Sehat Sulit Bertahan

Mayoritas bank yang dicabut izin usahanya berada dalam kondisi keuangan yang tidak kunjung membaik. Modal inti yang terbatas membuat bank kesulitan mengikuti perkembangan layanan perbankan yang semakin kompleks.

Dalam situasi tersebut, Cabut Izin Usaha (CIU) menjadi langkah akhir yang ditempuh OJK. Proses likuidasi kemudian ditangani oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk memastikan dana nasabah tetap terlindungi sesuai ketentuan.

Likuidasi Sukarela Jadi Sinyal Baru

Baca Juga :  Daftar Leasing Mobil Resmi OJK 2025, Aman untuk Kredit Mobil Baru dan Bekas

Tahun ini juga mencatat fenomena yang relatif jarang terjadi, yakni likuidasi atas permintaan pemegang saham. Dua BPR memilih mengakhiri operasionalnya tanpa menunggu sanksi regulator.

BPR Artha Kramat di Jawa Tengah memilih ditutup agar fokus pengembangan usaha dialihkan ke entitas lain dalam grup. Sementara BPR Nagajayaraya Sentrasentosa di Jawa Timur menilai pemenuhan modal inti minimum sudah tidak realistis dalam jangka pendek.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sinyal krisis, melainkan bagian dari penataan industri agar lebih solid dan berdaya saing.

Tujuh BPR/BPRS Resmi Tutup di 2025

Bank yang berhenti beroperasi sepanjang tahun ini adalah:

BPRS Gebu Prima

BPR Dwicahaya Nusaperkasa

BPR Disky Surya Jaya

BPRS Gayo Perseroda

BPR Artha Kramat

BPR Nagajayaraya Sentrasentosa

BPR Bumi Pendawa Raharja

Target OJK: Jumlah BPR Menyusut, Kualitas Menguat

OJK menegaskan konsolidasi bukan pilihan, melainkan keharusan. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, memperkirakan jumlah BPR/BPRS akan terus turun hingga sekitar 1.000 bank.

Baca Juga :  Cara Membeli Obligasi untuk Pemula: Panduan Lengkap Investasi Aman, Syarat, Langkah, Keuntungan, dan Risikonya

Menurutnya, banyak BPR memiliki izin layanan yang luas, mulai dari transaksi devisa hingga sistem pembayaran. Tanpa penguatan modal dan tata kelola, ekspansi tersebut justru berpotensi meningkatkan risiko.

Merger dan Transformasi Jadi Strategi Bertahan

Di tengah pengetatan industri, aksi merger menjadi jalan keluar. Empat BPR di Jawa Tengah sepakat melebur dengan PT BPR Bina Sejahtera Insani sebagai entitas penerus.

Selain itu, lahirnya Bank Syariah Matahari menjadi contoh strategi alternatif. Muhammadiyah memilih mentransformasi satu BPRS menjadi Bank Umum Syariah, ketimbang menggabungkan langsung 17 BPRS yang dimiliki.

Arah Baru Industri BPR

Penutupan bank, likuidasi sukarela, dan merger besar di 2025 menunjukkan bahwa era BPR kecil dengan modal terbatas kian berakhir. Ke depan, industri akan diisi bank yang lebih kuat secara finansial, lebih patuh regulasi, dan siap bersaing di ekosistem perbankan modern.

Berita Terkait

Pre-order iPhone 18 Pro Dibuka Hari Ini, Harga Mulai Rp21,11 Juta: Cek Spesifikasi dan Fitur Terbarunya
Harga Emas Antam Hari Ini 12 September 2026: 1 Gram Rp2,604 Juta, Cek Daftar Lengkapnya
Cari Ide Bisnis? Ini 7 Usaha yang Bisa Dilirik Saat Kualitas Udara Memburuk
Harga BBM 12 September 2026 di Sumatera dan Jawa: Pertamax Berpotensi Naik, Subsidi Tetap
Harga Emas Pegadaian 12 September 2026 Turun, Antam dan UBS Kompak Merosot
Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Pertamax Berpotensi Naik hingga Rp20.000 per Liter
Home Insurance 2026: 9 Things Your Policy May Not Cover
Harga Minyak Dunia Tembus US$108, Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tak Naik
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:00 WIB

Pre-order iPhone 18 Pro Dibuka Hari Ini, Harga Mulai Rp21,11 Juta: Cek Spesifikasi dan Fitur Terbarunya

Sabtu, 12 September 2026 - 10:19 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 12 September 2026: 1 Gram Rp2,604 Juta, Cek Daftar Lengkapnya

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WIB

Cari Ide Bisnis? Ini 7 Usaha yang Bisa Dilirik Saat Kualitas Udara Memburuk

Sabtu, 12 September 2026 - 09:30 WIB

Harga BBM 12 September 2026 di Sumatera dan Jawa: Pertamax Berpotensi Naik, Subsidi Tetap

Sabtu, 12 September 2026 - 07:00 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Pertamax Berpotensi Naik hingga Rp20.000 per Liter

Berita Terbaru