Jakarta-Minat masyarakat Indonesia terhadap tabungan dolar AS terus meningkat sepanjang 2026. Kondisi rupiah yang masih bergerak fluktuatif membuat banyak nasabah mulai mencari instrumen simpanan yang dianggap lebih aman untuk menjaga nilai uang, terutama dalam mata uang USD. Selain untuk investasi, rekening dolar kini juga digunakan untuk kebutuhan transaksi internasional, traveling, bisnis digital, hingga pembayaran luar negeri.
Perbankan nasional pun mulai agresif menghadirkan layanan tabungan USD dengan berbagai keunggulan. Mulai dari rekening valas digital bebas biaya admin, kemudahan konversi kurs, hingga deposito dolar dengan bunga kompetitif menjadi daya tarik utama yang diburu nasabah saat ini. Persaingan bank digital dan bank konvensional membuat pilihan rekening dolar semakin beragam.
Produk dari Jenius menjadi salah satu yang paling banyak diminati karena menawarkan kemudahan membuka rekening valas langsung lewat aplikasi. Tidak hanya itu, layanan Maxi Saver USD juga menghadirkan deposito dolar digital dengan bunga yang dinilai cukup menarik di tengah tren penguatan dolar AS global. Banyak pengguna memilih layanan ini untuk menyimpan dana jangka menengah hingga panjang.
Sementara itu, blu by BCA lewat fitur bluValas mulai menjadi pilihan generasi muda yang ingin memiliki rekening dolar praktis tanpa harus datang ke kantor cabang. Fitur penukaran mata uang secara real time dan tampilan aplikasi yang sederhana membuat layanan ini cocok untuk transaksi harian maupun kebutuhan traveling ke luar negeri.
Di kategori bank konvensional, rekening BCA Dollar masih menjadi favorit untuk menerima transfer internasional. Banyak freelancer, eksportir, hingga pekerja remote memilih rekening ini karena jaringan transaksi globalnya dianggap stabil dan memiliki akses ATM luas di Indonesia. Faktor keamanan dan kemudahan transaksi juga menjadi alasan utama nasabah tetap memilih rekening dolar konvensional.
Untuk kebutuhan transaksi tunai dolar AS, layanan tabungan valas dari Bank Mandiri juga masih menjadi andalan. Nasabah dapat melakukan setoran maupun penarikan uang fisik USD dengan lebih mudah di sejumlah cabang tertentu. Layanan ini banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha impor, traveler, maupun masyarakat yang rutin menyimpan uang dolar dalam bentuk tunai.
Selain itu, Bank Jago mulai menarik perhatian lewat fitur Kantong Valas yang memudahkan pengguna memisahkan dana dolar dari rekening utama. Konsep pengelolaan keuangan digital yang fleksibel membuat rekening ini cocok untuk budgeting dan perencanaan keuangan berbasis multi mata uang.
Pengamat ekonomi menilai tren tabungan USD diprediksi masih akan meningkat selama nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum stabil. Namun masyarakat tetap disarankan memilih rekening valas sesuai kebutuhan, memperhatikan biaya administrasi, kurs penukaran, hingga bunga simpanan agar keuntungan yang diperoleh bisa lebih optimal dalam jangka panjang. (Tim)









