JAKARTA- Bank Mandiri memperbarui tabel Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2026 dan langsung menarik perhatian para pelaku UMKM yang sedang membutuhkan pembiayaan modal usaha. Pembaruan ini dianggap penting karena memberikan gambaran jelas mengenai skema cicilan untuk pinjaman mulai dari Rp10 juta hingga Rp500 juta. Dengan tenor yang cukup fleksibel, calon debitur dapat menyesuaikan angsuran dengan kemampuan usaha.
Dalam simulasi terbaru, bunga KUR Mandiri 2026 masih berada di kisaran 6 persen per tahun untuk pengajuan pertama. Bunga ini mengikuti ketentuan pemerintah dan tetap menjadi alasan mengapa KUR Mandiri menjadi salah satu fasilitas kredit yang paling diminati. Untuk pengajuan lanjutan, bank dapat memberlakukan bunga berjenjang sesuai riwayat kredit nasabah.
Cicilan KUR Mandiri 2026 kini tersedia mulai dari tenor 12 bulan hingga 60 bulan. Untuk pinjaman Rp10 juta, cicilan tenor 12 bulan berada di sekitar Rp860 ribu per bulan, sementara tenor 60 bulan turun menjadi sekitar Rp193 ribu. Semakin besar plafon pinjaman dan semakin pendek tenor yang dipilih, maka semakin besar pula cicilan yang harus dibayar tiap bulannya.
Pada pinjaman Rp100 juta, cicilan bulanan berkisar dari Rp8,6 juta untuk tenor 12 bulan hingga sekitar Rp1,9 juta untuk tenor 60 bulan. Sementara itu, bagi pelaku usaha yang membutuhkan modal lebih besar, Bank Mandiri menyediakan plafon hingga Rp500 juta. Untuk jumlah maksimal tersebut, cicilan tenor 60 bulan diperkirakan berada di kisaran Rp9,6 juta per bulan, menjadi acuan penting sebelum mengajukan kredit.
Bank Mandiri menegaskan bahwa program ini ditujukan bagi pelaku UMKM produktif yang telah menjalankan usaha minimal enam bulan. Syarat umum yang harus dipenuhi mencakup e-KTP, Kartu Keluarga, Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga NPWP untuk pinjaman di atas Rp50 juta. Untuk pengajuan di atas Rp100 juta, bank biasanya mewajibkan debitur memiliki BPJS Ketenagakerjaan aktif sesuai regulasi terbaru.
Pengajuan KUR Mandiri dapat dilakukan secara daring melalui platform resmi atau langsung di kantor cabang. Calon debitur hanya perlu mengisi data, melampirkan dokumen, dan menunggu proses verifikasi. Setelah tahap administrasi selesai, pihak bank akan melakukan survei lapangan guna memastikan kelayakan usaha serta kemampuan bayar calon penerima kredit.
Kehadiran tabel KUR Mandiri 2026 ini membantu pelaku UMKM merencanakan kebutuhan pendanaan dengan lebih matang. Dengan opsi tenor yang bervariasi, pelaku usaha dapat memilih skema pembayaran yang paling sesuai dengan kondisi keuangan masing-masing. Simulasi cicilan juga membantu mengurangi risiko kredit bermasalah yang sering terjadi akibat perencanaan yang kurang matang.
Program KUR Mandiri 2026 diperkirakan tetap menjadi pilihan pembiayaan favorit bagi pelaku UMKM sepanjang tahun ini. Dengan bunga yang terjangkau, persyaratan yang mudah dipenuhi, serta plafon yang mencapai Rp500 juta, skema ini diharapkan mampu terus mendorong pertumbuhan UMKM dan meningkatkan perputaran ekonomi sektor produktif di berbagai wilayah. (***F)









