OJK Resmi Batasi Layanan Paylater

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 26 Desember 2025 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah tegas dalam menata industri Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater. Mulai Desember 2025, layanan paylater tidak lagi bisa dijalankan sembarangan, karena hanya Bank Umum dan Perusahaan Pembiayaan (multifinance) yang diperbolehkan menjadi penyelenggara.

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 32 Tahun 2025 tentang BNPL, yang resmi berlaku sejak 15 Desember 2025. Regulasi tersebut diterbitkan untuk memperkuat pengawasan, melindungi konsumen, serta menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Paylater Tak Lagi Bebas, OJK Perketat Izin

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M Ismail Riyadi, menegaskan bahwa bank dapat menyelenggarakan BNPL sesuai regulasi perbankan. Sementara itu, perusahaan pembiayaan wajib mengantongi persetujuan OJK sebelum menawarkan layanan paylater kepada masyarakat.

“Perusahaan Pembiayaan harus memperoleh izin OJK terlebih dahulu sebelum menyelenggarakan BNPL,” ujar Ismail dalam keterangan tertulis, Rabu (24/12/2025).

Baca Juga :  Daftar Asuransi Mobil Syariah Terbaik di Indonesia, Ini Pilihannya

Layanan BNPL juga tetap dapat dijalankan dengan skema konvensional maupun berbasis syariah, selama mematuhi aturan yang berlaku.

Karakteristik BNPL Diatur Lebih Ketat

Dalam POJK tersebut, OJK menetapkan batasan jelas terkait karakteristik BNPL, antara lain:

Digunakan untuk pembelian barang dan/atau jasa secara non-tunai

Tidak menggunakan jaminan (tanpa agunan)

Memiliki plafon pembiayaan terbatas

Dilakukan melalui platform elektronik

Menggunakan skema pembayaran cicilan

Selain itu, penyelenggara diwajibkan menerapkan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, serta perlindungan data pribadi debitur.

Transparansi Jadi Kewajiban

OJK juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam layanan paylater. Penyelenggara BNPL harus menjelaskan secara transparan kepada konsumen terkait:

Sumber dana pembiayaan

Total cicilan dan jangka waktu

Baca Juga :  Libur Panjang Dimulai 14 Februari 2026, Ini Daftar Tanggal Merah & Cuti Bersama

Biaya dan manfaat ekonomi

Risiko yang mungkin timbul

Langkah ini diharapkan mencegah masyarakat terjebak utang konsumtif tanpa pemahaman yang memadai.

Penagihan hingga Penghentian Layanan Diawasi

POJK Nomor 32 Tahun 2025 juga mengatur secara rinci mekanisme penagihan, pelaporan berkala ke OJK, serta ketentuan penghentian layanan BNPL, baik atas permintaan penyelenggara maupun perintah regulator.

OJK bahkan diberi kewenangan untuk menetapkan batas maksimum keuntungan bagi perusahaan pembiayaan penyelenggara BNPL demi menjaga persaingan usaha yang sehat.

OJK Dorong Paylater yang Lebih Sehat

Dengan aturan baru ini, OJK berharap layanan paylater tidak hanya mendorong konsumsi, tetapi juga berkontribusi pada inklusi keuangan yang bertanggung jawab.

“BNPL diharapkan tumbuh secara sehat, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan berada dalam kerangka pengawasan yang efektif,” tutup Ismail.

Berita Terkait

6 Cara Memilih Asuransi Mobil TLO yang Aman, Hindari Klaim Ditolak
Kurs Rupiah Hari ini 15 April 2026 Melemah ke Rp17.129 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Resmi! Dividen BBRI 2026 Rp346 per Saham, Investor Wajib Catat Tanggal Penting Ini
5 Aplikasi Office Online Gratis Terbaik 2026, Solusi Kerja Digital Tanpa Biaya dengan Fitur Lengkap
Rekomendasi HP Android Terlaris 2026 di Shopee: Murah, RAM Besar & Gaming Lancar
Cara Jualan di Shopee Tanpa Modal untuk Pemula, Auto Cuan di 2026
3 Kebijakan Baru LPG 2026 dari Pemerintah: Cara Hemat Gas, Dampak Harga, dan Jaminan Stok Nasional
Cara Dapat Cashback DANA Tertinggi 2026, Ini Trik dan Aplikasi Partnernya
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 12:00 WIB

6 Cara Memilih Asuransi Mobil TLO yang Aman, Hindari Klaim Ditolak

Rabu, 15 April 2026 - 10:25 WIB

Kurs Rupiah Hari ini 15 April 2026 Melemah ke Rp17.129 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Rabu, 15 April 2026 - 07:00 WIB

Resmi! Dividen BBRI 2026 Rp346 per Saham, Investor Wajib Catat Tanggal Penting Ini

Rabu, 15 April 2026 - 03:01 WIB

5 Aplikasi Office Online Gratis Terbaik 2026, Solusi Kerja Digital Tanpa Biaya dengan Fitur Lengkap

Selasa, 14 April 2026 - 23:00 WIB

Rekomendasi HP Android Terlaris 2026 di Shopee: Murah, RAM Besar & Gaming Lancar

Berita Terbaru

Daerah

Dari Kantor ke Ladang, Azhar Hamzah Ikut Panen Jagung

Rabu, 15 Apr 2026 - 10:08 WIB