Samsung Kembali Jadi Penguasa Pasar HP Indonesia, Infinix Melonjak Tajam

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 02:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Persaingan pasar smartphone di Indonesia semakin sengit. Laporan terbaru Counterpoint Research untuk kuartal III-2025 menunjukkan Samsung kembali menduduki posisi teratas berkat pertumbuhan pengiriman yang signifikan.

Vendor asal Korea Selatan itu mencatat lonjakan 30% dibandingkan tahun sebelumnya, mendorong pangsa pasarnya naik dari 17% pada 2024 menjadi 20% pada tahun ini.

Kinerja positif Samsung tidak berdiri sendiri. Infinix tampil sebagai salah satu merek dengan pertumbuhan tercepat. Brand yang banyak digemari kalangan muda dan pengguna entry-level tersebut mencatat peningkatan pengiriman hingga 45% secara tahunan. Pangsa pasarnya pun naik dari 9% menjadi 12%, menjadikannya salah satu pemain yang paling agresif pada periode ini.

Baca Juga :  Intip Harga Terbaru Oppo A6 Series di Indonesia, Mulai Rp 2 Jutaan Jelang Akhir 2025

Di sisi lain, sejumlah merek besar justru menunjukkan tren yang beragam. Xiaomi membukukan pertumbuhan pengiriman 5% secara YoY, namun pangsa pasarnya turun menjadi 17% dari sebelumnya 19%. Oppo hanya mencatat peningkatan 1% YoY dan pangsa pasarnya merosot dari 18% menjadi 16%. Vivo mengalami penurunan paling besar dengan penurunan pengiriman mencapai -6%, membuat pangsa pasarnya menyusut dari 17% ke 14%.

Counterpoint menyebutkan bahwa pasar smartphone Indonesia secara keseluruhan tumbuh 12% pada Q3 2025. Peningkatan tersebut terjadi berkat naiknya minat masyarakat terhadap perangkat entry-level, semakin luasnya penggunaan fitur AI generatif, serta makin terjangkaunya smartphone berteknologi 5G.

Menurut Ridwan Kusuma, Research Associate Counterpoint Research, pertumbuhan ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan perangkat pintar dalam aktivitas sehari-hari, baik untuk produktivitas maupun hiburan. Ia menyebutkan bahwa meningkatnya kepercayaan konsumen turut mendorong pembelian perangkat baru, khususnya pada segmen menengah ke bawah.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian Hari Ini Minggu 31 Mei 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Naik, Investor Ramai Berburu Logam Mulia

“Market smartphone Indonesia tumbuh sekitar 12% pada Q3 2025. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh adopsi Gen AI, semakin banyaknya smartphone 5G yang makin terjangkau, serta meningkatnya indeks kepercayaan konsumen,” ujar Ridwan.

Jika tren ini berlanjut, pasar smartphone tanah air diprediksi akan semakin kompetitif di tahun mendatang, terutama dengan kehadiran lebih banyak model berteknologi AI dan 5G yang menyasar pengguna muda serta segmen produktivitas.(***)

Berita Terkait

Samsung Galaxy Tab S12 Ultra: Spesifikasi, Fitur AI, dan Harga Terbaru
Laptop RAM 8 GB Bisa Lebih Ringan? Ini Perubahan Terbaru Windows 11
AIA Syariah Mulai 1 November 2026, Apakah Polis dan Klaim Nasabah Tetap Aman?
Prabowo Segera Resmikan Pabrik Baterai EV, Investasi Tembus Rp21 Triliun
POCO X8s Punya Baterai 6.330 mAh dan Kamera 50 MP, Kapan Masuk Indonesia?
5 Alasan Mac mini Lebih Menarik daripada MacBook, Harga Mulai Rp16 Jutaan
Tablet untuk Editing Foto Profesional, Ini 5 Pilihan pada 2026
Vivo V80 Lite 5G Tahan Banting, Baterai 10.000 mAh dan Garansi 7 Tahun
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Samsung Galaxy Tab S12 Ultra: Spesifikasi, Fitur AI, dan Harga Terbaru

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:00 WIB

AIA Syariah Mulai 1 November 2026, Apakah Polis dan Klaim Nasabah Tetap Aman?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Prabowo Segera Resmikan Pabrik Baterai EV, Investasi Tembus Rp21 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:00 WIB

POCO X8s Punya Baterai 6.330 mAh dan Kamera 50 MP, Kapan Masuk Indonesia?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:00 WIB

5 Alasan Mac mini Lebih Menarik daripada MacBook, Harga Mulai Rp16 Jutaan

Berita Terbaru