Peluang Besar! Asei Bidik Lonjakan Premi dari Insentif Galangan Kapal

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA – PT Asuransi Asei Indonesia mulai mengatur langkah agresif menyusul kebijakan pemerintah yang mendorong kebangkitan industri galangan kapal nasional. Momentum ini dinilai berpotensi besar meningkatkan permintaan asuransi di sektor maritim yang selama ini masih memiliki ruang pertumbuhan luas.

Direktur Utama Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan empat strategi utama untuk menangkap peluang tersebut. Fokus awal diarahkan pada penguatan underwriting, khususnya di sektor marine dan perdagangan, dengan pendekatan berbasis analisis risiko yang lebih mendalam.

Selain memperkuat fondasi risiko, Asei juga mendorong pengembangan produk asuransi yang lebih spesifik dan sesuai kebutuhan industri. Produk ini dirancang untuk melayani ekosistem maritim, mulai dari galangan kapal, operator pelayaran, hingga pelaku ekspor dan distribusi domestik.

Baca Juga :  Agrinas Impor 105.000 Pick Up dari India Rp24,66 Triliun, Ekonom Ingatkan Dampaknya

Strategi ketiga yang disiapkan adalah memperluas jaringan kerja sama dengan pelaku industri maritim. Kolaborasi ini dianggap penting untuk memperkuat penetrasi pasar sekaligus memperbesar peluang bisnis di tengah meningkatnya aktivitas pembangunan dan operasional kapal.

Tak hanya itu, Asei juga mengoptimalkan peran reasuransi guna menjaga kapasitas penjaminan risiko. Langkah ini dinilai krusial agar pertumbuhan bisnis tetap terjaga tanpa mengorbankan kualitas portofolio di tengah lonjakan eksposur risiko.

Kebijakan pemerintah dalam mendorong industri galangan kapal diyakini memberikan efek berganda bagi sektor keuangan, termasuk asuransi. Bertambahnya jumlah kapal baru dan aktivitas pelayaran akan meningkatkan kebutuhan perlindungan, baik untuk konstruksi maupun operasional.

Baca Juga :  Ekonomi Indonesia 2026 Diproyeksi Tembus 5,3%, Airlangga Hartarto Pastikan Aman dari Krisis 1998

Beberapa lini asuransi yang diprediksi akan terdampak positif antara lain asuransi rangka kapal, pengangkutan barang, hingga asuransi proyek konstruksi. Bahkan, kebutuhan perlindungan tenaga kerja di galangan kapal juga diperkirakan ikut meningkat seiring ekspansi industri.

Meski peluang terbuka lebar, Asei tetap mewaspadai berbagai tantangan seperti risiko teknis pembangunan kapal, kondisi operasional di laut, hingga tekanan global akibat faktor geopolitik. Oleh karena itu, disiplin underwriting dan manajemen risiko tetap menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas bisnis ke depan. (*/Tim)

Berita Terkait

IHSG 11 Mei 2026 Ditutup Ambles ke 6.905, Saham BMRI hingga CUAN Rontok Saat Investor Wait and See
IHSG Hari Ini Senin 11 Mei 2026, Dibuka Melemah Ke Level 6.924
SPBU Shell Kembali Jual BBM, Harga Shell V-Power Diesel Kini Rp30.890
Harga Emas Pegadaian Minggu 10 Mei 2026: Antam, Galeri24 dan UBS Update Terbaru
Saham BUMI Kembali ke Level Rp216, Asing Catat Net Sell Rp195 Miliar
Cashback Shopee Food Maksimal Mei 2026, Ini Cara Dapat Diskon Terbesar
Promo Fashion Shopee Mei 2026 Diskon Besar dan Gratis Ongkir
Transaksi Shopee Capai Rp539 Triliun, Kuasai Pasar E-Commerce Indonesia 2026
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 18:48 WIB

IHSG 11 Mei 2026 Ditutup Ambles ke 6.905, Saham BMRI hingga CUAN Rontok Saat Investor Wait and See

Senin, 11 Mei 2026 - 10:12 WIB

IHSG Hari Ini Senin 11 Mei 2026, Dibuka Melemah Ke Level 6.924

Senin, 11 Mei 2026 - 02:03 WIB

SPBU Shell Kembali Jual BBM, Harga Shell V-Power Diesel Kini Rp30.890

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:24 WIB

Harga Emas Pegadaian Minggu 10 Mei 2026: Antam, Galeri24 dan UBS Update Terbaru

Minggu, 10 Mei 2026 - 02:00 WIB

Saham BUMI Kembali ke Level Rp216, Asing Catat Net Sell Rp195 Miliar

Berita Terbaru