Malaysia Cemas Kebijakan Baru Ekspor Sawit RI, Bisa Picu Lonjakan Harga Global

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kebijakan baru pemerintah Indonesia soal ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) mulai bikin negara tetangga waswas. Malaysia mengaku cemas setelah Presiden Prabowo Subianto berencana memusatkan ekspor sejumlah komoditas strategis lewat satu lembaga negara.
Rencana itu dinilai dapat mengguncang rantai pasok global sekaligus memicu gejolak harga minyak sawit dunia dalam beberapa bulan ke depan. Pelaku industri sawit Malaysia bahkan menyebut pasar internasional berpotensi menghadapi ketidakpastian besar saat kebijakan mulai diterapkan pada September 2026.
Pemerintah RI diketahui akan menunjuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara sebagai pengelola ekspor terpusat komoditas strategis. Tidak hanya sawit, sistem baru ini juga mencakup batu bara hingga ferroalloy.
Langkah tersebut langsung mendapat sorotan karena Indonesia merupakan eksportir CPO terbesar di dunia. Pangsa pasar Indonesia bahkan menguasai lebih dari separuh perdagangan minyak sawit global. Karena itu, perubahan mekanisme ekspor dinilai bisa memengaruhi harga minyak nabati internasional, industri makanan, hingga sektor energi biodiesel.
Direktur Utama Malaysian Palm Oil Board (MPOB), Ahmad Parveez Ghulam Kadir, mengatakan pasokan sawit Indonesia kemungkinan tetap aman. Namun proses administrasi baru dikhawatirkan menyebabkan keterlambatan pengiriman pada masa awal transisi.
“Hal ini dapat memengaruhi keandalan pasokan dan strategi pembelian pasar global,” ujarnya seperti dikutip Reuters.
Pelaku industri Malaysia juga melihat potensi lonjakan harga CPO jika distribusi ekspor Indonesia tersendat. Kondisi itu bisa berdampak langsung terhadap harga produk turunan seperti minyak goreng, margarin, kosmetik, hingga bahan bakar berbasis sawit di berbagai negara.
Di sisi lain, Malaysia justru berpotensi diuntungkan dari situasi tersebut. Negara itu dinilai memiliki sistem ekspor yang lebih stabil sehingga dapat menjadi alternatif utama pembeli global jika terjadi hambatan distribusi dari Indonesia.
Sementara itu, sejumlah pengamat ekonomi di Indonesia menilai kebijakan sentralisasi ekspor dapat meningkatkan kontrol negara terhadap perdagangan sumber daya alam. Pemerintah juga diyakini ingin memaksimalkan keuntungan ekspor agar lebih banyak masuk ke kas negara.
Namun kritik mulai bermunculan. Beberapa pihak khawatir sistem ekspor terpusat berisiko memunculkan praktik monopoli baru dan menekan pelaku usaha swasta maupun petani sawit.
Meski demikian, pemerintah optimistis kebijakan baru tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menentukan harga komoditas dunia. Jika implementasi berjalan mulus, RI dinilai bisa memiliki daya tawar lebih besar di pasar global.
Kini pasar internasional menunggu bagaimana proses transisi kebijakan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang. Investor dan pembeli global disebut akan memantau ketat potensi dampaknya terhadap harga CPO, pasokan minyak nabati, hingga stabilitas perdagangan komoditas dunia.
FAQ
Apa itu kebijakan ekspor sawit baru RI?
Kebijakan yang memusatkan ekspor komoditas strategis Indonesia melalui satu lembaga negara.
Kapan kebijakan mulai berlaku?
Ditargetkan berjalan penuh mulai September 2026.
Mengapa Malaysia khawatir?
Karena perubahan sistem ekspor Indonesia berpotensi mengganggu pasokan dan memicu volatilitas harga sawit global.
Apakah harga minyak goreng bisa ikut naik?
Bisa, jika harga CPO dunia melonjak akibat gangguan distribusi ekspor.
Apa tujuan pemerintah Indonesia?
Untuk memperkuat kontrol perdagangan SDA dan meningkatkan pendapatan negara dari ekspor.
Meta Description:
Malaysia mulai cemas setelah Indonesia menyiapkan kebijakan ekspor sawit terpusat yang dinilai bisa memicu lonjakan harga CPO global dan gangguan pasokan dunia.
Tag:
sawit Indonesia, ekspor CPO, harga minyak sawit, Malaysia, Danantara, Prabowo Subianto, minyak goreng, ekonomi global, perdagangan internasional, CPO dunia
Keyword Utama:
ekspor sawit Indonesia
Frase SEO:
Malaysia cemas sawit RI, harga CPO global naik, kebijakan ekspor sawit Indonesia, ekspor minyak sawit terbaru, dampak harga minyak goreng dunia
Baca Juga :  Ide Jualan Rumahan Modal Kecil Untung Besar

Berita Terkait

IHSG Hari Ini Kamis 21 Mei 2026 Dibuka Naik ke 6.353 usai BI Rate Naik, Saham BBCA hingga MORA Jadi Buruan Investor
Ide Jualan Rumahan Modal Kecil Untung Besar
Masyarakat Indonesia Kini Lebih Selektif Memilih Asuransi, Premi hingga Klaim Jadi Sorotan
Jadwal MSC 2026 Esports World Cup Resmi Diumumkan, Peluang Besar Industri Esports dan Sponsor Digital
Perbandingan XChat Dan WhatsApp, Mana Lebih Unggul? Ini Perbandingan Lengkapnya
31 Formasi CPNS 2026 Diajukan, DPRD: RSUD Sungai Penuh Darurat Dokter Spesialis
Lowongan Bank BUMN April 2026 Resmi Dibuka, Ini Posisi di Mandiri, BSI, dan BRI
Best Free AI Video Generators in 2026: Top Tools to Create High-Quality Videos Fast (No Cost)
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:01 WIB

Malaysia Cemas Kebijakan Baru Ekspor Sawit RI, Bisa Picu Lonjakan Harga Global

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:13 WIB

IHSG Hari Ini Kamis 21 Mei 2026 Dibuka Naik ke 6.353 usai BI Rate Naik, Saham BBCA hingga MORA Jadi Buruan Investor

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ide Jualan Rumahan Modal Kecil Untung Besar

Senin, 11 Mei 2026 - 20:28 WIB

Masyarakat Indonesia Kini Lebih Selektif Memilih Asuransi, Premi hingga Klaim Jadi Sorotan

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:00 WIB

Jadwal MSC 2026 Esports World Cup Resmi Diumumkan, Peluang Besar Industri Esports dan Sponsor Digital

Berita Terbaru

Ekonomi

Komdigi Resmi Blokir Polymarket di Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:00 WIB