Selat Hormuz Ditutup Sementara, Harga Minyak Dunia Waspada, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA-Ketegangan geopolitik kembali menyita perhatian pasar energi global setelah muncul kabar penutupan sementara Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu dikenal sebagai nadi utama distribusi minyak mentah dunia. Meski pembatasan dilaporkan berlangsung singkat, sentimen pasar langsung bereaksi, memicu volatilitas harga minyak internasional.

Selat Hormuz memiliki peran krusial karena menyalurkan sekitar seperlima perdagangan minyak global serta sebagian besar ekspor LNG dari kawasan Timur Tengah. Gangguan kecil sekalipun dapat memicu kenaikan risk premium, yaitu tambahan harga akibat meningkatnya persepsi risiko. Investor dan pelaku industri energi cenderung merespons cepat setiap perkembangan yang berpotensi menghambat arus pasokan.

Dalam sejumlah peristiwa serupa sebelumnya, harga minyak biasanya mengalami lonjakan jangka pendek. Untuk penutupan singkat, kenaikan cenderung terbatas dan bersifat sementara. Namun jika gangguan berlanjut hingga mingguan atau bulanan, dampaknya bisa meluas ke biaya logistik, premi asuransi kapal tanker, hingga tekanan inflasi global.

Baca Juga :  YouTube Mengalami Gangguan Global, Situs dan Aplikasi Tak Bisa Diakses

Bagi Indonesia, dinamika ini menjadi perhatian serius. Posisi Indonesia sebagai net importir minyak membuat perekonomian domestik sensitif terhadap fluktuasi harga energi dunia. Kenaikan harga minyak mentah otomatis meningkatkan biaya impor BBM dan bahan bakar industri, yang pada akhirnya dapat menekan stabilitas harga dalam negeri.

Dampak paling nyata berpotensi terasa pada sektor energi dan fiskal. Jika harga minyak global melonjak signifikan, beban subsidi serta kompensasi energi dalam APBN bisa meningkat. Pemerintah dihadapkan pada pilihan sulit antara menjaga harga BBM tetap stabil atau melakukan penyesuaian untuk menahan tekanan anggaran negara.

Efek lanjutan juga dapat menjalar ke inflasi. Harga energi berkontribusi langsung terhadap biaya transportasi dan distribusi barang. Kenaikan biaya logistik berisiko mendorong harga kebutuhan pokok. Kondisi ini menjadi tantangan tambahan bagi upaya menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan ekonomi makro.

Baca Juga :  Anak Cristiano Ronaldo Jalani Trial di Real Madrid, Ini Fakta Menariknya

Nilai tukar rupiah turut menjadi variabel yang perlu dicermati. Lonjakan harga minyak meningkatkan kebutuhan devisa untuk impor energi, yang berpotensi menambah tekanan terhadap mata uang domestik. Pelemahan rupiah dapat memperbesar dampak kenaikan harga energi melalui kenaikan harga barang impor lainnya.

Meski demikian, analis menilai dampak ekstrem masih dapat dihindari jika gangguan di Selat Hormuz berlangsung singkat dan jalur pelayaran cepat kembali normal. Cadangan devisa, kebijakan energi nasional, serta diversifikasi sumber impor menjadi bantalan penting bagi Indonesia dalam meredam gejolak jangka pendek.

Situasi ini menegaskan kembali pentingnya stabilitas jalur perdagangan energi global. Selat Hormuz bukan sekadar koridor laut, tetapi titik strategis yang memengaruhi harga minyak, inflasi, hingga arah kebijakan ekonomi di banyak negara. Pasar kini menanti perkembangan lanjutan sembari menjaga kewaspadaan terhadap potensi eskalasi baru. (***)

Berita Terkait

Lionel Scaloni Bongkar Rahasia Kebugaran Lionel Messi di Usia 39 Tahun
MotoGP Jerman 2026: Marc Marquez Menang, Peluang Juara Dunia Makin Besar
Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Duel Messi dan The Three Lions Jadi Sorotan
Penggerebekan Scam Center di Kamboja, 1.100 WNI Ditahan dan Ribuan Minta Dipulangkan
Singapura Cairkan BLT hingga Rp11,89 Juta untuk 1,5 Juta Warga, Ini Syarat Penerimanya
Pemerintah Singapura Salurkan Bantuan Tunai Rp11,89 Juta, Cek Kriteria Penerima
Pelatih Portugal Angkat Bicara Usai Disingkirkan Spanyol di Piala Dunia 2026
Tarif Listrik Singapura Resmi Naik hingga September 2026, Imbas Perang AS-Iran
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:05 WIB

Lionel Scaloni Bongkar Rahasia Kebugaran Lionel Messi di Usia 39 Tahun

Senin, 13 Juli 2026 - 08:00 WIB

MotoGP Jerman 2026: Marc Marquez Menang, Peluang Juara Dunia Makin Besar

Senin, 13 Juli 2026 - 00:11 WIB

Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Duel Messi dan The Three Lions Jadi Sorotan

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:00 WIB

Penggerebekan Scam Center di Kamboja, 1.100 WNI Ditahan dan Ribuan Minta Dipulangkan

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:02 WIB

Singapura Cairkan BLT hingga Rp11,89 Juta untuk 1,5 Juta Warga, Ini Syarat Penerimanya

Berita Terbaru