Ramadan Menghidupkan Kampung yang Sepi: Kisah Para Perantau Koto Baru, “Petro Dolar”-nya Sungai Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koto Baru Kampung Petro Dolarnya Kota Sungai Penuh. Foto : Walikota dan Wakil Walikota, Alfin - Azhar saat melakukan Safari Ramadhan di Koto Baru.

Koto Baru Kampung Petro Dolarnya Kota Sungai Penuh. Foto : Walikota dan Wakil Walikota, Alfin - Azhar saat melakukan Safari Ramadhan di Koto Baru.

SUNGAI PENUH – Setiap memasuki bulan suci Ramadan, suasana di Kecamatan Koto Baru, Kota Sungai Penuh, Jambi, berubah drastis. Jalan-jalan kampung yang biasanya lengang mendadak ramai. Masjid kembali dipenuhi saf laki-laki. Warung – warung hidup. Tawa anak-anak menyambut kepulangan ayah mereka yang setahun terakhir lebih sering terdengar lewat sambungan telepon daripada tatap muka.

Namun, keramaian itu hanya sementara. Selepas Idul Fitri, satu per satu pria dewasa di Koto Baru kembali mengemasi tas. Mereka berpamitan, mencium tangan orang tua, memeluk istri dan anak, lalu berangkat merantau. Kampung kembali sunyi. Tinggallah perempuan, anak-anak, dan orang tua menjaga rumah, menunggu kepulangan berikutnya.

Mayoritas pria Koto Baru menggantungkan hidup dari berdagang keliling di wilayah Indonesia Timur—mulai dari Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur hingga Papua. Mereka menjual beragam barang, dari aksesori pria dan wanita, pakaian, hingga telepon seluler. Di tanah orang, mereka bertaruh tenaga dan waktu demi satu tujuan: memastikan dapur di kampung halaman tetap mengepul.

Baca Juga :  Dua Bulan Lebih Menggantung, Hasil Lelang Jabatan Eselon II Pemkab Kerinci Tak Jelas Ujungnya

“Kalau Ramadan, kami pulang kumpul keluarga. Setelah Lebaran, ya kembali lagi berdagang,” ujar seorang pedagang yang sudah lebih dari satu dekade merantau. Ia mengaku hanya pulang dua kali dalam setahun. Selebihnya, rindu pada keluarga harus ditahan demi stabilitas ekonomi.

Tradisi merantau ini telah mengakar kuat. Para pedagang jarang berangkat sendirian. Mereka membentuk kelompok kecil bersama teman sekampung. Di kota tujuan, mereka menyewa rumah bersama untuk menekan biaya hidup. Solidaritas menjadi modal utama, selain keberanian dan jaringan usaha yang terus dibangun dari tahun ke tahun.

Camat Koto Baru, Desrizal, membenarkan fenomena tersebut. Menurut dia, setiap Ramadan kampungnya memang terasa jauh lebih hidup. “Mereka semua pulang saat Ramadan. Setelah Idul Fitri, kembali lagi ke luar daerah untuk berdagang. Biasanya pulang dua kali setahun,” kata dia.

Baca Juga :  Wako Alfin Hadiri Kenduri Sko Koto Baru, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya

Tak heran, Koto Baru kerap dijuluki warga sebagai “kampung petro dolar” di Kota Sungai Penuh. Julukan itu bukan tanpa alasan. Perputaran uang hasil keringat para perantau menjadi penopang ekonomi keluarga sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal—mulai dari pembangunan rumah, pendidikan anak, hingga usaha kecil di kampung.

Di balik geliat ekonomi itu, tersimpan cerita tentang pengorbanan. Ada anak yang tumbuh lebih sering ditemani ibu. Ada istri yang terbiasa mengurus rumah sendiri. Ada orang tua yang menunggu kabar dari jauh. Ramadan menjadi satu-satunya momen ketika semua kembali lengkap—sebelum sunyi kembali menyelimuti Koto Baru, dan para pria kembali menyusuri ribuan kilometer demi masa depan keluarga. (fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Pengurus Baru PPNI Kota Sungai Penuh Resmi Dilantik, Wako Alfin Soroti Peningkatan Kompetensi Perawat
Pedagang Usul Disperindag, Satpol PP dan Dishub Berkantor Bersama di Pasar Tanjung Bajure, Penertiban Dinilai Belum Efektif
Wako Alfin Temui Kementerian LH, Perjuangkan Status Bukit Khayangan agar Investasi dan Pariwisata Sungai Penuh Tak Terhambat
Dinanti Masyarakat : Wapres Gibran Dikabarkan Kunjungi Pasar Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh, Revitalisasi Rp40 Miliar Makin Nyata
Wabup Bungo Tiba-tiba Temui Wawako Sungai Penuh, Apa yang Mereka Bicarakan?
Plt Pimpin 8 Dinas di Sungai Penuh, Simak Kewenangan yang Boleh dan Dilarang
Gaji ke-13 ASN Kota Sungai Penuh Segera Cair, BKAD Pastikan Dibayar Besok atau Paling Lambat Minggu Ini
Distribusi Air Perumda Sungai Penuh Terganggu Hari Ini, Cek Wilayah Terdampak dan Jadwal Normal Kembali
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:46 WIB

Pengurus Baru PPNI Kota Sungai Penuh Resmi Dilantik, Wako Alfin Soroti Peningkatan Kompetensi Perawat

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:24 WIB

Pedagang Usul Disperindag, Satpol PP dan Dishub Berkantor Bersama di Pasar Tanjung Bajure, Penertiban Dinilai Belum Efektif

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:59 WIB

Wako Alfin Temui Kementerian LH, Perjuangkan Status Bukit Khayangan agar Investasi dan Pariwisata Sungai Penuh Tak Terhambat

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:38 WIB

Dinanti Masyarakat : Wapres Gibran Dikabarkan Kunjungi Pasar Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh, Revitalisasi Rp40 Miliar Makin Nyata

Senin, 13 Juli 2026 - 19:34 WIB

Wabup Bungo Tiba-tiba Temui Wawako Sungai Penuh, Apa yang Mereka Bicarakan?

Berita Terbaru

Teknologi

Apple Siapkan Mode Pengunci Khusus iPhone yang Tunggak Cicilan

Minggu, 26 Jul 2026 - 03:00 WIB