KAYONEWS.CO.ID – Startup teknologi asal Amerika Serikat, Light, resmi memperkenalkan Light Flip, ponsel lipat bergaya retro yang menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan smartphone modern. Perangkat ini dirancang bagi pengguna yang ingin mengurangi distraksi digital dan membatasi penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Mengusung desain klasik ala ponsel lipat era 2000-an, Light Flip tetap dibekali sejumlah teknologi modern, termasuk dukungan jaringan 5G. Namun, berbeda dari kebanyakan ponsel pintar, perangkat ini tidak menggunakan sistem operasi Android.
Mengandalkan LightOS yang Minimalis
Light Flip menjalankan LightOS, sistem operasi yang dirancang dengan konsep sederhana dan fokus pada fungsi-fungsi penting.
Pengguna tetap dapat melakukan panggilan telepon, mengirim pesan singkat (SMS), mengakses peta, mendengarkan musik, mencatat agenda, menggunakan kalender, melihat informasi cuaca, hingga menikmati podcast.
Sebaliknya, sistem operasi ini tidak menyediakan aplikasi media sosial, browser internet, toko aplikasi, maupun layanan belanja daring. Pendekatan tersebut bertujuan membantu pengguna lebih fokus pada aktivitas sehari-hari tanpa gangguan notifikasi yang terus-menerus muncul.
Layar OLED dengan Navigasi Keypad Fisik
Light Flip dibekali layar OLED berukuran 2,8 inci dengan resolusi 480 x 640 piksel.
Menariknya, layar tersebut tidak mendukung fitur sentuh. Seluruh navigasi dilakukan menggunakan keypad T9 lengkap dengan tombol arah, sehingga menghadirkan pengalaman penggunaan yang mengingatkan pada ponsel klasik.
Performa Didukung Chipset MediaTek
Di sektor dapur pacu, Light Flip menggunakan chipset MediaTek MT8873 yang dipadukan dengan RAM 6 GB LPDDR4X.
Kombinasi tersebut dinilai cukup untuk menjalankan berbagai fungsi dasar yang tersedia di LightOS, termasuk aplikasi navigasi dan layanan berbasis internet melalui jaringan 5G.
Kamera 50 MP Tanpa Kamera Depan
Untuk kebutuhan fotografi, Light Flip dibekali kamera belakang 50 MP yang menghasilkan foto beresolusi 12 MP melalui teknologi pemrosesan gambar.
Sementara itu, perangkat ini tidak dilengkapi kamera depan, sejalan dengan konsep minimalis yang diusung untuk mengurangi aktivitas swafoto maupun panggilan video.
Baterai Bisa Dilepas
Salah satu fitur yang kini mulai jarang ditemukan adalah baterai yang dapat dilepas.
Light Flip menggunakan baterai berkapasitas 1.800 mAh yang dapat diganti sendiri oleh pengguna. Desain ini memberikan kemudahan saat melakukan perawatan maupun penggantian baterai di kemudian hari.
Harga Light Flip
Light Flip dipasarkan dengan harga 299 dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp5,3 juta (kurs dapat berubah sesuai nilai tukar).
Meski berada di kisaran harga yang cukup tinggi untuk sebuah feature phone, perangkat ini menyasar konsumen yang menginginkan gaya hidup digital minimalis dan ingin mengurangi ketergantungan terhadap smartphone.
Kesimpulan
Light Flip menawarkan konsep yang berbeda di tengah dominasi smartphone modern. Dengan desain lipat bergaya retro, sistem operasi minimalis, dukungan jaringan 5G, serta absennya media sosial dan browser internet, perangkat ini ditujukan bagi pengguna yang ingin lebih fokus pada aktivitas nyata tanpa terdistraksi dunia digital.
FAQ
Apa itu Light Flip?
Light Flip adalah ponsel lipat bergaya retro yang dikembangkan oleh startup Light dengan konsep digital minimalis.
Apakah Light Flip menggunakan Android?
Tidak. Perangkat ini menjalankan sistem operasi LightOS yang hanya menyediakan fitur-fitur esensial.
Apakah Light Flip mendukung jaringan 5G?
Ya. Meski berkonsep minimalis, ponsel ini telah mendukung konektivitas 5G.
Apakah tersedia media sosial di Light Flip?
Tidak. LightOS tidak menyediakan media sosial, browser internet, maupun toko aplikasi.
Berapa harga Light Flip?
Harga resminya sekitar 299 dolar AS atau setara Rp5,3 juta, tergantung nilai tukar mata uang.









