TEKNOLOGI – Raksasa teknologi Meta mengambil langkah besar memperkuat posisinya di dunia perdagangan elektronik dengan merilis aplikasi khusus bernama Seller. Program mandiri ini dibuat sepenuhnya untuk mendukung operasional para pedagang yang memanfaatkan Facebook Marketplace, dan disebut-sebut bakal menjadi pesaing serius bagi nama-nama besar seperti Shopee maupun TikTok Shop.
Selama sepuluh tahun keberadaannya, Marketplace telah tumbuh menjadi tempat jual beli barang bekas terbesar di dunia, meliputi aneka barang kebutuhan sehari-hari, furnitur, hingga kendaraan bermotor. Kini, popularitas tersebut dimanfaatkan Meta untuk memberikan wadah yang jauh lebih profesional bagi para pelaku usaha yang aktif bertransaksi di sana.
Tom Alison selaku Kepala Facebook menjelaskan bahwa aplikasi ini dikonsepkan sebagai alat penunjang kinerja, ibarat perangkat lunak penyunting bagi para pembuat konten. “Saya melihat ini sebagai pelengkap aplikasi utama, melayani komunitas yang memanfaatkannya secara intensif. Memang tahapannya masih sangat awal dan bersifat eksperimen, namun inilah dasar dari inovasi kami tahun ini,” ujarnya dikutip dari New York Times, Jumat 25 Juli 2026.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan Meta memindahkan layanan-layanan populer keluar dari beranda utama demi pengalaman yang lebih fokus. Sebelumnya pada Mei lalu, perusahaan juga meluncurkan Forum, aplikasi khusus untuk pengelolaan Grup Facebook. Strategi ini sekaligus menjawab tantangan minat kaum muda terhadap Facebook, mengingat satu dari tiga pengguna dewasa muda yang mengakses jejaring sosial ini rutin menggunakan fitur Marketplace. Secara keseluruhan, setiap bulan tercatat lebih dari 430 juta barang dan 44 juta kendaraan dipasang iklan di seluruh dunia.
Fitur Canggih Khusus Penjual
Cara kerja aplikasi ini sangat sederhana, cukup masuk menggunakan akun Facebook yang sudah ada maka seluruh daftar dagangan, riwayat percakapan, dan data lainnya akan tersambung secara otomatis. Di dalamnya tersedia kotak pesan terpusat, laporan analisis perkembangan usaha, hingga alat pembuatan daftar barang baru.
Salah satu keunggulan terbesarnya adalah penyisipan teknologi kecerdasan buatan. Pengguna cukup memotret barang dagangan, maka sistem akan membantu menyusun deskripsi, spesifikasi, hingga kategori produknya secara otomatis. Meski begitu, ditegaskan bahwa AI hanyalah alat bantu dan interaksi antarmanusia tetap menjadi inti dari ekosistem ini.
Selain aplikasi Seller, turut dirilis fitur Verifikasi Manusia secara cuma-cuma. Pengguna hanya perlu merekam video selfie singkat untuk mendapatkan lencana abu-abu di profil, guna memastikan bahwa akun tersebut dikelola oleh manusia sungguhan dan bukan program otomatis, sehingga rasa saling percaya antara penjual dan pembeli semakin kuat.
Gratis Tanpa Potongan Penjualan
Hal yang paling menarik bagi pelaku usaha adalah kebijakan Meta yang menyatakan aplikasi ini bebas diunduh lewat gawai maupun peramban web, dan sama sekali tidak memungut komisi atau potongan dari setiap transaksi yang berhasil dilakukan. Sumber pendapatan perusahaan tetap berasal dari layanan iklan yang tersedia di dalamnya.
Pelayanan ini disambut hangat oleh para pedagang. Salah satunya adalah Claire Whittaker yang berhasil membangun bisnis tanaman hias sepenuhnya lewat Facebook Marketplace sejak 2022. “Seluruh usaha saya bermula dari sini dan Marketplace terus membaik dari waktu ke waktu. Kalau aplikasi baru ini bisa meringankan pekerjaan saya, tentu saya akan langsung mencobanya,” ujarnya antusias.
Dengan dukungan basis pengguna yang sangat luas, teknologi pendukung canggih, serta kebijakan biaya yang menguntungkan, kehadiran Seller diprediksi akan membawa perubahan besar dalam persaingan pasar perdagangan sosial ke depannya.









