Program MBG Tetap Berjalan, Kantin Sekolah Bisa Jadi Penyedia Makanan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 04:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_32

oplus_32

PENDIDIKAN-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan pemerintah meski sempat muncul sejumlah evaluasi di lapangan.

Pemerintah bahkan tengah menyiapkan penyesuaian skema pelaksanaan, termasuk membuka peluang keterlibatan kantin sekolah dalam penyediaan makanan bergizi bagi siswa.

Menurut Abdul Mu’ti, mayoritas siswa di Indonesia masih menginginkan program MBG tetap berjalan karena dinilai membantu pemenuhan gizi dan kesehatan peserta didik.


Mayoritas Siswa Dukung Program MBG

Abdul Mu’ti menyebut jumlah penerima manfaat Program MBG saat ini mencapai sekitar 43,4 juta siswa dari total 53,5 juta peserta didik di Indonesia.

Artinya, lebih dari 80 persen siswa telah merasakan manfaat program tersebut.

“Sebagian besar mengharapkan program ini tetap dilanjutkan,” ujar Abdul Mu’ti saat kunjungan kerja di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Pemerintah juga memastikan data penerima MBG kini telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sehingga proses penyaluran bantuan dinilai lebih akurat dan tepat sasaran.


Kantin Sekolah Berpeluang Jadi Penyedia MBG

Dalam skema terbaru, pemerintah membuka kemungkinan agar penyediaan makanan bergizi tidak sepenuhnya dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca Juga :  Prabowo Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Perintahkan MBG Kembali ke Konsep Awal demi Tingkatkan Kualitas dan Tata Kelola

Sebagian pelaksanaan MBG nantinya dapat dilakukan melalui dapur atau kantin sekolah dengan pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN).

Langkah tersebut dinilai dapat mempercepat distribusi makanan sekaligus memberdayakan fasilitas yang sudah tersedia di lingkungan sekolah.

Meski begitu, seluruh proses tetap harus memenuhi standar keamanan pangan dan kualitas gizi yang telah ditentukan pemerintah.


Sekolah Penerima Akan Disesuaikan

Pemerintah juga akan melakukan evaluasi terhadap sekolah penerima Program MBG.

Sekolah yang dianggap tidak terlalu membutuhkan bantuan dimungkinkan tidak lagi menjadi prioritas penerima program.

Sebaliknya, sekolah dengan siswa yang lebih membutuhkan akan diprioritaskan dalam penyaluran bantuan makanan bergizi.

Kebijakan ini disebut sebagai upaya agar anggaran dan distribusi MBG lebih efektif serta tepat sasaran.


Kasus Keracunan Jadi Bahan Evaluasi

Menanggapi sejumlah kasus keracunan makanan yang sempat terjadi dalam pelaksanaan MBG, Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah tidak akan menghentikan program secara keseluruhan.

Menurutnya, evaluasi hanya akan dilakukan terhadap dapur atau penyedia makanan yang tidak memenuhi standar.

“Kalau ada keracunan, yang dihentikan adalah dapur yang tidak benar untuk dievaluasi,” katanya.

Pemerintah bahkan dapat mencabut izin operasional dapur penyedia makanan jika terbukti melanggar standar keamanan dan kualitas pangan.

Baca Juga :  Pendaftaran SMA Pradita Dirgantara 2027 Dibuka, Ini Biaya dan Syarat Lengkapnya

MBG Dinilai Penting untuk Masa Depan Anak Indonesia

Abdul Mu’ti menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian penting dari upaya membangun kualitas generasi muda Indonesia.

Program tersebut tidak hanya mendukung kemampuan akademik siswa, tetapi juga membantu pertumbuhan fisik dan kesehatan anak-anak.

“Generasi ini harus dibangun baik akademiknya maupun fisiknya,” ujarnya.

Pemerintah berharap program MBG dapat membantu menciptakan generasi yang lebih sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan.


FAQ

Apakah Program MBG akan dihentikan?

Tidak. Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan dengan sejumlah evaluasi.

Apa itu Program MBG?

MBG adalah program Makan Bergizi Gratis untuk siswa sekolah guna mendukung kesehatan dan pemenuhan gizi anak.

Apakah kantin sekolah akan terlibat dalam MBG?

Ya. Pemerintah membuka peluang kantin sekolah menjadi penyedia makanan bergizi di bawah pengawasan BGN.

Mengapa Program MBG dievaluasi?

Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki distribusi dan mencegah masalah seperti keracunan makanan.

Siapa yang mengawasi pelaksanaan MBG?

Pelaksanaan Program MBG berada di bawah koordinasi dan supervisi Badan Gizi Nasional (BGN).

Berita Terkait

Pendidikan Negeri Gratis Mulai TK hingga SMA, Cek Skema BOS dan PIP 2026
5 Kepala SMP Dicopot, Komisi I DPRD Sungai Penuh Akan Panggil Kadis dan Kabid Pendidikan
Influenza A 2026: Kenali 6 Gejala yang Sering Muncul dan Cara Mencegahnya
TPG 2026: Besaran Tunjangan Sertifikasi Guru ASN dan Non-ASN, Cek Jadwal Pencairannya
KIP Kuliah 2026 untuk Desil Berapa? Cek Ketentuan dan Syarat Lengkapnya
Pergantian Kepala Sekolah SDN Sungai Penuh Dalam Waktu Dekat Akan Dilakukan
Tunjangan Sertifikasi Guru 2026: Besaran TPG ASN dan Non-ASN, Syarat, dan Cara Cek Pencairan
Anak Kurir SPX Express Dapat Beasiswa Kuliah di UI, ITB, dan UNP
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 01:30 WIB

Pendidikan Negeri Gratis Mulai TK hingga SMA, Cek Skema BOS dan PIP 2026

Rabu, 23 September 2026 - 12:29 WIB

5 Kepala SMP Dicopot, Komisi I DPRD Sungai Penuh Akan Panggil Kadis dan Kabid Pendidikan

Rabu, 23 September 2026 - 05:00 WIB

Influenza A 2026: Kenali 6 Gejala yang Sering Muncul dan Cara Mencegahnya

Selasa, 22 September 2026 - 05:01 WIB

TPG 2026: Besaran Tunjangan Sertifikasi Guru ASN dan Non-ASN, Cek Jadwal Pencairannya

Senin, 21 September 2026 - 22:00 WIB

KIP Kuliah 2026 untuk Desil Berapa? Cek Ketentuan dan Syarat Lengkapnya

Berita Terbaru

Bisnis

Cara Aktivasi DANA Cicil 2026, Ini Langkah Resminya

Jumat, 25 Sep 2026 - 13:01 WIB