PENDIDIKAN-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan pemerintah meski sempat muncul sejumlah evaluasi di lapangan.
Pemerintah bahkan tengah menyiapkan penyesuaian skema pelaksanaan, termasuk membuka peluang keterlibatan kantin sekolah dalam penyediaan makanan bergizi bagi siswa.
Menurut Abdul Mu’ti, mayoritas siswa di Indonesia masih menginginkan program MBG tetap berjalan karena dinilai membantu pemenuhan gizi dan kesehatan peserta didik.
Mayoritas Siswa Dukung Program MBG
Abdul Mu’ti menyebut jumlah penerima manfaat Program MBG saat ini mencapai sekitar 43,4 juta siswa dari total 53,5 juta peserta didik di Indonesia.
Artinya, lebih dari 80 persen siswa telah merasakan manfaat program tersebut.
“Sebagian besar mengharapkan program ini tetap dilanjutkan,” ujar Abdul Mu’ti saat kunjungan kerja di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Pemerintah juga memastikan data penerima MBG kini telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sehingga proses penyaluran bantuan dinilai lebih akurat dan tepat sasaran.
Kantin Sekolah Berpeluang Jadi Penyedia MBG
Dalam skema terbaru, pemerintah membuka kemungkinan agar penyediaan makanan bergizi tidak sepenuhnya dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sebagian pelaksanaan MBG nantinya dapat dilakukan melalui dapur atau kantin sekolah dengan pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN).
Langkah tersebut dinilai dapat mempercepat distribusi makanan sekaligus memberdayakan fasilitas yang sudah tersedia di lingkungan sekolah.
Meski begitu, seluruh proses tetap harus memenuhi standar keamanan pangan dan kualitas gizi yang telah ditentukan pemerintah.
Sekolah Penerima Akan Disesuaikan
Pemerintah juga akan melakukan evaluasi terhadap sekolah penerima Program MBG.
Sekolah yang dianggap tidak terlalu membutuhkan bantuan dimungkinkan tidak lagi menjadi prioritas penerima program.
Sebaliknya, sekolah dengan siswa yang lebih membutuhkan akan diprioritaskan dalam penyaluran bantuan makanan bergizi.
Kebijakan ini disebut sebagai upaya agar anggaran dan distribusi MBG lebih efektif serta tepat sasaran.
Kasus Keracunan Jadi Bahan Evaluasi
Menanggapi sejumlah kasus keracunan makanan yang sempat terjadi dalam pelaksanaan MBG, Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah tidak akan menghentikan program secara keseluruhan.
Menurutnya, evaluasi hanya akan dilakukan terhadap dapur atau penyedia makanan yang tidak memenuhi standar.
“Kalau ada keracunan, yang dihentikan adalah dapur yang tidak benar untuk dievaluasi,” katanya.
Pemerintah bahkan dapat mencabut izin operasional dapur penyedia makanan jika terbukti melanggar standar keamanan dan kualitas pangan.
MBG Dinilai Penting untuk Masa Depan Anak Indonesia
Abdul Mu’ti menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian penting dari upaya membangun kualitas generasi muda Indonesia.
Program tersebut tidak hanya mendukung kemampuan akademik siswa, tetapi juga membantu pertumbuhan fisik dan kesehatan anak-anak.
“Generasi ini harus dibangun baik akademiknya maupun fisiknya,” ujarnya.
Pemerintah berharap program MBG dapat membantu menciptakan generasi yang lebih sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan.
FAQ
Apakah Program MBG akan dihentikan?
Tidak. Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan dengan sejumlah evaluasi.
Apa itu Program MBG?
MBG adalah program Makan Bergizi Gratis untuk siswa sekolah guna mendukung kesehatan dan pemenuhan gizi anak.
Apakah kantin sekolah akan terlibat dalam MBG?
Ya. Pemerintah membuka peluang kantin sekolah menjadi penyedia makanan bergizi di bawah pengawasan BGN.
Mengapa Program MBG dievaluasi?
Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki distribusi dan mencegah masalah seperti keracunan makanan.
Siapa yang mengawasi pelaksanaan MBG?
Pelaksanaan Program MBG berada di bawah koordinasi dan supervisi Badan Gizi Nasional (BGN).









