Prabowo Pantau B50, Harga Biosolar di SPBU Pertamina Tetap Rp6.800 per Liter

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 01:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Presiden Prabowo Subianto terus memantau pelaksanaan program mandatori biodiesel B50. Program ini mencampurkan biodiesel berbasis sawit sebesar 50 persen ke dalam bahan bakar solar.

Pemantauan tersebut dilakukan setelah Prabowo bertemu Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon A. Mantiri di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Simon melaporkan perkembangan penerapan B50 kepada Presiden. Pertemuan itu juga membahas kesiapan infrastruktur untuk mendukung kebijakan energi berikutnya.

Pemerintah menilai B50 menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Kebijakan ini juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar.

Baca Juga :  Tegas! Prabowo Minta Praktik Tambang Ilegal Dihentikan Total

Harga Biosolar B50 di SPBU Pertamina

Untuk masyarakat, harga Biosolar B50 bersubsidi di SPBU Pertamina tercatat Rp6.800 per liter. Harga tersebut sama dengan harga Solar subsidi yang berlaku sebelumnya.

Pemerintah juga menyiapkan formula harga biodiesel secara berkala. Kementerian ESDM menyebut harga patokan biodiesel dapat diterbitkan setiap bulan berdasarkan formula yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Harga Indeks Pasar atau HIP FAME pada Agustus 2026 ditetapkan Rp14.924 per liter. Angka tersebut meningkat dari Rp14.562 per liter pada Juli 2026.

Kenaikan HIP FAME berkaitan dengan komponen harga CPO, nilai tukar rupiah, faktor konversi bahan baku, serta biaya pengangkutan. Pemerintah tetap menggunakan formula tersebut dalam menentukan harga biodiesel.

Baca Juga :  Program MBG Dievaluasi Besar-besaran, BGN Fokus Pengawasan SPPG dan Wilayah 3T

Dari sisi ekonomi, penerapan B50 diproyeksikan memberikan manfaat melalui peningkatan pemanfaatan minyak sawit domestik. Pemerintah juga memperkirakan kebijakan ini dapat membantu menghemat devisa dari pengurangan kebutuhan impor energi.

Selain B50, Prabowo meminta adanya penyederhanaan struktur perusahaan negara. Arahan tersebut mencakup pengurangan lapisan organisasi serta anak dan cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan sejumlah BUMN lainnya.

Dengan struktur yang lebih sederhana, pemerintah berharap pengambilan keputusan menjadi lebih cepat. Efisiensi dan produktivitas BUMN juga diharapkan meningkat seiring penerapan kebijakan tersebut. (Tim)

Berita Terkait

Indeks Bisnis-27 Naik Tipis, Saham BUMI hingga BRMS Jadi Penopang
Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik Rp20.000, Antam 1 Gram Capai Rp2,51 Juta
Harga BBM Pertamina Terbaru 12 Agustus 2026: Pertamax Turun, Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter
Jelang Pengumuman MSCI 13 Agustus, Investor Wajib Cermati 5 Hal Ini
Gagal Bayar Pinjol Harus Bagaimana? Ini Langkah Aman Hadapi Utang Pinjaman Online
Indonesia Confirms Subsidized Fuel Prices Will Not Rise Despite Global Oil Volatility
10 Kekurangan Starlink yang Perlu Diketahui Sebelum Berlangganan
Kurs Dolar Singapura ke Rupiah Hari Ini 11 Agustus 2026, S$1 Setara Rp13.920
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Indeks Bisnis-27 Naik Tipis, Saham BUMI hingga BRMS Jadi Penopang

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Harga BBM Pertamina Terbaru 12 Agustus 2026: Pertamax Turun, Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Jelang Pengumuman MSCI 13 Agustus, Investor Wajib Cermati 5 Hal Ini

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:10 WIB

Gagal Bayar Pinjol Harus Bagaimana? Ini Langkah Aman Hadapi Utang Pinjaman Online

Rabu, 12 Agustus 2026 - 01:11 WIB

Prabowo Pantau B50, Harga Biosolar di SPBU Pertamina Tetap Rp6.800 per Liter

Berita Terbaru

Oplus_131072

Kerinci

Bupati Kerinci Lega, Pusat Tambah Dana Transfer ke Daerah

Rabu, 12 Agu 2026 - 10:42 WIB