Pembelajaran Daring Dibatalkan Pemerintah, Sekolah Tatap Muka Tetap Jalan Meski Isu Krisis Energi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta – Pemerintah resmi membatalkan rencana penerapan pembelajaran daring bagi siswa di seluruh Indonesia. Kebijakan ini sebelumnya sempat mengemuka sebagai langkah antisipasi potensi krisis energi akibat memanasnya situasi geopolitik global, khususnya terkait Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara tatap muka atau luring. Keputusan ini diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi lintas kementerian, termasuk sektor pendidikan dan keagamaan.

Menurut Pratikno, kualitas pendidikan menjadi prioritas utama yang tidak boleh terganggu oleh kondisi eksternal. Ia menilai bahwa pembelajaran daring berisiko menimbulkan learning loss jika diterapkan tanpa urgensi yang jelas.

Baca Juga :  PU Teken Kontrak Pembangunan 152 Dapur MBG Rp 1,23 T, Jambi Masuk Daftar Prioritas

“Pembelajaran bagi siswa tetap diutamakan secara luring. Saat ini tidak ada kebutuhan mendesak untuk beralih ke sistem daring,” ujar Pratikno dalam keterangannya.

Sebelumnya, pemerintah sempat mempertimbangkan skema pembelajaran hybrid, yakni kombinasi antara daring dan tatap muka. Opsi tersebut muncul sebagai bagian dari mitigasi jika terjadi gangguan energi akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Namun demikian, pemerintah memastikan kondisi saat ini masih terkendali sehingga aktivitas pendidikan tetap berjalan normal. Kebijakan ini sekaligus memberikan kepastian bagi sekolah, guru, dan orang tua terkait sistem pembelajaran.

Baca Juga :  Sertifikasi Online Gratis 2026 yang Diakui dan Berguna untuk Kerja

Presiden Prabowo Subianto juga disebut memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi fokus utama dalam agenda pembangunan nasional.

Sejumlah program strategis seperti revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, hingga Sekolah Unggul Garuda terus didorong untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia secara merata.

Dengan keputusan ini, pemerintah berharap proses belajar mengajar tetap optimal dan stabil, sekaligus menjaga kualitas pendidikan nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang. (*/Tim)

Berita Terkait

MPR Minta Maaf soal Polemik LCC 4 Pilar 2026, Juri dan MC Resmi Dinonaktifkan
Viral Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar 2026 Disorot, MPR Akui Ada Kelalaian
Nasib Guru Honorer 2026, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Guru Non-ASN Tetap Mengajar hingga Akhir Tahun
Beasiswa SCG 2026 Dibuka, Siswa SMA hingga Mahasiswa Bisa Dapat Dana Pendidikan Rp 8 Juta
Cara Belajar Data Science dari Nol untuk Pemula 2026
7 Tablet Murah Terbaik untuk Pelajar 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
29 Sekolah Kedinasan Tanpa UTBK 2026, Peluang Lulus Jadi CPNS Terbuka
Isu Guru Non-ASN Dilarang Mengajar 2027? Ini Klarifikasi Resmi Pemerintah
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:00 WIB

MPR Minta Maaf soal Polemik LCC 4 Pilar 2026, Juri dan MC Resmi Dinonaktifkan

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:00 WIB

Viral Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar 2026 Disorot, MPR Akui Ada Kelalaian

Senin, 11 Mei 2026 - 01:00 WIB

Nasib Guru Honorer 2026, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Guru Non-ASN Tetap Mengajar hingga Akhir Tahun

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:00 WIB

Beasiswa SCG 2026 Dibuka, Siswa SMA hingga Mahasiswa Bisa Dapat Dana Pendidikan Rp 8 Juta

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:00 WIB

Cara Belajar Data Science dari Nol untuk Pemula 2026

Berita Terbaru