EKONOMI-Pemerintah mulai menyiapkan marketplace nasional berbasis UMKM melalui integrasi platform Sapa UMKM dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk lewat layanan PaDi UMKM.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas banyaknya keluhan pelaku usaha kecil terkait tingginya biaya layanan di platform e-commerce saat ini.
Marketplace Nasional Sedang Dikembangkan
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengatakan pemerintah saat ini tengah mengembangkan marketplace khusus UMKM yang nantinya terintegrasi dengan berbagai layanan usaha.
Platform tersebut akan menghubungkan:
- nomor induk berusaha (NIB)
- sertifikasi halal
- pembiayaan
- pelatihan
- pemasaran produk UMKM
“Insyaallah melalui Sapa UMKM dan PaDi UMKM akan menjadi cikal bakal terbangunnya marketplace dalam negeri kita di Indonesia,” ujar Maman.
PaDi UMKM Jadi Fondasi Marketplace Baru
Saat ini PaDi UMKM masih digunakan untuk kebutuhan pengadaan barang dan jasa BUMN. Namun, pemerintah berencana memperluas aksesnya agar dapat digunakan lebih luas oleh pelaku UMKM nasional.
Pengembangan marketplace ini melibatkan:
- Kementerian UMKM
- Kementerian PPN/Bappenas
- Danantara Indonesia
- Telkom Indonesia
Pemerintah juga berencana memberikan:
- diskon biaya layanan 50 persen
- onboarding UMKM nasional
- integrasi data lintas kementerian
Shopee dan TikTok Shop Masih Dominasi Pasar
Berdasarkan data Momentum Works, nilai transaksi e-commerce Indonesia pada 2025 mencapai sekitar US$57,2 miliar.
Saat ini pasar e-commerce nasional masih didominasi oleh:
- Shopee sekitar 54 persen pangsa pasar
- Tokopedia dan TikTok Shop gabungan sekitar 38 persen
- Lazada sekitar 6 persen
- Blibli sekitar 3 persen
Pemerintah berharap marketplace lokal dapat menjadi alternatif bagi pelaku UMKM yang mengeluhkan tingginya biaya layanan platform swasta.
Industri E-Commerce Ingatkan Tantangan Besar
Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) mengingatkan bahwa membangun marketplace tidak sekadar membuat aplikasi.
Ekosistem e-commerce membutuhkan:
- investasi besar
- sistem logistik
- pembayaran digital
- keamanan data
- perlindungan konsumen
- teknologi
- traffic pengguna
- kepercayaan pasar
Sekjen idEA, Budi Primawan, mengatakan keberhasilan platform digital juga ditentukan oleh pengalaman pengguna dan inovasi berkelanjutan.
Ekonom Ingatkan Risiko Distorsi Pasar
Sejumlah ekonom menilai pemerintah perlu berhati-hati jika sekaligus menjadi regulator dan pemain di industri e-commerce.
Peneliti Indef, Izzudin Al Farras Adha, menilai kondisi tersebut berpotensi memicu:
- distorsi pasar
- regulatory capture
- persaingan tidak sehat
Selain itu, ekonom CELIOS Nailul Huda mengingatkan pemerintah pernah memiliki platform perdagangan digital Blanja.com yang akhirnya gagal bersaing di pasar.
Menurutnya, industri e-commerce berkembang sangat cepat dan membutuhkan:
- inovasi teknologi
- modal besar
- efisiensi operasional
- adaptasi terhadap tren konsumen
Persaingan E-Commerce Diprediksi Makin Ketat
Ke depan, pola perdagangan digital diperkirakan semakin hybrid.
Pelaku UMKM kini tidak hanya mengandalkan marketplace, tetapi juga:
- social commerce
- live shopping
- website pribadi
- chat commerce
- toko offline
Karena itu, sejumlah pihak menilai kolaborasi antar ekosistem digital akan lebih penting dibanding sekadar menciptakan pesaing baru di industri marketplace.









