Pemerintah Siapkan Marketplace UMKM Nasional, Shopee dan TikTok Shop Terancam?

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Pemerintah mulai menyiapkan marketplace nasional berbasis UMKM melalui integrasi platform Sapa UMKM dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk lewat layanan PaDi UMKM.

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas banyaknya keluhan pelaku usaha kecil terkait tingginya biaya layanan di platform e-commerce saat ini.

Marketplace Nasional Sedang Dikembangkan

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengatakan pemerintah saat ini tengah mengembangkan marketplace khusus UMKM yang nantinya terintegrasi dengan berbagai layanan usaha.

Platform tersebut akan menghubungkan:

  • nomor induk berusaha (NIB)
  • sertifikasi halal
  • pembiayaan
  • pelatihan
  • pemasaran produk UMKM

“Insyaallah melalui Sapa UMKM dan PaDi UMKM akan menjadi cikal bakal terbangunnya marketplace dalam negeri kita di Indonesia,” ujar Maman.

PaDi UMKM Jadi Fondasi Marketplace Baru

Saat ini PaDi UMKM masih digunakan untuk kebutuhan pengadaan barang dan jasa BUMN. Namun, pemerintah berencana memperluas aksesnya agar dapat digunakan lebih luas oleh pelaku UMKM nasional.

Pengembangan marketplace ini melibatkan:

  • Kementerian UMKM
  • Kementerian PPN/Bappenas
  • Danantara Indonesia
  • Telkom Indonesia
Baca Juga :  BGN Ubah Skema Insentif SPPG, dari Rp6 Juta Jadi Rp2.000 per Porsi

Pemerintah juga berencana memberikan:

  • diskon biaya layanan 50 persen
  • onboarding UMKM nasional
  • integrasi data lintas kementerian

Shopee dan TikTok Shop Masih Dominasi Pasar

Berdasarkan data Momentum Works, nilai transaksi e-commerce Indonesia pada 2025 mencapai sekitar US$57,2 miliar.

Saat ini pasar e-commerce nasional masih didominasi oleh:

  • Shopee sekitar 54 persen pangsa pasar
  • Tokopedia dan TikTok Shop gabungan sekitar 38 persen
  • Lazada sekitar 6 persen
  • Blibli sekitar 3 persen

Pemerintah berharap marketplace lokal dapat menjadi alternatif bagi pelaku UMKM yang mengeluhkan tingginya biaya layanan platform swasta.

Industri E-Commerce Ingatkan Tantangan Besar

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) mengingatkan bahwa membangun marketplace tidak sekadar membuat aplikasi.

Ekosistem e-commerce membutuhkan:

  • investasi besar
  • sistem logistik
  • pembayaran digital
  • keamanan data
  • perlindungan konsumen
  • teknologi
  • traffic pengguna
  • kepercayaan pasar

Sekjen idEA, Budi Primawan, mengatakan keberhasilan platform digital juga ditentukan oleh pengalaman pengguna dan inovasi berkelanjutan.

Baca Juga :  Belanja Lebih Hemat! Ini Cara Klaim Voucher Shopee Terbaru

Ekonom Ingatkan Risiko Distorsi Pasar

Sejumlah ekonom menilai pemerintah perlu berhati-hati jika sekaligus menjadi regulator dan pemain di industri e-commerce.

Peneliti Indef, Izzudin Al Farras Adha, menilai kondisi tersebut berpotensi memicu:

  • distorsi pasar
  • regulatory capture
  • persaingan tidak sehat

Selain itu, ekonom CELIOS Nailul Huda mengingatkan pemerintah pernah memiliki platform perdagangan digital Blanja.com yang akhirnya gagal bersaing di pasar.

Menurutnya, industri e-commerce berkembang sangat cepat dan membutuhkan:

  • inovasi teknologi
  • modal besar
  • efisiensi operasional
  • adaptasi terhadap tren konsumen

Persaingan E-Commerce Diprediksi Makin Ketat

Ke depan, pola perdagangan digital diperkirakan semakin hybrid.

Pelaku UMKM kini tidak hanya mengandalkan marketplace, tetapi juga:

  • social commerce
  • live shopping
  • website pribadi
  • chat commerce
  • toko offline

Karena itu, sejumlah pihak menilai kolaborasi antar ekosistem digital akan lebih penting dibanding sekadar menciptakan pesaing baru di industri marketplace.

Berita Terkait

Harga Asuransi Mobil 2026: Cara Menghitung Premi dan Mendapatkan Perlindungan Lebih Murah
BI Rate 5,75 Persen, Cadangan Devisa Indonesia Tembus US$146,32 Miliar per September 2026
Dow Jones Tembus 51.999, Wall Street Menguat 0,73%, Bagaimana Nasib IHSG dan Rupiah?
ASX 200 Today: Australian Shares Slip as BHP and Rio Tinto Sink Nearly 5%
Low Tuck Kwong Borong 100 Juta Saham BYAN Senilai Rp1,12 Triliun, Kepemilikan Naik Jadi 10,25%
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$459,3 Miliar pada Agustus 2026, Ini Penjelasan BI
Telkomsel Bagi-Bagi 151 Hadiah Mobil dan Motor, Ini Cara Ikut Undiannya
Pertamina Tambah 57,9 Juta Liter BBM ke Bali, 60 SPBU Disiapkan Buka 24 Jam
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Harga Asuransi Mobil 2026: Cara Menghitung Premi dan Mendapatkan Perlindungan Lebih Murah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:00 WIB

BI Rate 5,75 Persen, Cadangan Devisa Indonesia Tembus US$146,32 Miliar per September 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:02 WIB

Dow Jones Tembus 51.999, Wall Street Menguat 0,73%, Bagaimana Nasib IHSG dan Rupiah?

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:54 WIB

ASX 200 Today: Australian Shares Slip as BHP and Rio Tinto Sink Nearly 5%

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Low Tuck Kwong Borong 100 Juta Saham BYAN Senilai Rp1,12 Triliun, Kepemilikan Naik Jadi 10,25%

Berita Terbaru