SUNGAIPENUH- Sebuah mobil odong-odong yang berangkat dari wilayah Sungai Penuh mengalami kecelakaan tragis di KM 32 jalur puncak menuju Pesisir Selatan pada Sabtu (06/12). Insiden ini menewaskan sang sopir, sementara proses evakuasi terhadap penumpang lainnya masih berlangsung di lokasi kejadian.
Informasi awal yang dihimpun dari anggota piket di Pos TNKS menyebutkan bahwa kendaraan tersebut jatuh ke jurang setelah diduga kehilangan kendali saat melintas di tikungan tajam kawasan tersebut. Kondisi jalan yang licin akibat cuaca serta kontur jalur yang curam diduga turut memperburuk situasi sebelum mobil tergelincir.
Petugas piket Pos TNKS yang pertama kali menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan. Namun, upaya koordinasi tidak mudah dilakukan lantaran kawasan KM 32 merupakan zona tanpa jaringan telekomunikasi, sehingga komunikasi dengan tim pendukung di luar area berlangsung sangat terbatas.
“Rekan-rekan di lapangan masih melakukan evakuasi. Komunikasi terhambat karena di lokasi tidak ada sinyal,” ujar salah satu petugas dalam laporan singkat yang berhasil disampaikan dari titik terdekat yang memiliki jaringan.
Hingga saat ini, proses evakuasi gabungan dari petugas TNKS, aparat desa, hingga masyarakat sekitar masih terus dilakukan. Mereka berupaya memastikan seluruh penumpang ditemukan dan tidak ada korban lain yang tertinggal di sekitar lokasi jatuhnya kendaraan.
Identitas sopir yang meninggal dunia masih dalam proses pendataan bersama jumlah pasti penumpang odong-odong tersebut. Petugas menyebutkan bahwa data lengkap baru akan dikonfirmasi setelah seluruh tim kembali dari lapangan dan komunikasi stabil dapat dilakukan.
Warga sekitar jalur puncak menyebut KM 32 memang dikenal sebagai kawasan rawan kecelakaan, terutama saat musim hujan ketika permukaan jalan menjadi licin dan jarak pandang menurun. Tidak sedikit pengendara yang memilih melambat atau berhenti sejenak ketika melintas pada malam hari.
Petugas mengimbau masyarakat yang melintas di jalur tersebut agar meningkatkan kehati-hatian, memeriksa kondisi kendaraan, dan menghindari perjalanan pada cuaca buruk. Proses evakuasi masih terus berlanjut dan perkembangan terbaru akan disampaikan setelah seluruh data selesai diverifikasi. (***)









