Menjelang Pengukuhan Ninik Mamak Baru, Dusun Empih Hidupkan Kembali Semangat Adat dan Gotong Royong

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH — Suasana Dusun Empih, Desa Sumur Anyir, Kecamatan Sungai Bungkal, berubah lebih hidup pada akhir pekan ini. Menjelang pengukuhan Ninik Mamak baru Datuk Singarapi, anak jantan dan anak batino turun bersama menggelar gotong royong—sebuah tradisi lama yang kembali menggeliat setelah lama meredup.

Sejak pagi, halaman dan sudut kampung dipenuhi aktivitas. Anak batino mengiringi kerja bersama itu dengan Sike Layamule, ritme tradisional yang menyalakan semangat kolektif. Denting, hentakan, dan vokal khas yang mereka lantunkan seolah menjadi pengingat bahwa adat tidak hanya dipahami, tetapi juga dihidupi.

Gotong royong yang berlangsung jelang Lek Naghui Singapai, sebuah upacara adat untuk pengukuhan Ninik Mamak, bukan sekadar persiapan fisik. Ia menjadi momen untuk merawat kembali nilai kebersamaan yang perlahan terkikis zaman.

Baca Juga :  Ribuan Warga Sungai Penuh Ikuti Salat Id di Lapangan Merdeka Bersama Wali Kota

“Budaya gotong royong ini warisan nenek moyang. Kalau tidak dijaga, hilang. Hari ini kita hidupkan lagi,” ujar Depati Devanan Munir di akun facebooknya.

Pada 30 November mendatang, masyarakat adat Singapai akan mengukuhkan Devanan Munir sebagai Ninik Mamak Datuk Singarapi. Sosok Devanan bukan nama baru di kalangan publik Kerinci–Sungai Penuh. Ia dikenal luas sebagai jurnalis senior Jambi Independent serta General Manager Radar Sarko dan Radar Kerinci (Jawa Pos Group). Devanan juga dikenal dekat dengan mantan Wakil Presiden Yusuf Kalla dan keluarga. Kedekatan itu karena Devanan pernah menjadi tim media SBY – JK di Pilpres lalu.

Baca Juga :  Ajwa Tour Buka Program Kemitraan Baru di Seluruh Indonesia, Janjikan Penghasilan dan Kesempatan Umrah Gratis

Pengukuhan ini menjadi penanda bahwa tokoh yang lama berkecimpung dalam dunia media itu kini kembali ke akar adatnya, mengambil peran sebagai pemimpin kultural bagi anak jantan dan anak batino di dusunnya.

Gotong royong hari ini menjadi simbol: ketika adat dipanggil, anak negeri pulang. Dan Dusun Empih kembali menemukan denyut lamanya—irama kerja, irama kebersamaan, irama yang disambut dengan Sike Layamule yang tak pernah benar-benar padam.(fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

Dari Kantor ke Ladang, Azhar Hamzah Ikut Panen Jagung
Wawako Azhar Turun Langsung, Cek Progres Gedung Merah Putih di Sungai Penuh
Sungai Penuh Raih Penghargaan Nasional, Program 3S Jadi Kunci Turunkan Stunting
Imigrasi Kerinci Bongkar Cara Mudah Urus Paspor, Ini Panduan Lengkapnya
Suasana Hangat Halal Bihalal Alumni Ajwa Tour, Ini Pesan Wali Kota Alfin
Era Digital! Sungai Penuh Luncurkan e-Media untuk Transparansi Publik
Pasca Penataan, Wali Kota Alfin Pantau Langsung Aktivitas Pasar Tanjung Bajure
138 Siswa Ikuti Seleksi Paskibraka Kerinci 2026
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:08 WIB

Dari Kantor ke Ladang, Azhar Hamzah Ikut Panen Jagung

Rabu, 15 April 2026 - 08:00 WIB

Wawako Azhar Turun Langsung, Cek Progres Gedung Merah Putih di Sungai Penuh

Rabu, 15 April 2026 - 06:00 WIB

Sungai Penuh Raih Penghargaan Nasional, Program 3S Jadi Kunci Turunkan Stunting

Rabu, 15 April 2026 - 04:08 WIB

Imigrasi Kerinci Bongkar Cara Mudah Urus Paspor, Ini Panduan Lengkapnya

Minggu, 12 April 2026 - 22:00 WIB

Suasana Hangat Halal Bihalal Alumni Ajwa Tour, Ini Pesan Wali Kota Alfin

Berita Terbaru

Daerah

Dari Kantor ke Ladang, Azhar Hamzah Ikut Panen Jagung

Rabu, 15 Apr 2026 - 10:08 WIB