Jakarta-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional resmi dihentikan sementara selama periode libur Lebaran 2026. Kebijakan ini diambil untuk menyesuaikan aktivitas masyarakat yang cenderung menurun selama masa mudik dan libur panjang Idulfitri.
Penghentian sementara ini dimulai setelah penyaluran terakhir kepada anak sekolah pada Jumat, 13 Maret 2026. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut keputusan tersebut telah mempertimbangkan kalender akademik dan kondisi lapangan.
Meski dihentikan untuk pelajar, distribusi MBG kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan lansia tetap dilakukan hingga menjelang libur penuh. Hal ini bertujuan untuk menjaga kecukupan gizi mereka selama periode Lebaran.
Pemerintah memastikan bahwa penghentian sementara ini tidak akan berdampak signifikan terhadap kualitas pemenuhan gizi masyarakat. Sebab, sebagian besar penerima manfaat utama memang sedang tidak beraktivitas seperti biasa.
Setelah masa libur selesai, program MBG dijadwalkan kembali beroperasi normal pada 31 Maret 2026. Seluruh tim operasional akan kembali bekerja untuk melanjutkan distribusi makanan bergizi ke berbagai wilayah di Indonesia.
Selain menyesuaikan jadwal masyarakat, kebijakan ini juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi anggaran negara. Selama program tidak berjalan, terjadi penghematan dalam jumlah yang cukup besar.
Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa total anggaran yang berhasil dihemat mencapai sekitar Rp5 triliun. Dana tersebut tetap tersimpan dalam kas negara dan menjadi bagian dari pengelolaan anggaran yang lebih efisien.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap program MBG dapat terus berjalan secara optimal dan berkelanjutan setelah libur Lebaran. Program ini tetap menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. (*/Tim)









