MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Bobi Nasution, menyampaikan bahwa tantangan utama penanganan bencana saat ini masih berkisar pada akses transportasi yang terputus, listrik padam, serta jaringan komunikasi yang tidak berfungsi.
Kondisi ini membuat informasi tentang kebutuhan warga di sejumlah wilayah terisolir sulit dijangkau, bahkan oleh tim TNI maupun aparat kecamatan yang sudah berada di lapangan.
Bobi menjelaskan bahwa pemerintah hari ini memfokuskan upaya pada penyisiran 10 titik yang dinilai paling terisolir.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan logistik tetap dapat dikirim meski situasi di lapangan masih sangat terbatas.
Hingga kini, jalur darat belum dapat dilalui karena kerusakan infrastruktur yang cukup parah.
Di sisi lain, opsi pendaratan helikopter juga tidak memungkinkan akibat medan yang tidak aman. Pemerintah pun memilih cara paling memungkinkan—menjatuhkan bantuan melalui udara.
Sejumlah wilayah seperti Tukka dan Lumut sudah mulai menerima pasokan bantuan. Namun, masih banyak daerah lain di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang menunggu distribusi logistik.
Di tengah kondisi yang serba terbatas, Bobi menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bergerak dan memastikan seluruh warga mendapatkan bantuan.
“Bantuan harus sampai. Tidak boleh ada satu pun warga yang tertinggal,” ujarnya.(***)









