Jakarta-Nilai tukar Riyal Saudi (SAR) terhadap Rupiah Indonesia (IDR) kembali menjadi perhatian masyarakat. Berdasarkan nilai tukar tengah (mid-market exchange rate) yang ditampilkan layanan konversi mata uang Wise pada Kamis (6/8/2026), 1 Riyal Saudi setara sekitar Rp4.766. Nilai tersebut menjadi acuan penting bagi masyarakat yang akan berangkat umrah dan haji, pekerja migran Indonesia di Arab Saudi, hingga pelaku usaha yang memiliki transaksi internasional.
Kurs Riyal Saudi memiliki peran strategis karena Arab Saudi merupakan salah satu negara tujuan utama ibadah umrah dan haji bagi masyarakat Indonesia. Setiap perubahan nilai tukar akan memengaruhi biaya penukaran uang, anggaran perjalanan, hingga kebutuhan belanja selama berada di Tanah Suci. Perubahan puluhan rupiah saja dapat berdampak signifikan apabila kebutuhan penukaran mencapai ribuan riyal.
Selain jemaah, jutaan pekerja migran Indonesia di Arab Saudi juga memantau perkembangan kurs setiap hari. Nilai tukar yang lebih tinggi dapat meningkatkan nilai remitansi atau kiriman uang kepada keluarga di Indonesia. Sebaliknya, ketika rupiah menguat terhadap riyal, biaya penukaran bagi masyarakat yang hendak bepergian ke Arab Saudi menjadi lebih ringan.
Pergerakan kurs SAR tidak terlepas dari kondisi ekonomi global. Riyal Saudi dipatok terhadap dolar Amerika Serikat sehingga perubahan nilai dolar, kebijakan suku bunga bank sentral, inflasi global, hingga sentimen pasar keuangan internasional ikut memengaruhi nilai tukarnya terhadap rupiah. Faktor-faktor tersebut membuat kurs valuta asing bergerak dinamis setiap hari.
Meski nilai tukar tengah berada di kisaran Rp4.766 per SAR, masyarakat perlu memahami bahwa kurs transaksi di bank dan money changer biasanya berbeda. Penyedia jasa penukaran valuta asing menerapkan kurs beli dan kurs jual yang sudah memperhitungkan margin layanan. Karena itu, hasil penukaran yang diterima nasabah dapat sedikit lebih rendah atau lebih tinggi dibandingkan kurs tengah.
Bagi pelaku bisnis, terutama importir dan eksportir yang memiliki hubungan dagang dengan Arab Saudi, fluktuasi kurs menjadi faktor penting dalam menghitung biaya transaksi. Banyak perusahaan memanfaatkan strategi lindung nilai atau melakukan pembelian valuta asing secara bertahap untuk mengurangi risiko perubahan kurs yang tajam.
Pengamat ekonomi memperkirakan volatilitas mata uang global masih akan berlangsung seiring perkembangan ekonomi dunia dan arah kebijakan moneter berbagai negara. Oleh sebab itu, masyarakat disarankan memantau perkembangan kurs secara berkala sebelum melakukan transaksi dalam jumlah besar, baik untuk kebutuhan perjalanan, investasi, maupun perdagangan internasional.
Dengan nilai tukar yang terus berubah setiap hari, membandingkan kurs di beberapa bank dan penyedia layanan penukaran valuta asing menjadi langkah yang bijak. Cara tersebut dapat membantu memperoleh nilai tukar yang lebih kompetitif sekaligus menghemat biaya transaksi, terutama bagi calon jemaah umrah, pekerja migran, dan pelaku usaha.
FAQ
Berapa kurs 1 Riyal Saudi ke Rupiah hari ini?
Berdasarkan nilai tukar tengah yang ditampilkan Wise, 1 SAR setara sekitar Rp4.766.
Apakah kurs tersebut sama dengan kurs di bank?
Tidak. Nilai tersebut adalah kurs tengah pasar (mid-market rate). Bank dan money changer memiliki kurs beli dan kurs jual yang berbeda.
Mengapa kurs Riyal Saudi berubah setiap hari?
Karena dipengaruhi pergerakan dolar AS, kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga, serta permintaan dan penawaran valuta asing.
Siapa yang paling terdampak oleh perubahan kurs SAR?
Calon jemaah umrah dan haji, pekerja migran Indonesia di Arab Saudi, investor, importir, eksportir, dan pelaku bisnis internasional.
Apakah sekarang waktu yang tepat menukar Riyal Saudi?
Keputusan terbaik bergantung pada kebutuhan dan pergerakan kurs. Sebaiknya bandingkan kurs beberapa bank atau money changer sebelum bertransaksi. (Tim)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









