Rekening Dolar RI Meledak 58,2%, Ini Alasan Orang Kaya Mulai Simpan USD

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Simpanan dolar Amerika Serikat semakin menarik perhatian masyarakat Indonesia di tengah tekanan nilai tukar rupiah. Data terbaru menunjukkan jumlah rekening dolar tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan rekening rupiah.

Data distribusi rekening simpanan Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS mencatat terdapat 8.918.054 rekening dalam dolar AS per Mei 2026. Jumlah tersebut meningkat 58,2 persen secara tahunan.

Pertumbuhan itu jauh melampaui rekening simpanan rupiah. Rekening rupiah tercatat sebanyak 673.138.861 rekening atau sekitar 98,7 persen dari keseluruhan rekening simpanan masyarakat.

Sementara itu, rekening dolar menyumbang sekitar 1,3 persen dari total rekening simpanan. Meski porsinya lebih kecil, pertumbuhan rekening dolar menunjukkan perubahan perhatian sebagian masyarakat terhadap aset valuta asing.

Mengapa Orang Kaya Mulai Menyimpan Dolar?

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan peningkatan rekening dolar terutama berasal dari kelompok dengan nominal simpanan lebih dari Rp5 miliar.

Artinya, pertumbuhan tersebut banyak terjadi pada rekening dengan nilai simpanan besar. Fenomena ini menjadi perhatian karena terjadi ketika rupiah menghadapi tekanan terhadap dolar AS.

Dolar AS sering digunakan sebagai bagian dari diversifikasi aset. Pemilik dana besar dapat menyimpan sebagian kekayaannya dalam valuta asing untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu mata uang.

Namun, menyimpan dolar bukan berarti selalu menghasilkan keuntungan. Nilai investasi atau simpanan dalam rupiah tetap bergantung pada perubahan kurs USD terhadap rupiah.

Rekening Dolar Naik 58,2 Persen

Kenaikan 58,2 persen pada rekening dolar menjadi salah satu angka penting dalam perkembangan simpanan masyarakat.

Jika dibandingkan dengan pertumbuhan rekening rupiah sebesar 8,4 persen, perbedaannya cukup besar. Kondisi tersebut menunjukkan pertumbuhan rekening valuta asing berlangsung jauh lebih cepat.

Selain jumlah rekening, nilai simpanan valuta asing juga mengalami pertumbuhan. Data LPS menunjukkan nominal simpanan valas mencapai sekitar Rp1.714,76 triliun pada Mei 2026.

Nominal tersebut tumbuh 18,7 persen secara tahunan. Porsi simpanan valas mencapai sekitar 16,6 persen dari total nominal simpanan masyarakat.

Baca Juga :  Kurs Riyal Saudi Hari Ini Rp4.766 per SAR, Momentum Tepat Tukar Uang untuk Umrah, Haji, dan Investasi Valas?

Sebaliknya, nominal simpanan rupiah mencapai sekitar Rp8.615,16 triliun. Nilainya tumbuh 12,4 persen secara tahunan dan masih menjadi mayoritas simpanan masyarakat.

Apakah Kenaikan Ini karena DHE?

Kebijakan Devisa Hasil Ekspor atau DHE juga menjadi perhatian dalam perkembangan simpanan dolar.

Pemerintah menetapkan aturan baru melalui PP Nomor 21 Tahun 2026. Kebijakan tersebut mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026 dan mengatur penempatan DHE sumber daya alam sebesar 100 persen pada bank Himbara.

Namun, Anggito mengatakan kenaikan rekening dolar hingga Mei belum disebabkan oleh kebijakan baru tersebut.

Menurut dia, dana eksportir dari implementasi aturan DHE baru efektif masuk pada September 2026. Karena itu, perkembangan rekening dolar pada periode berikutnya masih menarik untuk dipantau.

Sebelumnya, Ketua Umum Perbanas Hery Gunardi menyampaikan bahwa penerapan ketentuan DHE ikut mendorong peningkatan dana dolar yang masuk ke bank Himbara.

Perbedaan penjelasan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan rekening dolar memiliki beberapa faktor. Salah satunya adalah meningkatnya penempatan dana valuta asing oleh pemilik dana besar.

Rupiah Berada di Bawah Tekanan

Pergerakan kurs juga menjadi faktor penting dalam keputusan menyimpan dolar. Pada perdagangan Jumat, 18 September 2026, rupiah ditutup sekitar Rp17.730 per dolar AS berdasarkan data yang dikutip dalam laporan tersebut.

Rupiah tercatat menguat tipis pada perdagangan harian. Namun, secara mingguan rupiah masih mengalami pelemahan sekitar 0,82 persen.

Pergerakan tersebut membuat kurs USD/IDR menjadi salah satu indikator yang banyak diperhatikan investor, pelaku usaha, eksportir, importir, dan masyarakat yang memiliki kebutuhan dolar.

Bagi masyarakat yang memiliki kewajiban dalam dolar, seperti biaya pendidikan, perjalanan, bisnis, atau transaksi internasional, kepemilikan dolar juga dapat menjadi bagian dari pengelolaan kebutuhan valuta asing.

Apakah Menabung Dolar Menguntungkan?

Menabung dolar dapat memberikan keuntungan apabila nilai dolar menguat terhadap rupiah setelah seseorang membeli dolar. Namun, kondisi sebaliknya juga dapat terjadi.

Baca Juga :  Saham Konglomerat Kuasai Pergerakan IHSG Pekan Ini, BREN dan BNBR Jadi Motor Utama

Contohnya, seseorang membeli dolar ketika kurs berada pada level tertentu. Jika kemudian rupiah menguat, nilai dolar tersebut ketika dikonversikan kembali ke rupiah dapat menjadi lebih rendah.

Karena itu, keuntungan dari simpanan dolar tidak hanya ditentukan oleh jumlah dolar yang dimiliki. Kurs ketika membeli dan menjual kembali juga menjadi faktor penting.

Selain itu, masyarakat perlu memperhatikan biaya transaksi, spread kurs, biaya administrasi, serta ketentuan produk bank yang digunakan.

Dolar, Deposito Valas, atau Instrumen Investasi?

Masyarakat memiliki beberapa pilihan untuk mendapatkan eksposur terhadap dolar. Salah satunya adalah rekening valuta asing atau tabungan dolar.

Pilihan lain dapat berupa deposito valuta asing yang tersedia pada sejumlah bank. Produk tersebut memiliki karakteristik berbeda, termasuk bunga, jangka waktu, biaya, dan ketentuan pencairan.

Investor juga perlu membedakan antara menyimpan dolar dan melakukan investasi berbasis dolar. Keduanya memiliki tujuan, risiko, dan karakteristik yang berbeda.

Karena itu, sebelum membeli dolar, penting menentukan tujuan penggunaan dana. Dolar untuk kebutuhan transaksi dalam beberapa bulan tentu memiliki pertimbangan berbeda dengan dolar yang disimpan sebagai diversifikasi aset jangka panjang.

Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Dolar?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli dolar AS. Pertama, tentukan tujuan pembelian dan jangka waktu penyimpanan.

Kedua, perhatikan kurs beli dan kurs jual. Selisih antara kedua kurs tersebut dapat memengaruhi hasil ketika dolar kembali dikonversikan menjadi rupiah.

Ketiga, jangan hanya melihat pergerakan dolar dalam satu atau dua hari. Nilai tukar dapat berubah akibat kebijakan bank sentral, kondisi ekonomi global, arus modal, perdagangan internasional, serta sentimen pasar.

Keempat, pastikan produk simpanan atau investasi yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing.

Pertumbuhan rekening dolar menunjukkan bahwa valuta asing semakin diperhatikan oleh sebagian pemilik dana di Indonesia. Namun, keputusan menyimpan dolar tetap perlu mempertimbangkan tujuan keuangan dan risiko perubahan kurs. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Cara Beli Dolar untuk Investasi: Strategi, Modal, Risiko, dan Simulasi Keuntungan
IHSG Hari Ini 21 September 2026 Turun 0,23 Persen ke 6.426,24, Sempat Jatuh ke 6.388
Harga Emas Antam Hari Ini 21 September 2026 Turun Rp10.000, Cek Harga dan Buyback Lengkap
Freeport Investasikan Rp25 Triliun untuk Tambang Kucing Liar, Produksi Ditargetkan 2029
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 21 September 2026: Antam, UBS dan Galeri 24 Lengkap
Startup Business Loans 2026: Funding Options, Requirements and How to Apply
Limit KUR BRI 2026 Capai Rp500 Juta, Cek Syarat, Plafon dan Cara Pengajuannya
Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp57,23 Triliun hingga Agustus 2026, Ini Sumber Setorannya
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 15:00 WIB

Rekening Dolar RI Meledak 58,2%, Ini Alasan Orang Kaya Mulai Simpan USD

Senin, 21 September 2026 - 13:00 WIB

Cara Beli Dolar untuk Investasi: Strategi, Modal, Risiko, dan Simulasi Keuntungan

Senin, 21 September 2026 - 10:31 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 21 September 2026 Turun Rp10.000, Cek Harga dan Buyback Lengkap

Senin, 21 September 2026 - 10:00 WIB

Freeport Investasikan Rp25 Triliun untuk Tambang Kucing Liar, Produksi Ditargetkan 2029

Senin, 21 September 2026 - 09:53 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 21 September 2026: Antam, UBS dan Galeri 24 Lengkap

Berita Terbaru