Kurang Tidur Bisa Picu Diabetes hingga Penyakit Jantung, Kemenkes Ingatkan Risiko Fatal

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kebutuhan tidur setiap hari. Kurang tidur bukan hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius hingga kematian dini.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, mengatakan tidur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Saat seseorang tidur, tubuh melakukan proses pemulihan yang sangat penting bagi sistem organ.

Menurutnya, selama tidur otak memperkuat memori, membersihkan zat sisa beracun, serta menyeimbangkan hormon dan sistem kekebalan tubuh.

“Tidur berkualitas penting karena tubuh melakukan proses pemulihan penting saat seseorang beristirahat,” ujarnya dalam keterangan terkait peringatan World Sleep Day 2026.

Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Penyakit Berbahaya

Kementerian Kesehatan menjelaskan kekurangan tidur dapat memengaruhi kesehatan secara langsung. Dalam jangka pendek, kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat respons tubuh, serta mengganggu daya ingat.

Namun jika terjadi dalam jangka panjang, dampaknya bisa jauh lebih serius. Kurang tidur diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis seperti:

  1. Obesitas
  2. Hipertensi
  3. Diabetes tipe 2
  4. Penyakit jantung dan pembuluh darah
Baca Juga :  Memilih Asuransi Kesehatan Swasta: Premi Naik Diam-Diam, Ini Risiko Finansial yang Jarang Disadari

Selain itu, gangguan tidur juga berkaitan erat dengan masalah kesehatan mental, termasuk depresi, kecemasan, dan gangguan suasana hati.

Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan bahwa kurang tidur kronis dapat memperburuk kondisi gangguan mental yang sudah dialami seseorang.

Banyak Orang Tidak Mendapatkan Tidur Cukup

Kemenkes menilai masih banyak orang dewasa yang tidak memenuhi kebutuhan tidur yang dianjurkan. Padahal, orang dewasa idealnya tidur sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam.

Survei global yang dilakukan ResMed pada 2025 terhadap lebih dari 30 ribu responden di 13 negara menunjukkan banyak orang mengalami kualitas tidur yang buruk yang berdampak pada kesehatan serta produktivitas sehari-hari.

Penelitian lain pada kelompok usia di atas 50 tahun juga menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan meningkatnya risiko Mild Cognitive Impairment (MCI) atau gangguan kognitif ringan, kondisi tubuh yang semakin rentan, hingga peningkatan risiko kematian.

Baca Juga :  5 Gejala Penyakit Ginjal yang Sering Tak Disadari, Banyak Pasien Terdiagnosis Terlambat

Sebaliknya, kualitas tidur yang baik diketahui berkaitan dengan penurunan risiko kematian pada kelompok usia menengah hingga lanjut usia.

Cara Meningkatkan Kualitas Tidur

Untuk menjaga kualitas tidur, Kemenkes menyarankan beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat.

Di antaranya dengan menargetkan durasi tidur 7–9 jam setiap malam, menjaga jadwal tidur yang konsisten, serta membatasi penggunaan gadget setidaknya satu jam sebelum tidur.

Selain itu, masyarakat juga disarankan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, seperti mengurangi cahaya di kamar, menjaga suhu ruangan tetap sejuk, serta meminimalkan suara bising.

Kemenkes juga mengingatkan agar menghindari konsumsi kafein atau alkohol menjelang waktu tidur karena dapat mengganggu ritme tidur alami tubuh.

Jika seseorang mengalami gejala gangguan tidur seperti mendengkur keras, napas terengah saat tidur, atau rasa kantuk berlebihan pada siang hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. (tim/*)

Berita Terkait

Tak Harus ke RS, Pasien Gagal Ginjal Kini Bisa Cuci Darah Mandiri Lewat CAPD
Selama Ramadhan, Anak SD di Sungai Penuh Diberi “MBG” Telur Rebus Setiap Hari, Simak Manfaat dan Risikonya
Daftar Makanan Sehat untuk Jantung yang Wajib Dikonsumsi, Bisa Turunkan Kolesterol dan Tekanan Darah
Cara Menurunkan Kolesterol Secara Alami Tanpa Obat, Ini Penjelasan Lengkapnya
Waspada! Ini Gejala Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan, Nyeri Dada hingga Keringat Dingin
Pemerintah Batasi Medsos Anak, IDAI: Langkah Tepat Tekan Depresi & Cyberbullying
Kasus Campak di Indonesia Tembus 8.372, Menkes Ingatkan Bahaya Hoaks Vaksin
Waspada! Ini 5 Makanan yang Berpotensi Memicu Kanker
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 19:00 WIB

Kurang Tidur Bisa Picu Diabetes hingga Penyakit Jantung, Kemenkes Ingatkan Risiko Fatal

Senin, 16 Maret 2026 - 15:00 WIB

Tak Harus ke RS, Pasien Gagal Ginjal Kini Bisa Cuci Darah Mandiri Lewat CAPD

Senin, 16 Maret 2026 - 01:00 WIB

Selama Ramadhan, Anak SD di Sungai Penuh Diberi “MBG” Telur Rebus Setiap Hari, Simak Manfaat dan Risikonya

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:00 WIB

Daftar Makanan Sehat untuk Jantung yang Wajib Dikonsumsi, Bisa Turunkan Kolesterol dan Tekanan Darah

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:00 WIB

Cara Menurunkan Kolesterol Secara Alami Tanpa Obat, Ini Penjelasan Lengkapnya

Berita Terbaru

Tips Lindungi Akun WhatsApp dari Penipuan dan Peretasan

Teknologi

Agar WhatsApp Tidak Mudah Di-hack, Aktifkan Pengaturan Ini

Senin, 16 Mar 2026 - 18:00 WIB