SUNGAI PENUH – Selama Ramadhan, anak-anak SD di Sungai Penuh rutin menerima telur rebus setiap hari dari MGB. Telur menjadi favorit karena mudah diolah, bergizi, dan praktis dikonsumsi oleh anak-anak.
Ahli gizi menyebutkan, konsumsi telur bisa mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Protein tinggi dalam telur membantu pembentukan otot, kulit, dan organ tubuh, sementara kolin dan asam lemak omega-3 berperan penting untuk perkembangan otak dan fungsi saraf.
Selain itu, telur mengandung vitamin A, D, B12, riboflavin, serta mineral seperti selenium, zat besi, dan fosfor yang penting untuk menjaga kesehatan tulang, sistem kekebalan tubuh, dan energi anak agar tetap aktif. Kandungan lutein dan zeaxanthin juga membantu menjaga kesehatan mata.
Meski bernutrisi, orang tua perlu memperhatikan jumlah konsumsi. Anak sehat umumnya boleh makan 1–2 butir telur per hari. Jumlah ini dianggap aman asalkan kebutuhan gizi harian dari sayur, buah, biji-bijian, dan sumber protein lain tetap terpenuhi.
Konsumsi telur berlebihan bisa menimbulkan beberapa risiko, antara lain meningkatnya kadar kolesterol, gangguan jantung, alergi, gangguan pencernaan, dan kelebihan nutrisi tertentu seperti kolin atau selenium. Namun, risiko ini tergantung kondisi kesehatan masing-masing anak.
Agar tetap aman dan sehat, telur sebaiknya dimasak matang sempurna, terutama untuk anak kecil. Anak yang lebih besar bisa menikmati telur rebus, digoreng, atau dijadikan omelet dengan tambahan sayuran untuk meningkatkan kandungan gizi.
Orang tua dengan anak yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes tipe 2, hiperlipidemia, atau riwayat penyakit jantung, disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan telur setiap hari. Hal ini juga berlaku untuk anak dengan alergi telur.
Dengan konsumsi tepat dan pola makan seimbang, telur dapat menjadi sumber gizi penting selama Ramadhan, membantu pertumbuhan, menjaga kesehatan, dan memenuhi kebutuhan energi anak. (fyo)









