Wacana RSUD Mayjen H.A. Thalib Dipimpin Dokter Menguat, Ini Alasannya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Sungaipenuh – Wacana agar RSUD Mayjen H.A. Thalib kembali dipimpin oleh seorang dokter mencuat dan menjadi perbincangan di kalangan tenaga kesehatan serta masyarakat. Usulan ini dinilai relevan untuk memperkuat mutu layanan medis dan keselamatan pasien.

Sejumlah pihak menilai, kepemimpinan berlatar belakang medis penting karena rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang kompleks. Direktur yang berprofesi dokter dianggap memiliki pemahaman lebih mendalam terhadap kebutuhan klinis, alur pelayanan pasien, hingga standar prosedur operasional (SPO).

Selain itu, dokter dinilai lebih fokus pada aspek mutu layanan dan budaya keselamatan pasien. Pendekatan klinis yang kuat diyakini dapat memperkuat manajemen risiko medis, termasuk dalam penanganan insiden keselamatan pasien.

Baca Juga :  RS MHAT Sungai Penuh vs RSUD Kerinci, Siapa Lebih Unggul? Persaingan Layanan Kesehatan Makin Ketat Jelang 2027

Koordinasi tim klinis juga menjadi sorotan. Dengan latar belakang profesi serupa, dokter sebagai pimpinan dianggap lebih mudah membangun komunikasi efektif dengan dokter spesialis, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya, sehingga pelayanan menjadi lebih terintegrasi.

Dalam konteks akreditasi dan kepatuhan regulasi, pimpinan berlatar belakang medis disebut lebih memahami standar pelayanan, etika profesi, dan tata kelola klinis. Hal ini dinilai dapat mendukung peningkatan kualitas rumah sakit secara berkelanjutan.

Contoh keberhasilan rumah sakit yang dipimpin dokter kerap dijadikan rujukan. Salah satunya RSUD dr. Iskak Tulungagung, yang di bawah kepemimpinan dr. Supriyanto mencatatkan berbagai capaian dan pengakuan di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Medicare 2027 Changes: Premiums, Drug Costs and Open Enrollment Deadlines Explained

Meski demikian, terdapat pula pandangan berbeda. Beberapa kalangan menilai direktur RSUD—terutama yang telah berstatus BLUD—tidak mutlak harus dokter. Profesional non-medis dengan kompetensi manajerial kuat dinilai tetap dapat memimpin, asalkan didukung jajaran klinis yang solid.

Pengamat kesehatan menekankan, yang terpenting adalah kombinasi kompetensi. Direktur RSUD idealnya memiliki pemahaman klinis sekaligus kemampuan manajemen, misalnya melalui pendidikan MARS (Magister Administrasi Rumah Sakit), agar mampu menyeimbangkan orientasi pelayanan publik dan efisiensi operasional. (***)

Berita Terkait

Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan, Kenali Sebelum Terlambat
Medicare 2027 Changes: Premiums, Drug Costs and Open Enrollment Deadlines Explained
Asap Karhutla Ancam Kecerdasan Anak, Dokter Ungkap Risiko Gangguan Otak hingga Trauma
BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya
Biaya Operasi Bypass Jantung Naik 67 Persen
Cara Cek Saldo JHT Lewat JMO Terbaru 2026, Ini Fitur Klaim dan Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan
Galaxy Watch9 Dibekali Fitur Pemantauan Tidur dan Kebugaran, Ini Harganya
BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Rp20 Triliun, Kapan Cair dan Apa Dampaknya?
Berita ini 153 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan, Kenali Sebelum Terlambat

Senin, 19 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Medicare 2027 Changes: Premiums, Drug Costs and Open Enrollment Deadlines Explained

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Asap Karhutla Ancam Kecerdasan Anak, Dokter Ungkap Risiko Gangguan Otak hingga Trauma

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:00 WIB

BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Biaya Operasi Bypass Jantung Naik 67 Persen

Berita Terbaru