5 Gejala Penyakit Ginjal yang Sering Tak Disadari, Banyak Pasien Terdiagnosis Terlambat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH-Penyakit ginjal menjadi salah satu gangguan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius karena dapat berdampak fatal bila tidak terdeteksi sejak dini. Ginjal berperan penting menyaring limbah dan racun dalam tubuh serta menjaga keseimbangan cairan. Ketika organ ini mulai mengalami kerusakan, gejalanya sering kali tidak terlihat sehingga banyak orang baru menyadarinya saat kondisi sudah memburuk.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan penyakit ginjal memengaruhi lebih dari 850 juta orang di seluruh dunia. Kondisi ini bahkan disebut sebagai “epidemi tersembunyi” karena tanda-tandanya kerap muncul secara halus dan tidak dianggap berbahaya oleh penderitanya. Padahal, semakin cepat gangguan ginjal dikenali, semakin besar peluang mencegah kerusakan lebih lanjut.

Salah satu gejala yang sering muncul namun diabaikan adalah tubuh yang terasa kurang berenergi. Penurunan fungsi ginjal menyebabkan penumpukan racun dalam darah sehingga tubuh mudah lelah dan sulit berkonsentrasi. Pada banyak kasus, kondisi ini dapat diperburuk oleh anemia yang juga sering terjadi pada penderita penyakit ginjal.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Buka Lowongan PATT 2026, Lulusan D3–S1 Bisa Daftar

Kulit kering dan gatal juga menjadi tanda awal yang tidak boleh dianggap sepele. Gangguan keseimbangan mineral serta penurunan fungsi ginjal membuat kulit kehilangan kelembapan alami. Banyak orang mengira gatal berasal dari alergi atau cuaca, padahal bisa saja itu sinyal tubuh bahwa ginjal sedang mengalami masalah.

Masalah tidur seperti insomnia pun kerap berkaitan dengan kesehatan ginjal. Penumpukan zat berbahaya dalam darah dapat mengganggu kualitas tidur. Penelitian dalam jurnal Kidney Medicine tahun 2022 bahkan menunjukkan bahwa gangguan tidur merupakan kondisi yang umum dialami pasien penyakit ginjal kronis.

Pembengkakan pada area sekitar mata juga dapat menjadi tanda penting yang sering terlewat. Kondisi ini menunjukkan adanya kebocoran protein ke dalam urine akibat penurunan fungsi ginjal. Banyak orang menyangka hal itu hanya kelelahan, padahal bisa menjadi gejala kebocoran protein yang perlu segera diperiksa.

Baca Juga :  Biaya Operasi Usus Buntu Tanpa BPJS 2026: Bisa Tembus Rp45 Juta, Ini Rinciannya

Pembengkakan di kaki atau yang dikenal dengan edema adalah gejala lain yang perlu diwaspadai. Retensi cairan terjadi ketika ginjal tidak mampu membuang kelebihan air dari tubuh. Walau bengkak di kaki juga bisa disebabkan penyakit lain seperti gangguan jantung atau hati, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.

Dengan gejala yang sering samar, penting untuk lebih peka terhadap perubahan kecil pada tubuh. Pemeriksaan kesehatan dan tes fungsi ginjal secara berkala sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki risiko lebih tinggi seperti penderita hipertensi dan diabetes. Deteksi dini tetap menjadi cara terbaik mencegah kerusakan ginjal yang lebih parah. (***)

Berita Terkait

Rekomendasi Vitamin Saraf yang Bagus untuk Kesemutan dan Kebas
Kenapa Mi Instan di Jepang dan Korea Dianggap Normal, Tapi di Indonesia Disebut Tidak Sehat?
Kolesterol Tinggi? Coba Konsumsi 6 Jus Buah Segar Ini Secara Rutin
Aturan Baru BPJS Kesehatan Mulai Juni 2026, Pasien Kontrol Tak Bisa Datang Lebih Awal
Minum Air Dingin atau Air Hangat? Ini Manfaat dan Waktu Terbaik Mengonsumsinya
Obat Diabetes yang Paling Banyak Diresepkan Dokter, Apa Efek Sampingnya?
Indonesia Kekurangan 93.200 Dokter Umum, Menkes Ungkap Ancaman Layanan Kesehatan hingga 2032
RS MHAT Sungai Penuh vs RSUD Kerinci, Siapa Lebih Unggul? Persaingan Layanan Kesehatan Makin Ketat Jelang 2027
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:00 WIB

Rekomendasi Vitamin Saraf yang Bagus untuk Kesemutan dan Kebas

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:00 WIB

Kenapa Mi Instan di Jepang dan Korea Dianggap Normal, Tapi di Indonesia Disebut Tidak Sehat?

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:02 WIB

Kolesterol Tinggi? Coba Konsumsi 6 Jus Buah Segar Ini Secara Rutin

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:00 WIB

Aturan Baru BPJS Kesehatan Mulai Juni 2026, Pasien Kontrol Tak Bisa Datang Lebih Awal

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:00 WIB

Minum Air Dingin atau Air Hangat? Ini Manfaat dan Waktu Terbaik Mengonsumsinya

Berita Terbaru

Teknologi

Mudah! Ini Cara Melacak HP dan Lokasi Orang Pakai WhatsApp

Sabtu, 13 Jun 2026 - 08:00 WIB