Kesadaran Masyarakat Tak Buang Sampah di Sungai Air Sempit Masih Rendah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH — Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di Sungai Air Sempit, Kota Sungai Penuh, masih terbilang rendah. Kondisi ini disorot oleh Junaldi, seorang konten kreator lokal, yang prihatin melihat tumpukan sampah menutupi aliran sungai.

Dalam unggahan videonya, Junaldi mengajak warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan ke sungai dapat menimbulkan dampak serius, seperti pencemaran air, penyumbatan aliran sungai, hingga risiko banjir saat musim hujan.

Baca Juga :  Wawako Azhar Turun Langsung, Cek Progres Gedung Merah Putih di Sungai Penuh

“Sungai bukan tempat sampah. Kalau terus seperti ini, kita sendiri yang akan rugi,” ujar Junaldi dalam videonya yang mendapat perhatian luas dari warganet.

Sebelumnya, Sungai Air Sempit juga sempat menjadi sorotan anggota DPRD Kota Sungai Penuh. Namun, bukan soal perilaku masyarakat yang membuang sampah, melainkan terkait proyek normalisasi sungai yang tengah dikerjakan pemerintah.

Hal ini menuai tanggapan dari sejumlah warga. Mereka berharap para anggota dewan tidak hanya fokus pada kritik proyek, tetapi juga ikut berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

Baca Juga :  Isu Pelantikan Besar-besaran Pejabat Pemkot Sungai Penuh Menguat Akhir Bulan di Gelar

“Selaku dewan, jangan hanya menyorot pekerjaan proyek pemerintah. Kami harap Pak Fahruddin dan anggota DPRD lainnya juga turut mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan sungai,” ujar salah seorang warga dalam video Junaldi.

Masyarakat berharap, sinergi antara pemerintah, DPRD, dan warga dapat segera terwujud, agar Sungai Air Sempit kembali bersih dan berfungsi sebagaimana mestinya — sebagai sumber kehidupan, bukan tempat sampah.(fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

Semarak Kenduri Sko Sungai Penuh, Luhah Dasira Arak Bambu Panjang 40 Meter Diiringi Lagu Ala Yamule
PLN Umumkan Padam Listrik 4 Jam di Sungai Penuh dan Kerinci Besok, Cek Daerah Terdampak
Kota Sungai Penuh Raih WTP ke-14 dari BPK RI, Bukti Tata Kelola APBD dan Transparansi Keuangan Daerah Makin Kuat
Wako Alfin Lantik Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan 2026-2030, Fokus Tingkatkan Layanan Air Bersih dan Tata Kelola
Hindari Kebocoran PAD, DPRD Sarankan Pemkot Sungai Penuh Gunakan EDC dan Virtual Account untuk Retribusi
Pemkot Sungai Penuh Pungut Biaya Kebersihan Rp45 Ribu per Bulan, Pedagang Harap Layanan Pengangkutan Sampah Makin Optimal
Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Sungai Penuh Jadi Tontonan Warga, Bobotnya Capai 842 Kg
Walikota Sungai Penuh Alfin Segera Pilih Dewas PDAM Tirta Khayangan 2026–2030
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:54 WIB

Semarak Kenduri Sko Sungai Penuh, Luhah Dasira Arak Bambu Panjang 40 Meter Diiringi Lagu Ala Yamule

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:13 WIB

PLN Umumkan Padam Listrik 4 Jam di Sungai Penuh dan Kerinci Besok, Cek Daerah Terdampak

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:35 WIB

Kota Sungai Penuh Raih WTP ke-14 dari BPK RI, Bukti Tata Kelola APBD dan Transparansi Keuangan Daerah Makin Kuat

Senin, 1 Juni 2026 - 11:57 WIB

Wako Alfin Lantik Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan 2026-2030, Fokus Tingkatkan Layanan Air Bersih dan Tata Kelola

Senin, 1 Juni 2026 - 09:08 WIB

Hindari Kebocoran PAD, DPRD Sarankan Pemkot Sungai Penuh Gunakan EDC dan Virtual Account untuk Retribusi

Berita Terbaru