Kasus Guru Honorer Tri Wulansari Resmi Dihentikan, Polres Muaro Jambi Terapkan Restorative Justice

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAMBI-Kasus hukum yang menjerat guru honorer SD Negeri 21 Pematang Raman, Tri Wulansari, resmi dihentikan setelah diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif atau restorative justice. Polres Muaro Jambi memastikan perkara tersebut tidak dilanjutkan ke proses hukum setelah tercapai kesepakatan damai antara kedua belah pihak.

Penyelesaian kasus dilakukan melalui mediasi resmi yang digelar di Aula Polres Muaro Jambi pada Rabu (21/1/2026). Mediasi dipimpin langsung Kapolres Muaro Jambi AKBP Heri Supriawan dan berlangsung terbuka dengan suasana kondusif serta mengedepankan prinsip musyawarah dan kekeluargaan.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Kepala Kejaksaan Negeri Muaro Jambi, perwakilan Kejaksaan Tinggi Jambi, Polda Jambi, serta unsur internal Polres Muaro Jambi. Kehadiran lintas institusi ini menunjukkan sinergi aparat penegak hukum dalam menerapkan penegakan hukum yang berkeadilan dan humanis.

Baca Juga :  Polda Jambi Terima Kunjungan Komisi III DPR RI, Bahas KUHP Baru dan Kasus Publik

Tri Wulansari hadir dalam proses mediasi didampingi kuasa hukum serta perwakilan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sementara itu, orangtua murid yang sebelumnya melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian juga hadir secara langsung sebagai pelapor.

Kapolres Muaro Jambi AKBP Heri Supriawan menegaskan bahwa penerapan restorative justice dipilih sebagai solusi terbaik demi kepentingan semua pihak. Menurutnya, penyelesaian perkara melalui dialog dan kesepakatan bersama lebih tepat diterapkan, khususnya untuk kasus yang berkaitan dengan dunia pendidikan.

Baca Juga :  Kapal dan Muatan Minyak MT Arman 114 Masuk Lelang Negara

Dalam forum mediasi, Tri Wulansari menyampaikan permohonan maaf secara langsung atas peristiwa yang terjadi. Orangtua murid pun menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan kesediaannya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut tanpa melanjutkan proses hukum.

Kesepakatan damai kemudian dituangkan secara tertulis dan ditandatangani oleh kedua belah pihak di hadapan pimpinan Polres Muaro Jambi serta para undangan yang hadir. Dengan adanya kesepakatan tersebut, penyidik secara resmi menghentikan perkara dan menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). (fyo)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Penggerebekan Scam Center di Kamboja, 1.100 WNI Ditahan dan Ribuan Minta Dipulangkan
Siapa Tan Kian? Profil Konglomerat Properti yang Diperiksa Polisi dalam Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara
Selain Febrie Adriansyah, Don Ritto Jadi Tersangka dan Ditahan di Polda Metro Jaya
Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus Usai Febrie Adriansyah Mundur
Kasus Prolife, OJK Amankan Aset Rp113,97 Miliar
Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jampidsus, Kejagung: Demi Menjaga Integritas Penegakan Hukum
Jampidsus Respons Penggeledahan Polri, Fokus Kejagung Tetap Berantas Korupsi
Mengenal Jampidsus Kejaksaan Agung, Peran Penting dalam Pemberantasan Korupsi
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:00 WIB

Penggerebekan Scam Center di Kamboja, 1.100 WNI Ditahan dan Ribuan Minta Dipulangkan

Minggu, 12 Juli 2026 - 04:06 WIB

Siapa Tan Kian? Profil Konglomerat Properti yang Diperiksa Polisi dalam Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:43 WIB

Selain Febrie Adriansyah, Don Ritto Jadi Tersangka dan Ditahan di Polda Metro Jaya

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus Usai Febrie Adriansyah Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:00 WIB

Kasus Prolife, OJK Amankan Aset Rp113,97 Miliar

Berita Terbaru