Iran Tutup Sementara Selat Hormuz, Pasar Energi Global Waspada

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA-Langkah Iran menutup sementara Selat Hormuz memicu perhatian dunia karena jalur ini merupakan nadi utama perdagangan energi global. Penutupan tersebut dilaporkan berlangsung singkat dan dikaitkan dengan latihan militer, namun tetap menimbulkan kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG). Kawasan Teluk memang dikenal sensitif terhadap dinamika geopolitik, sehingga setiap aktivitas militer di sekitar jalur strategis langsung menjadi sorotan pasar.

Menurut laporan media internasional seperti Reuters, otoritas di Tehran menyatakan bahwa pembatasan pelayaran dilakukan demi keselamatan selama manuver militer. Jalur pelayaran tidak ditutup total secara permanen, melainkan dibatasi hanya beberapa jam. Meski demikian, peristiwa ini cukup untuk meningkatkan volatilitas sentimen di pasar energi, terutama karena Selat Hormuz menjadi lintasan bagi sekitar seperlima distribusi minyak dunia.

Selat Hormuz sendiri adalah koridor vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara produsen utama Timur Tengah melewati jalur sempit ini. Karena itulah, setiap potensi gangguan — bahkan yang bersifat sementara — dapat berdampak pada ekspektasi harga minyak global, biaya asuransi kapal, hingga stabilitas logistik energi internasional.

Baca Juga :  Rupiah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS, Ancaman Harga BBM hingga Cicilan Makin Berat

Reaksi awal pasar menunjukkan dinamika yang menarik. Harga minyak dunia sempat bergerak fluktuatif, namun tidak melonjak ekstrem. Sejumlah analis menilai pelaku pasar masih melihat penutupan tersebut sebagai langkah teknis terkait latihan militer, bukan eskalasi konflik terbuka. Optimisme terhadap jalur diplomasi di kawasan juga ikut menahan lonjakan harga.

Keterlibatan Garda Revolusi Iran dalam latihan militer menjadi bagian dari pesan strategis Tehran di tengah ketegangan regional. Aktivitas ini sering dipersepsikan sebagai demonstrasi kesiapan pertahanan sekaligus sinyal politik. Walau demikian, para pengamat menekankan bahwa penutupan total Selat Hormuz dalam jangka panjang akan menjadi langkah sangat drastis dengan konsekuensi ekonomi global yang besar.

Dari perspektif ekonomi, gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz berpotensi mendorong lonjakan harga energi, meningkatkan inflasi global, dan menekan pertumbuhan ekonomi negara pengimpor minyak. Negara-negara Asia, termasuk Indonesia, bisa terdampak melalui kenaikan harga BBM, biaya logistik, dan tekanan pada nilai tukar. Namun dalam konteks penutupan singkat, dampaknya cenderung lebih bersifat psikologis dibanding struktural.

Baca Juga :  WFH hingga B50 Resmi Diumumkan Hari Ini, Ini Dampaknya ke Ekonomi RI

Laporan dari AP News menegaskan bahwa lalu lintas pelayaran kembali normal setelah latihan selesai. Hal ini membantu meredakan kepanikan pasar jangka pendek. Meski begitu, investor dan pelaku industri energi tetap mempertahankan sikap waspada terhadap potensi eskalasi yang dapat memengaruhi pasokan global.

Peristiwa ini kembali mengingatkan dunia akan pentingnya stabilitas jalur perdagangan energi internasional. Selat Hormuz bukan sekadar jalur laut, melainkan titik krusial yang memengaruhi harga energi, kebijakan ekonomi, dan keamanan global. Selama ketegangan geopolitik masih membayangi kawasan, pasar energi diperkirakan akan tetap sensitif terhadap perkembangan serupa. (***)

Berita Terkait

Malaysia Lumpuh! Sistem Imigrasi Error, Ribuan Orang Terlantar di Perbatasan Singapura
Dana Netflix Rp178 Miliar Raib, Keanu Reeves Turun Tangan Bantu Carl Rinsch
Ribuan ATM Bitcoin Tutup dan Bangkrut
Rusia Jual Emas Besar-Besaran
WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Naik Jadi 13 Orang
Utang AS Tembus US$39 Triliun, Bitcoin Disebut Bersiap Masuk Supercycle
Daftar Film Terbaru Hollywood 2026 yang Diprediksi Pecah Box Office
Rp150 Triliun Uang RI Mengalir ke Malaysia dan Singapura Untuk Berobat, Ini Penyebabnya Menurut Menkes
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:07 WIB

Malaysia Lumpuh! Sistem Imigrasi Error, Ribuan Orang Terlantar di Perbatasan Singapura

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:00 WIB

Dana Netflix Rp178 Miliar Raib, Keanu Reeves Turun Tangan Bantu Carl Rinsch

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:00 WIB

Ribuan ATM Bitcoin Tutup dan Bangkrut

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:00 WIB

Rusia Jual Emas Besar-Besaran

Kamis, 28 Mei 2026 - 02:00 WIB

WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Naik Jadi 13 Orang

Berita Terbaru