Internet Satelit Super Cepat China Satcom Segera Masuk Indonesia, Ini Rencananya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAYONEWS.CO.ID – PT Nusantara Quantum Intelligence (NQI) resmi menjalin kemitraan strategis dengan operator satelit nasional Tiongkok, China Satellite Communications Co., Ltd. (China Satcom), guna menghadirkan layanan internet satelit berkecepatan tinggi di Indonesia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian di Beijing yang menjadi langkah awal pengembangan infrastruktur digital berbasis satelit untuk mendukung konektivitas di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil.

Dalam kerja sama ini, NQI memperoleh alokasi prioritas kapasitas sebesar 1 Gbps pada jaringan High-Throughput Satellite (HTS) milik China Satcom. Kapasitas tersebut menjadi salah satu alokasi awal terbesar yang diberikan perusahaan satelit asal Tiongkok kepada mitra di kawasan ASEAN.

Dukung Pemerataan Akses Internet

Kemitraan ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses internet, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan jaringan komunikasi.

China Satcom sendiri memiliki pengalaman lebih dari empat dekade dalam industri satelit dan mengoperasikan sekitar 20 satelit komunikasi yang mencakup spektrum C-Band, Ku-Band, dan Ka-Band dengan jangkauan layanan hingga Asia, Timur Tengah, Eropa, Samudra Hindia, dan Pasifik.

Baca Juga :  Aplikasi Edit Foto Terbaik dan Lagi Tren Pas Untuk Selegram

Melalui kerja sama tersebut, NQI berencana menghadirkan berbagai layanan berbasis satelit di Indonesia.

Enam Layanan Utama

NQI akan mengembangkan enam layanan utama yang memanfaatkan jaringan satelit China Satcom, meliputi:

  • Backhaul telekomunikasi untuk memperluas jaringan 4G dan 5G di wilayah terpencil.
  • Konektivitas internet untuk sektor industri, perbankan, energi, perkebunan, dan logistik.
  • Solusi Internet of Things (IoT) berbasis satelit guna mendukung smart grid, otomatisasi industri, dan sistem mitigasi bencana.
  • Layanan internet satelit untuk sektor maritim, termasuk pelayaran, perikanan, dan lepas pantai.
  • Konektivitas internet dalam pesawat (In-Flight Connectivity) bagi maskapai penerbangan dan operator drone.
  • Penyiaran serta distribusi konten digital melalui layanan satelit.

Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026

NQI menargetkan layanan komersial internet satelit tersebut mulai beroperasi pada kuartal IV tahun 2026.

Tahap awal implementasi akan difokuskan di Indonesia sebelum diperluas ke beberapa negara di kawasan, termasuk Papua Nugini dan Australia.

Presiden Direktur NQI, Walter Rudolf Kaminski, menyatakan kemitraan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital nasional melalui pemanfaatan teknologi satelit.

Baca Juga :  Kawasaki Rilis W175 ABS dan W175 Street 2026, Ini Spesifikasi dan Harga

Sementara itu, perwakilan China Satcom menyebut kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan layanan satelit yang andal bagi pemerintah, pelaku usaha, maupun operator telekomunikasi di Indonesia.

Dengan meningkatnya kebutuhan akses internet berkecepatan tinggi di berbagai sektor, teknologi satelit dinilai menjadi salah satu solusi untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani jaringan fiber optik maupun infrastruktur telekomunikasi konvensional.

FAQ

Apa itu China Satcom?
China Satcom merupakan operator satelit nasional Tiongkok yang menyediakan layanan komunikasi satelit di berbagai kawasan dunia.

Berapa kapasitas internet satelit yang diperoleh NQI?
NQI memperoleh alokasi kapasitas awal sebesar 1 Gbps melalui satelit HTS milik China Satcom.

Kapan layanan ini mulai beroperasi?
Peluncuran komersial ditargetkan berlangsung pada kuartal IV tahun 2026.

Siapa yang akan memanfaatkan layanan ini?
Layanan ditujukan untuk sektor telekomunikasi, industri, maritim, penerbangan, penyiaran, hingga Internet of Things (IoT), terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan konvensional.

Berita Terkait

Zuckerberg Perkenalkan Muse Charm, Perangkat AI Seukuran Gantungan Kunci
Samsung Galaxy Tab S12+ vs S12 Ultra: Ini Bocoran Perbedaan Spesifikasinya
Toyota Perluas Mobil Listrik, EREV Mulai Diproduksi April 2027
OPPO Find X10 Pro Max Punya Tiga Kamera 200 MP, Ini Spesifikasinya
Hitungan Pajak iPhone 18 Pro, 18 Pro Max dan iPhone Duo dari Luar Negeri
Smartwatch Rollme Matrix Bisa Dipakai Tanpa HP, Bawa Kamera dan GPS
Permintaan Chip AI Huawei Melonjak
Infinix XBook 14 Neo Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp7,99 Juta
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 04:00 WIB

Zuckerberg Perkenalkan Muse Charm, Perangkat AI Seukuran Gantungan Kunci

Kamis, 24 September 2026 - 20:00 WIB

Samsung Galaxy Tab S12+ vs S12 Ultra: Ini Bocoran Perbedaan Spesifikasinya

Kamis, 24 September 2026 - 12:00 WIB

Toyota Perluas Mobil Listrik, EREV Mulai Diproduksi April 2027

Kamis, 24 September 2026 - 10:00 WIB

OPPO Find X10 Pro Max Punya Tiga Kamera 200 MP, Ini Spesifikasinya

Kamis, 24 September 2026 - 08:00 WIB

Hitungan Pajak iPhone 18 Pro, 18 Pro Max dan iPhone Duo dari Luar Negeri

Berita Terbaru

Hukum

Hukuman Nadiem Makarim Dipangkas Jadi 9 Tahun

Jumat, 25 Sep 2026 - 06:00 WIB