Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Saham BUMI, MEDC, dan MIKA Jadi Penekan Utama, Investor Menanti Sinyal The Fed

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Indeks Bisnis-27 mengakhiri perdagangan Rabu (29/7/2026) di zona merah. Pelemahan dipicu tekanan pada sejumlah saham sektor energi, komoditas, dan kesehatan. Di sisi lain, pelaku pasar masih menunggu keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang diperkirakan menjadi penentu arah pasar global.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, Indeks Bisnis-27 turun 0,36 persen atau 1,50 poin ke level 417,56. Nilai transaksi saham konstituen indeks mencapai Rp13,91 triliun dengan volume perdagangan sekitar 12,54 miliar saham. Dari 27 saham anggota indeks, sebanyak 18 saham ditutup melemah, empat saham menguat, dan lima saham stagnan.

Tekanan terbesar datang dari saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) yang turun 3,95 persen ke level 1.700. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ikut melemah 3,64 persen menjadi 159, sedangkan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) terkoreksi 2,82 persen ke level 482.

Saham sektor ritel dan energi juga mengalami tekanan. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 2,61 persen ke level 1.305. Sementara itu, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melemah 2,37 persen ke posisi 1.235.

Baca Juga :  Prediksi Pasar Jelang Keputusan The Fed, Rupiah, IHSG, dan Emas Diperkirakan Bergerak Fluktuatif

Meski demikian, pelemahan indeks tidak berlangsung lebih dalam karena beberapa saham masih mampu menguat. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) memimpin kenaikan setelah naik 2,80 persen menjadi 1.470. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menguat 1,38 persen, sedangkan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) bertambah 0,96 persen.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga memberikan kontribusi positif setelah naik 0,80 persen ke level 6.275. Kenaikan saham berkapitalisasi besar tersebut membantu menahan tekanan yang lebih besar pada Indeks Bisnis-27.

Pelaku pasar saat ini memusatkan perhatian pada hasil rapat kebijakan moneter The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, mayoritas pelaku pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga. Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan melemahnya harga minyak dunia turut meredakan kekhawatiran terhadap inflasi global.

Dari dalam negeri, sentimen pasar masih dipengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Investor juga bersikap hati-hati menunggu kepastian penunjukan Gubernur Bank Indonesia definitif serta mencermati potensi meningkatnya tensi perdagangan global akibat rencana tambahan tarif impor Amerika Serikat terhadap sejumlah negara Asia.

Baca Juga :  Rupiah Hari Ini Terbaru, 3 Juni 2026 Melemah hingga Rp17.930 per Dolar AS, Dekati Level Psikologis Rp18.000

Disclaimer: Informasi ini disampaikan sebagai bahan edukasi dan informasi pasar. Bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

FAQ

Mengapa Indeks Bisnis-27 melemah hari ini?
Karena tekanan pada saham-saham seperti BUMI, MEDC, MIKA, MBMA, dan AMRT.

Saham apa yang paling menguat?
MAPI menjadi saham dengan penguatan terbesar, disusul AKRA, CPIN, dan BBCA.

Apa sentimen utama yang diperhatikan investor?
Keputusan suku bunga The Fed, pergerakan rupiah, dan kepastian penunjukan Gubernur Bank Indonesia.

Apakah pelemahan Indeks Bisnis-27 sama dengan IHSG?
Tidak. Indeks Bisnis-27 merupakan indeks yang berisi 27 saham pilihan, sedangkan IHSG mencerminkan pergerakan seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 September 2026 Turun Lagi, Cek Antam, UBS, Galeri 24 dan Buyback
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 16 September 2026: 1 Gram Rp2,631 Juta, Cek Buyback
CLARITY Act Gagal di Senat AS, Bitcoin Tertekan Lebih dari 5 Persen
Best Accounting Software for Small Business in 2026: Top Options Compared
The Fed Naikkan Suku Bunga 16 September 2026? Ini Sinyal Terbaru dan Dampaknya ke Rupiah, Emas, Saham
Suku Bunga The Fed 16 September 2026: Diprediksi Naik 25 Bps, Jadi 3,75%-4%
Best Home Insurance Companies in 2026: Coverage and Costs Compared
Best AI Tools for Small Businesses in 2026: Save Time and Cut Costs
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:16 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 September 2026 Turun Lagi, Cek Antam, UBS, Galeri 24 dan Buyback

Rabu, 16 September 2026 - 07:41 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 16 September 2026: 1 Gram Rp2,631 Juta, Cek Buyback

Rabu, 16 September 2026 - 05:01 WIB

Best Accounting Software for Small Business in 2026: Top Options Compared

Rabu, 16 September 2026 - 03:02 WIB

The Fed Naikkan Suku Bunga 16 September 2026? Ini Sinyal Terbaru dan Dampaknya ke Rupiah, Emas, Saham

Rabu, 16 September 2026 - 00:02 WIB

Suku Bunga The Fed 16 September 2026: Diprediksi Naik 25 Bps, Jadi 3,75%-4%

Berita Terbaru