IHSG Berbalik Melemah Usai Isu Pembatasan Pertalite-Solar, Investor Waspada Dampak Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan Selasa (31/3/2026) setelah sebelumnya sempat menguat. Pergerakan ini dipicu sentimen kebijakan pembatasan pembelian BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar yang mulai diperbincangkan pelaku pasar.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka menguat di level 7.122, lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya di posisi 7.091. Bahkan, indeks sempat melaju hingga mendekati 7.155 atau naik hampir 1 persen, mencerminkan optimisme awal investor.

Namun, tren positif tersebut tidak bertahan lama. Tekanan jual mulai muncul seiring kekhawatiran dampak kebijakan energi terhadap sektor riil dan kinerja emiten. IHSG pun berbalik melemah hingga turun 0,27 persen ke level 7.072.

Baca Juga :  Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 28 September 2026, Antam, UBS dan Galeri 24

Tak hanya itu, indeks bahkan sempat menyentuh level terendah di 7.057. Kondisi ini menandakan pelaku pasar mulai mengambil sikap hati-hati di tengah ketidakpastian kebijakan dan potensi perlambatan aktivitas ekonomi.

Dari sisi likuiditas, nilai transaksi tercatat mencapai Rp6,49 triliun dengan volume perdagangan sebesar 13,1 miliar saham. Frekuensi transaksi yang mencapai 871 ribu kali menunjukkan aktivitas pasar tetap tinggi meski arah indeks melemah.

Kebijakan pembatasan pembelian BBM subsidi maksimal 50 liter per hari dinilai berpotensi menekan sektor transportasi, logistik, hingga konsumsi masyarakat. Dampaknya bisa merembet ke kinerja perusahaan terbuka, terutama yang bergantung pada distribusi dan energi.

Baca Juga :  Cara Top Up DANA Tanpa Biaya Admin 2026, Bisa Gratis Transfer

Selain faktor domestik, investor juga masih mencermati dinamika global seperti harga komoditas dan ketegangan geopolitik yang turut memengaruhi arah aliran dana asing di pasar saham Indonesia.

Analis pasar menilai kondisi ini sebagai fase konsolidasi jangka pendek. Investor disarankan fokus pada saham berfundamental kuat, dividen tinggi, serta sektor yang relatif tahan terhadap tekanan kebijakan seperti perbankan dan komoditas. (*/Tim)

Berita Terkait

Pinjaman Online 2026: Cara Mengecek Legalitas dan Biaya Pinjaman Sebelum Mengajukan
BSU Rp900 Ribu Cair untuk Oktober-Desember 2026, Ini Syarat dan Cara Ceknya
KUR BRI Rp25 Juta: Berapa Cicilan per Bulan dan Apa Syaratnya?
LPS Tahan Bunga Penjaminan 3,75% hingga Januari 2027, Nasabah Wajib Cek Bunga Deposito
Belanja Pegawai Daerah Tak Wajib 30% pada 2027? Ini Penjelasannya
QRIS Kian Mendunia, Sudah Terhubung 6 Negara dan Siap Ekspansi ke 3 Negara Lagi
Short Selling Resmi Berlaku Hari Ini, Baru 50 Investor Buka Rekening
Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Berpeluang Naik, Ini Penjelasan Pemerintah
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:02 WIB

Pinjaman Online 2026: Cara Mengecek Legalitas dan Biaya Pinjaman Sebelum Mengajukan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 02:00 WIB

BSU Rp900 Ribu Cair untuk Oktober-Desember 2026, Ini Syarat dan Cara Ceknya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 01:01 WIB

KUR BRI Rp25 Juta: Berapa Cicilan per Bulan dan Apa Syaratnya?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:33 WIB

LPS Tahan Bunga Penjaminan 3,75% hingga Januari 2027, Nasabah Wajib Cek Bunga Deposito

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Belanja Pegawai Daerah Tak Wajib 30% pada 2027? Ini Penjelasannya

Berita Terbaru