KESEHATAN – Seorang penumpang kapal pesiar MV Hondius yang awalnya diduga hanya mengalami stres dan kecemasan, kini dilaporkan dalam kondisi kritis setelah dinyatakan positif hantavirus. Kasus tersebut muncul di tengah wabah hantavirus yang menyerang kapal pesiar itu dan telah menewaskan tiga orang.
Penumpang perempuan asal Prancis tersebut dievakuasi saat kapal MV Hondius tiba di Tenerife, Spanyol, pada Minggu (10/5/2026). Sebelum dipindahkan, ia sempat diperiksa oleh European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) bersama otoritas kesehatan Spanyol.
Awalnya, gejala yang dialami pasien dianggap tidak mengarah pada infeksi hantavirus. Menteri Kesehatan Spanyol Javier Padilla Bernáldez menjelaskan, pasien hanya melaporkan batuk ringan beberapa hari sebelumnya dan gejala itu kemudian menghilang.
Dokter saat itu menduga kondisi yang dialaminya lebih dipicu oleh stres, kecemasan, atau tekanan psikologis akibat situasi wabah di kapal pesiar. Namun setelah diterbangkan ke Paris untuk pemeriksaan lanjutan, hasil laboratorium menunjukkan pasien positif terinfeksi hantavirus.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut pasien kini berada dalam kondisi sangat kritis dan menjalani isolasi di Paris. Pemerintah Prancis juga telah melacak sedikitnya 22 orang yang sempat melakukan kontak dengan pasien tersebut.
WHO Tegaskan Bukan “Covid Baru”
Kasus wabah di kapal pesiar MV Hondius sempat memicu kekhawatiran publik karena mengingatkan pada awal pandemi Covid-19. Namun WHO menegaskan bahwa hantavirus berbeda dengan virus corona penyebab Covid-19.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan risiko penularan untuk masyarakat umum masih tergolong rendah.
“Saya perlu mengatakan ini dengan jelas: ini bukan Covid baru,” tegas Tedros dalam pernyataan resminya.
WHO menjelaskan virus yang ditemukan merupakan hantavirus strain Andes, jenis yang diketahui dapat menyebabkan gejala berat dan memiliki tingkat kematian tinggi. Meski demikian, penularannya tidak semudah Covid-19 dan proses evakuasi penumpang telah dilakukan dengan pengawasan ketat.
Seluruh penumpang dipindahkan melalui pelabuhan industri Granadilla di Tenerife menggunakan kendaraan tertutup sebelum dipulangkan ke negara masing-masing.
Tiga Orang Dilaporkan Meninggal
Hingga kini, wabah hantavirus di kapal pesiar tersebut dikaitkan dengan sedikitnya delapan kasus dan tiga kematian. WHO menyebut tiga kasus telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
Korban meninggal diduga merupakan pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman. Sementara itu, satu pasien lain masih menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan.
Kapal MV Hondius sebelumnya membawa sekitar 150 penumpang dan kru dari 23 negara dalam perjalanan wisata yang dimulai dari Argentina pada April 2026.
Saat ini seluruh penumpang telah dievakuasi dan menjalani karantina maupun pemantauan kesehatan di negara masing-masing. WHO bersama otoritas kesehatan internasional masih terus memantau perkembangan wabah tersebut secara ketat.
Gejala Hantavirus yang Perlu Diwaspadai
Hantavirus merupakan virus yang umumnya ditularkan melalui urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat seperti tikus. Infeksi ini dapat menyerang sistem pernapasan dan berkembang menjadi kondisi serius bila terlambat ditangani.
Beberapa gejala awal hantavirus meliputi:
- Demam tinggi
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Batuk
- Sesak napas
- Mual dan muntah
- Tubuh lemas berlebihan
Pada kasus berat, penderita dapat mengalami gangguan paru-paru akut hingga gagal napas yang berpotensi menyebabkan kematian.
Cara Mencegah Penularan Hantavirus
WHO dan otoritas kesehatan internasional mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan hewan pengerat. Pencegahan dapat dilakukan dengan:
- Menjaga kebersihan lingkungan
- Menghindari kontak dengan tikus liar
- Menggunakan masker saat membersihkan area kotor
- Menyimpan makanan dalam wadah tertutup
- Mencuci tangan secara rutin
Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala mencurigakan setelah bepergian atau berada di lingkungan berisiko.









