Harga BBM Terancam Naik Imbas Konflik Timur Tengah, Airlangga: Pemerintah Masih Monitor Situasi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memantik kekhawatiran terhadap stabilitas harga energi global. Pemerintah Indonesia pun mulai menghitung dampaknya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengakui bahwa lonjakan harga minyak dunia bisa berujung pada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri jika konflik terus berlarut.

Situasi memanas setelah Iran dikabarkan menutup Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia. Penutupan ini memicu reaksi pasar. Harga minyak mentah global dilaporkan melonjak sekitar 10 persen dan kini bergerak di kisaran US$ 80 per barel. Angka tersebut menjadi alarm bagi negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.

Airlangga menilai dampak konflik kali ini berpotensi serupa dengan krisis energi saat perang Rusia-Ukraina pecah. Kala itu, harga minyak dan komoditas energi meroket dalam waktu singkat dan memberi tekanan berat terhadap APBN serta daya beli masyarakat. “Kalau harga minyak dunia naik, biasanya akan berdampak juga. Pengalaman sebelumnya seperti itu,” ujarnya di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Baca Juga :  Survei Sun Life 2026: 8 dari 10 Warga Indonesia Tertekan Biaya Hidup, Dana Darurat Jadi Sorotan

Meski begitu, ia menekankan bahwa kondisi saat ini masih dinamis. Pemerintah belum mengambil keputusan apa pun terkait penyesuaian harga BBM. Menurutnya, durasi dan eskalasi konflik menjadi faktor penentu utama sebelum langkah konkret diambil. Pemerintah memilih mencermati perkembangan global terlebih dahulu.

Di sisi lain, ada upaya meredam gejolak dari negara produsen minyak. OPEC bersama sekutunya (OPEC+) dikabarkan tengah membahas peningkatan kapasitas produksi. Berdasarkan laporan Reuters, tambahan produksi bisa mencapai 411.000 barel per hari, jauh di atas perkiraan awal sekitar 137.000 barel per hari.

Tak hanya OPEC, produksi dari Amerika Serikat juga disebut meningkat untuk menstabilkan suplai global. Airlangga melihat tambahan pasokan ini berpotensi menahan kenaikan harga agar tidak melonjak lebih tajam. Namun, ia mengingatkan bahwa respons pasar sering kali dipengaruhi sentimen dan ketidakpastian politik, bukan sekadar data produksi.

Baca Juga :  Rupiah Ditutup Melemah Lagi! Sentuh Rp17.181 per Dolar AS, Asia Tak Kompak

Penutupan Selat Hormuz sendiri menjadi perhatian serius karena jalur tersebut merupakan salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia. Jika distribusi terganggu dalam waktu lama, efeknya bisa meluas ke harga energi, biaya logistik, hingga inflasi global. Sejumlah perusahaan pelayaran dan perdagangan minyak dilaporkan menunda pengiriman sebagai langkah antisipasi risiko keamanan.

Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak dunia berimplikasi langsung terhadap beban subsidi dan kompensasi energi. Jika harga global terus bertahan tinggi, pemerintah harus menimbang antara menjaga stabilitas fiskal atau mempertahankan harga BBM agar tidak membebani masyarakat. Untuk saat ini, pemerintah memilih bersikap hati-hati sambil terus memantau arah konflik dan pergerakan pasar energi internasional. (***)

Berita Terkait

Asuransi Mobil Bekas Terbaik 2026, Premi Mulai Rp400 Ribuan per Tahun
10 Aplikasi Nonton Video Penghasil Uang Terbaik 2026
Mortgage Rates Today 2026: USA, Canada, Australia, and Singapore Compared – Which Country Offers the Lowest Home Loan Rates?
Resmi! Pindah Wilayah ke Jakarta, Notaris Kini Dikenai Tarif PNBP Rp500 Juta
Shopee Mantul Sale 2026 Hadir, Catat Jadwal dan Promo Elektronik yang Sayang Dilewatkan
Cara Cepat Kumpulkan DANA Poin, Simak Tips Agar Rewards Makin Banyak
Rekomendasi Asuransi Mobil TLO Terbaik 2026, Premi Mulai Ratusan Ribu
10 Cara Menghasilkan Uang dari Internet Tanpa Modal, Cocok untuk Pemula
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:09 WIB

10 Aplikasi Nonton Video Penghasil Uang Terbaik 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 03:02 WIB

Mortgage Rates Today 2026: USA, Canada, Australia, and Singapore Compared – Which Country Offers the Lowest Home Loan Rates?

Senin, 20 Juli 2026 - 02:00 WIB

Resmi! Pindah Wilayah ke Jakarta, Notaris Kini Dikenai Tarif PNBP Rp500 Juta

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:00 WIB

Shopee Mantul Sale 2026 Hadir, Catat Jadwal dan Promo Elektronik yang Sayang Dilewatkan

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:00 WIB

Cara Cepat Kumpulkan DANA Poin, Simak Tips Agar Rewards Makin Banyak

Berita Terbaru