JAKARTA- Harga bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina kembali menjadi perhatian publik pada Senin, 23 Maret 2026. Penyesuaian harga ini berlaku di sejumlah wilayah seperti Jakarta, Jambi, serta kawasan Sumatera Barat dan Riau. Perbedaan harga antar daerah masih terjadi karena faktor distribusi dan kebijakan pajak daerah.
Di wilayah Jakarta, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dibanderol Rp12.500 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo dijual Rp13.500 per liter dan Pertamax Green 95 berada di angka Rp13.250 per liter. Untuk jenis solar, Dexlite dipatok Rp13.320 per liter dan Pertamina Dex mencapai Rp13.650 per liter.
Adapun BBM subsidi di Jakarta masih stabil. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Bio Solar subsidi berada di harga Rp6.800 per liter. Menariknya, Bio Solar non-subsidi tercatat Rp0, yang mengindikasikan tidak adanya distribusi untuk jenis tersebut di wilayah ini.
Beralih ke Jambi, harga BBM mengalami sedikit kenaikan dibanding Jakarta. Pertamax dijual Rp12.800 per liter, sementara Pertamax Turbo mencapai Rp13.800 per liter. Dexlite berada di angka Rp13.610 per liter dan Pertamina Dex menyentuh Rp13.950 per liter.
Untuk BBM subsidi di Jambi, harga tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Bio Solar subsidi Rp6.800 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 dan Bio Solar non-subsidi tidak tersedia di wilayah ini.
Di wilayah Sumatera Barat dan Riau, harga BBM tercatat lebih tinggi dibandingkan Jakarta dan Jambi. Pertamax dibanderol Rp13.100 per liter, sedangkan Pertamax Turbo mencapai Rp14.100 per liter. Dexlite dijual Rp13.900 per liter dan Pertamina Dex menjadi yang tertinggi dengan harga Rp14.250 per liter.
Untuk BBM subsidi di kedua wilayah tersebut, harga masih sama dengan daerah lain. Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Bio Solar subsidi Rp6.800 per liter. Sementara Pertamax Green 95 serta Bio Solar non-subsidi juga tidak tersedia di kawasan ini.
Perbedaan harga BBM antar wilayah ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti biaya distribusi, infrastruktur, serta kebijakan pajak daerah masing-masing. Hal ini membuat harga di luar Pulau Jawa cenderung lebih tinggi dibandingkan Jakarta.
Dengan adanya pembaruan harga ini, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan kebutuhan konsumsi BBM mereka. Pemerintah dan Pertamina juga terus berupaya menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau, khususnya untuk BBM subsidi yang menyasar masyarakat luas. (*/Tim)









