Mantan Bos Windows Akui Keunggulan MacBook Neo, Sindir Strategi Lama Microsoft

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI-Mantan petinggi Steven Sinofsky mengungkapkan pengalaman mengejutkannya setelah mencoba perangkat terbaru dari Apple, yaitu MacBook Neo.

Dalam pernyataannya, Sinofsky mengaku sangat terkesan hingga menyebut laptop tersebut mampu menggantikan perangkat utama yang selama ini ia gunakan.

Pengalaman yang “Sangat Mengesankan”

Sebagai mantan Presiden Divisi Windows di Microsoft, pandangan Sinofsky dinilai memiliki bobot kuat. Ia bukan hanya pengguna biasa, tetapi sosok yang pernah berada di pusat pengembangan sistem operasi terbesar di dunia.

Dalam tulisannya, ia menggambarkan pengalaman pertama menggunakan MacBook Neo sebagai sesuatu yang “sangat mengesankan”. Ia bahkan membeli varian dengan penyimpanan 512GB dan menyebut perangkat tersebut sebagai hasil kematangan strategi Apple selama bertahun-tahun.

Menurutnya, keunggulan MacBook Neo tidak hanya terletak pada desain atau harga, tetapi pada integrasi yang solid antara perangkat keras dan perangkat lunak. Hal ini membuat pengalaman pengguna terasa lebih mulus dan konsisten.

Menyinggung Kegagalan Windows ARM

Pengalaman tersebut membawa Sinofsky pada refleksi masa lalu, khususnya saat Microsoft mencoba mengembangkan ekosistem berbasis ARM melalui Windows 8 dan perangkat Surface.

Baca Juga :  Samsung Galaxy Book 6 Versi Murah Meluncur, Harga Rp14 Jutaan Saingi MacBook Neo

Ia menilai bahwa secara teknologi, Microsoft sebenarnya tidak tertinggal. Bahkan, dari sisi harga, perangkat Windows ARM kala itu berada pada kisaran yang kompetitif.

Namun, kegagalan terjadi pada strategi ekosistem. Microsoft dinilai terlalu memisahkan platform ARM dengan ekosistem Windows lama berbasis x86. Akibatnya, kompatibilitas aplikasi menjadi masalah besar dan membuat pengguna kesulitan beradaptasi.

Sebaliknya, Apple mengambil pendekatan berbeda. Perusahaan tersebut melakukan transisi secara bertahap, dengan terus memperbarui sistem operasi dan framework sebelum akhirnya beralih penuh ke arsitektur ARM.

Sinofsky menyimpulkan bahwa konsistensi Apple dalam membangun ekosistem menjadi kunci utama keberhasilannya saat ini.

Filosofi Berbeda: Apple vs Microsoft

Dalam analisanya, Sinofsky menyoroti perbedaan filosofi antara kedua perusahaan teknologi tersebut.

Apple fokus pada kontrol penuh terhadap ekosistem

Microsoft berusaha menjaga kompatibilitas jangka panjang

Pendekatan Apple yang lebih tertutup justru dinilai memberikan pengalaman pengguna yang lebih stabil. Sementara itu, strategi Microsoft yang terbuka membuat transisi teknologi menjadi lebih kompleks.

Baca Juga :  Acer Rilis Tablet OLED 14 Inci, Bisa Dipakai Jadi Layar Tambahan Laptop

Produk Matang, Tidak Perlu Perubahan Drastis

Menariknya, Sinofsky juga menilai MacBook Neo sudah berada pada tahap produk matang. Ia berpendapat bahwa Apple tidak perlu melakukan peningkatan besar setiap tahun.

Menurutnya, selama Apple mampu mempertahankan keunggulan utama—terutama pada efisiensi dan integrasi—produk ini akan tetap kompetitif di pasar.

Ia bahkan memprediksi harga MacBook Neo masih bisa dipertahankan di kisaran yang sama dalam beberapa tahun ke depan, seiring dengan perkembangan teknologi chip yang semakin efisien.

Relevansi bagi Industri Teknologi

Pandangan Sinofsky mencerminkan tren industri saat ini, di mana persaingan tidak lagi hanya soal spesifikasi. Faktor ekosistem, pengalaman pengguna, dan integrasi teknologi menjadi penentu utama.

Komentar dari mantan petinggi Windows ini menjadi sorotan karena menunjukkan pengakuan terhadap keberhasilan strategi Apple—sesuatu yang sebelumnya sulit diakui secara terbuka oleh pihak yang pernah berada di kubu pesaing.

Berita Terkait

ASUS Vivobook S14 S5452MA Hadir di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya
Spesifikasi Xiaomi 18 Terungkap, Layar 6,4 Inci dan Kamera Telefoto 200 MP
Alexandr Wang di Balik Strategi AI Meta, Muse Tembus 2,8 Juta Unduhan
Axioo Hype 5 AMD X6-11, Laptop Rp8 Jutaan dengan Ryzen 5 H Series
Xiaomi Pocket Guitar Bikin Xiaomi 18 Pro Jadi Gitar Listrik, Harganya Rp1,5 Jutaan
Surface Terbaru Microsoft Pakai Snapdragon X2 Plus, Harga Mulai Rp20 Jutaan
6 Perangkat Rumah Pintar Xiaomi Terbaru di Indonesia, Harga Mulai Rp600 Ribuan
Galaxy A08 Resmi Hadir, Bisa Dicicil Rp 200 Ribuan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 08:00 WIB

ASUS Vivobook S14 S5452MA Hadir di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya

Selasa, 29 September 2026 - 02:00 WIB

Alexandr Wang di Balik Strategi AI Meta, Muse Tembus 2,8 Juta Unduhan

Senin, 28 September 2026 - 17:34 WIB

Axioo Hype 5 AMD X6-11, Laptop Rp8 Jutaan dengan Ryzen 5 H Series

Senin, 28 September 2026 - 15:00 WIB

Xiaomi Pocket Guitar Bikin Xiaomi 18 Pro Jadi Gitar Listrik, Harganya Rp1,5 Jutaan

Senin, 28 September 2026 - 14:00 WIB

Surface Terbaru Microsoft Pakai Snapdragon X2 Plus, Harga Mulai Rp20 Jutaan

Berita Terbaru