Harga BBM di Singapura & Malaysia Meroket, Indonesia Aman Jelang Lebaran 1447 H

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta,– Harga bahan bakar minyak (BBM) di Singapura dan Malaysia melonjak tajam pasca serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Kenaikan ini terjadi setelah Iran melakukan serangan balasan ke pangkalan militer AS dan wilayah Israel, memicu ketidakpastian pasokan energi global.

Di Singapura, bensin oktan 95 kini dijual 2,35 dolar Singapura (sekitar Rp 31 ribu/liter) dan oktan 98 mencapai 2,65 dolar Singapura (sekitar Rp 35 ribu/liter). Perang di Teluk yang berlanjut dan potensi penutupan Selat Hormuz bisa membuat harga minyak dunia terus meroket.

Muhammad Fauzi (44), pengemudi mobil sewaan pribadi, mengaku pendapatannya turun drastis. Dari sebelumnya 1.700–1.900 dolar AS (Rp 22,5–25 juta) per minggu menjadi 1.400–1.600 dolar Singapura (Rp 18,5–21 juta). “Voucher bahan bakar 40 dolar Singapura dari platform transportasi daring tidak cukup untuk satu tangki penuh,” ujarnya.

Baca Juga :  Harga BBM Non Subsidi Naik 2026? Ini Penyebab, Dampak, dan Prediksi Terbaru Hari Ini

Di Malaysia, tren serupa terjadi. Bensin oktan 95 naik dari 2,59 ringgit (Rp 11 ribu) menjadi 3,27 ringgit (Rp 14 ribu), dan oktan 97 dari 3,15 ringgit (Rp 13,5 ribu) menjadi 4,55 ringgit (Rp 19.500). Solar di Semenanjung Malaysia juga naik dari 3,04 ringgit (Rp 13 ribu) menjadi 4,72 ringgit (Rp 20 ribu). Namun, harga solar di Sabah, Sarawak, dan Labuan tetap stabil di angka 2,15 ringgit (Rp 9.252).

Berbeda dengan dua negara tetangga, harga BBM di Indonesia tetap stabil menjelang Lebaran 1447 H. Pemerintah memastikan stok BBM nasional aman hingga 28 hari, sehingga masyarakat bisa mudik tanpa khawatir biaya bahan bakar membengkak.

Baca Juga :  Salat Id di Siulak, Monadi Tegaskan Komitmen Pembangunan Kerinci

Kondisi ini memperlihatkan perbedaan strategi energi di Asia Tenggara. Indonesia memanfaatkan stok aman dan subsidi BBM, sementara Singapura dan Malaysia langsung tertekan pasar global akibat konflik geopolitik.

Pakar energi menekankan pentingnya efisiensi penggunaan BBM dan penghematan energi di tengah ketidakpastian global. Pemerintah juga terus memantau perkembangan harga minyak internasional untuk menjaga stabilitas pasokan domestik.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan memanfaatkan BBM secara bijak selama musim mudik Lebaran. Langkah ini diyakini membantu menahan dampak kenaikan harga energi global sekaligus menjaga daya beli masyarakat tetap stabil. (*/Tim)

Berita Terkait

Jelang Pengumuman MSCI 13 Agustus, Investor Wajib Cermati 5 Hal Ini
Harga iPhone 17 Dikabarkan Segera Naik, Ini Penyebab dan Perkiraannya
PM Anwar Ibrahim Dirawat, Kondisi Kesehatan Jadi Sorotan
Kekayaan Elon Musk Melonjak Lagi, Tembus Rp14.276 Triliun Berkat Saham SpaceX
Monetisasi X 2026 Berubah, Ini Syarat Baru Dapat Penghasilan dari Konten
Man City Comeback, Kalahkan Atletico Madrid 3-1 di Laga Pramusim Asia Tour 2026
Meta Didenda Rp10,12 Triliun, Instagram dan Facebook Wajib Batasi Remaja
Siang Berubah Gelap! Gerhana Matahari Total 2027 Jadi Fenomena Astronomi Terlangka
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Jelang Pengumuman MSCI 13 Agustus, Investor Wajib Cermati 5 Hal Ini

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Harga iPhone 17 Dikabarkan Segera Naik, Ini Penyebab dan Perkiraannya

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:03 WIB

PM Anwar Ibrahim Dirawat, Kondisi Kesehatan Jadi Sorotan

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Kekayaan Elon Musk Melonjak Lagi, Tembus Rp14.276 Triliun Berkat Saham SpaceX

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Monetisasi X 2026 Berubah, Ini Syarat Baru Dapat Penghasilan dari Konten

Berita Terbaru

Otomotif

Harga Honda PCX 160 dan Yamaha Nmax Agustus 2026

Rabu, 12 Agu 2026 - 16:00 WIB