GoTo Buka Suara soal Isu PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Isu mengenai dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga 90 persen karyawan PT Tokopedia ramai diperbincangkan di media sosial. Menanggapi kabar tersebut, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyatakan menghormati setiap keputusan yang diambil manajemen Tokopedia terkait penyesuaian organisasi.

Corporate Secretary GoTo, R. A. Koesoemohadiani, menjelaskan bahwa apabila langkah tersebut benar dilakukan, dampaknya terhadap kondisi keuangan maupun operasional GoTo diperkirakan sangat terbatas.

Pernyataan itu disampaikan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (4/7/2026). Menurutnya, sejak Januari 2024 kepemilikan saham GoTo di Tokopedia telah terdilusi menjadi 24,99 persen sehingga perusahaan tidak lagi mengonsolidasikan laporan keuangan Tokopedia.

Sebagai konsekuensinya, investasi GoTo di Tokopedia kini dicatat menggunakan metode ekuitas sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 228 mengenai investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama.

R. A. Koesoemohadiani menjelaskan bahwa potensi dampak finansial terhadap GoTo hanya akan tercermin pada akun bagian laba atau rugi bersih dari entitas asosiasi. Berdasarkan estimasi perusahaan, isu penyesuaian organisasi di Tokopedia tidak diperkirakan memberikan pengaruh material terhadap kinerja keuangan GoTo.

Baca Juga :  IHSG Meledak 7,57% Usai BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5%, Saham BBCA, BMRI dan BREN Pimpin Reli Raksasa

Selain itu, perusahaan juga memastikan tidak ada dampak terhadap pendapatan yang berasal dari biaya layanan e-commerce yang diterima GoTo dari Tokopedia.

Dari sisi nonkeuangan, GoTo juga menilai kabar tersebut tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap operasional maupun strategi bisnis perusahaan.

Karena dampaknya dinilai terbatas, GoTo menyatakan tidak memiliki rencana untuk mengambil langkah khusus terkait isu tersebut. Perusahaan juga menegaskan belum memiliki rencana dalam waktu dekat untuk mengubah kepemilikan sahamnya di Tokopedia.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Tokopedia maupun TikTok Indonesia yang mengonfirmasi ataupun membantah kabar mengenai PHK hingga 90 persen karyawan.

Seperti diketahui, Tokopedia saat ini berada di bawah kendali TikTok Pte Ltd setelah GoTo melepas mayoritas kepemilikan sahamnya pada awal 2024. Oleh karena itu, keputusan terkait kebijakan internal perusahaan, termasuk penyesuaian organisasi, menjadi kewenangan manajemen Tokopedia.

Baca Juga :  Resmi! Denda Rp100 Juta bagi Peserta Kopdes Merah Putih yang Mundur Dicabut

Masyarakat dan pelaku pasar masih menantikan klarifikasi resmi dari Tokopedia mengenai isu yang beredar agar tidak menimbulkan spekulasi yang lebih luas.


FAQ

Apakah benar Tokopedia melakukan PHK 90 persen karyawan?
Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Tokopedia maupun TikTok terkait kabar tersebut.

Apa tanggapan GoTo?
GoTo menyatakan menghormati keputusan manajemen Tokopedia dan menilai dampaknya terhadap perusahaan sangat terbatas.

Mengapa dampaknya kecil bagi GoTo?
Karena sejak 2024 GoTo hanya memiliki 24,99 persen saham Tokopedia sehingga tidak lagi mengonsolidasikan laporan keuangan perusahaan tersebut.

Apakah GoTo akan melepas sisa saham Tokopedia?
Tidak. GoTo menyatakan belum memiliki rencana untuk mengubah kepemilikan sahamnya di Tokopedia.

Berita Terkait

Hari Bank Indonesia 2026: Sejarah, Makna, dan Peran Pentingnya bagi Ekonomi Nasional
Bunga BI Naik Terus, Begini Efeknya ke Perusahaan Leasing: Cicilan Mobil dan Motor Terancam Makin Mahal
95 Persen Klaim JHT Bebas Pajak, Kemenkeu Jelaskan Aturan PPh Dana Hari Tua
Investor Panik! Apple Kehilangan Rp4.482 Triliun Setelah Umumkan Kenaikan Harga
Peluang Kerja di Luar Negeri Masih Terbuka, Pemerintah Ungkap Ada 236 Ribu Lowongan Belum Terisi
Pinjol Resmi OJK Juli 2026 Terbaru, Ini Daftar 94 Aplikasi Legal
Kurs Rupiah Hari Ini 2 Juli 2026 Ditutup Melemah ke Rp17.995 per Dolar AS, Investor Waspadai Data NFP
Pemerintah Buka Program Vokasi 250 Ribu Peserta, Ada Magang Berbayar Selama 6 Bulan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 04:00 WIB

GoTo Buka Suara soal Isu PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia

Minggu, 5 Juli 2026 - 02:02 WIB

Hari Bank Indonesia 2026: Sejarah, Makna, dan Peran Pentingnya bagi Ekonomi Nasional

Sabtu, 4 Juli 2026 - 02:01 WIB

Bunga BI Naik Terus, Begini Efeknya ke Perusahaan Leasing: Cicilan Mobil dan Motor Terancam Makin Mahal

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:38 WIB

95 Persen Klaim JHT Bebas Pajak, Kemenkeu Jelaskan Aturan PPh Dana Hari Tua

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:06 WIB

Investor Panik! Apple Kehilangan Rp4.482 Triliun Setelah Umumkan Kenaikan Harga

Berita Terbaru

Ekonomi

GoTo Buka Suara soal Isu PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia

Minggu, 5 Jul 2026 - 04:00 WIB