Investor Panik! Apple Kehilangan Rp4.482 Triliun Setelah Umumkan Kenaikan Harga

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI – Raksasa teknologi Apple mengalami penurunan nilai kapitalisasi pasar yang signifikan setelah mengumumkan kenaikan harga sejumlah produk andalannya. Reaksi negatif dari pasar membuat nilai perusahaan menyusut sekitar 275 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp4.482 triliun hanya dalam satu hari perdagangan.

Penurunan tersebut terjadi setelah saham Apple melemah lebih dari 5 persen pada perdagangan di bursa Amerika Serikat. Bahkan, selama sesi perdagangan saham perusahaan sempat turun lebih dari 6 persen sebelum akhirnya menutup hari dengan pelemahan sekitar 5,3 persen.

Aksi jual investor dipicu oleh kekhawatiran bahwa kenaikan harga perangkat Apple dapat memengaruhi permintaan konsumen di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

MacBook, iPad hingga HomePod Naik Harga

Apple sebelumnya mengumumkan penyesuaian harga pada beberapa lini produknya, termasuk MacBook, iPad, Apple TV, dan HomePod.

Besaran kenaikan harga disebut berada pada kisaran 15 hingga 25 persen, bergantung pada jenis dan model perangkat.

Sementara itu, harga iPhone untuk saat ini belum mengalami perubahan. Namun, perusahaan memberi sinyal bahwa penyesuaian harga pada lini produk tersebut tetap berpotensi dilakukan apabila tekanan biaya produksi masih berlanjut.

Kenaikan Harga Dipicu Lonjakan Biaya Komponen

Apple menjelaskan bahwa keputusan menaikkan harga bukan tanpa alasan. Perusahaan menyebut biaya produksi meningkat akibat lonjakan harga komponen utama, terutama chip memori DRAM dan NAND Flash.

Baca Juga :  Astronaut NASA Foto Bulan Pakai iPhone 17 Pro Max, Ini Faktanya

CEO Apple, Tim Cook, sebelumnya menyampaikan bahwa perusahaan telah berupaya mempertahankan harga selama mungkin. Namun, kenaikan biaya komponen membuat kebijakan tersebut tidak lagi dapat dipertahankan.

Menurut perusahaan, meningkatnya investasi industri kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi salah satu penyebab utama naiknya harga memori global.

Ledakan AI Pengaruhi Pasokan Memori Dunia

Apple mengungkapkan bahwa perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Microsoft, Meta, dan Alphabet saat ini membeli chip memori dalam jumlah sangat besar untuk membangun infrastruktur pusat data AI.

Permintaan yang tinggi tersebut menyebabkan produsen memori lebih memprioritaskan pasokan bagi industri AI dibandingkan pasar perangkat elektronik konsumen.

Akibatnya, ketersediaan chip memori untuk laptop, tablet, dan perangkat elektronik lainnya menjadi lebih terbatas sehingga harga komponen meningkat secara signifikan.

Kondisi inilah yang kemudian berdampak pada biaya produksi Apple.

Investor Khawatir Penjualan Akan Melambat

Meski Apple dikenal memiliki basis pelanggan yang loyal, analis menilai kenaikan harga tetap berpotensi memperlambat penjualan, terutama pada produk yang menyasar konsumen dengan sensitivitas harga tinggi.

Kekhawatiran tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong aksi jual saham perusahaan.

Baca Juga :  MacBook Neo, Laptop Apple Termurah Mulai Rp10 Jutaan

Di sisi lain, sejumlah analis masih menilai Apple memiliki pricing power yang kuat berkat ekosistem perangkat dan layanan digital yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Namun, pasar tetap mencermati apakah konsumen bersedia menerima kenaikan harga tersebut atau justru menunda pembelian perangkat baru.

iPhone Berpotensi Menyusul

Apple belum menaikkan harga iPhone. Meski demikian, perusahaan mengindikasikan bahwa penyesuaian harga pada smartphone tersebut masih mungkin dilakukan apabila biaya komponen tetap berada pada level tinggi.

Perkembangan harga chip memori dalam beberapa bulan ke depan diperkirakan akan menjadi faktor penting yang menentukan kebijakan harga Apple terhadap berbagai produk lainnya.

FAQ

Mengapa saham Apple turun?
Investor bereaksi terhadap pengumuman kenaikan harga sejumlah produk Apple yang dikhawatirkan dapat menekan permintaan pasar.

Berapa nilai kapitalisasi pasar yang hilang?
Sekitar 275 miliar dolar AS atau setara kurang lebih Rp4.482 triliun dalam satu hari perdagangan.

Produk Apple apa saja yang naik harga?
MacBook, iPad, Apple TV, dan HomePod mengalami kenaikan harga sekitar 15–25 persen tergantung model.

Apakah harga iPhone juga naik?
Saat ini belum. Namun Apple memberi sinyal bahwa penyesuaian harga iPhone dapat dilakukan jika biaya produksi terus meningkat.

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Peluang Kerja di Luar Negeri Masih Terbuka, Pemerintah Ungkap Ada 236 Ribu Lowongan Belum Terisi
Promo Tablet Motorola 2026, Beli Moto Pad 60 Dapat Keyboard dan Mouse Gratis
Pinjol Resmi OJK Juli 2026 Terbaru, Ini Daftar 94 Aplikasi Legal
Samsung Siapkan Galaxy Z Fold 8 Ultra, Ini Bocoran Desain dan Spesifikasinya
Google Rilis Nano Banana 2 Lite, AI Pembuat Gambar Cuma 4 Detik! Ini Fitur, Harga, dan Keunggulannya
Kurs Rupiah Hari Ini 2 Juli 2026 Ditutup Melemah ke Rp17.995 per Dolar AS, Investor Waspadai Data NFP
Pemerintah Buka Program Vokasi 250 Ribu Peserta, Ada Magang Berbayar Selama 6 Bulan
Harga Tetap, B50 Mulai Dijual di SPBU Secara Bertahap
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:06 WIB

Investor Panik! Apple Kehilangan Rp4.482 Triliun Setelah Umumkan Kenaikan Harga

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:01 WIB

Peluang Kerja di Luar Negeri Masih Terbuka, Pemerintah Ungkap Ada 236 Ribu Lowongan Belum Terisi

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:00 WIB

Promo Tablet Motorola 2026, Beli Moto Pad 60 Dapat Keyboard dan Mouse Gratis

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pinjol Resmi OJK Juli 2026 Terbaru, Ini Daftar 94 Aplikasi Legal

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00 WIB

Samsung Siapkan Galaxy Z Fold 8 Ultra, Ini Bocoran Desain dan Spesifikasinya

Berita Terbaru