EKONOMI – Pemerintah akan mulai membuka Program Vokasi Nasional pada Juli 2026 sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi semester II tahun 2026. Program ini disiapkan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia melalui pelatihan ulang (retraining), peningkatan keterampilan (reskilling), hingga program magang nasional bagi lulusan baru.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 250 ribu peserta dari berbagai kalangan yang membutuhkan peningkatan kompetensi kerja.
Program Vokasi Jadi Bagian Stimulus Ekonomi
Airlangga menjelaskan bahwa program vokasi nasional menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat daya saing tenaga kerja di tengah perubahan kebutuhan industri.
Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi pencari kerja, tetapi juga bagi pekerja yang terdampak perubahan industri sehingga membutuhkan pelatihan ulang agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja yang baru.
Menurut Airlangga, pelatihan tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi sehingga peserta memiliki peluang lebih besar untuk kembali bekerja di berbagai sektor.
Terbuka untuk Calon Pekerja Migran
Selain bagi masyarakat umum, pemerintah juga membuka akses program vokasi bagi calon pekerja migran Indonesia.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional sehingga mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
Program Magang Nasional Dimulai Juli 2026
Bersamaan dengan peluncuran program vokasi, pemerintah juga akan mengaktifkan kembali Program Magang Nasional yang menyasar lulusan baru, khususnya generasi Z.
Dalam program tersebut, peserta akan memperoleh kesempatan bekerja di berbagai sektor industri, jasa, maupun ekonomi digital selama enam bulan.
Pemerintah akan memberikan dukungan berupa honor kepada peserta selama masa magang, sementara perusahaan memperoleh tambahan tenaga kerja muda yang dapat berkontribusi dalam operasional mereka.
Airlangga menyebut skema tersebut diharapkan menjadi jembatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja sebelum memasuki dunia kerja secara penuh.
Fokus Tingkatkan Kompetensi Lulusan SMK
Selain menargetkan 250 ribu peserta secara umum, pemerintah juga menyiapkan program khusus bagi sekitar 220 ribu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan kerja para lulusan agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus memperluas peluang kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Dengan adanya pelatihan vokasi dan magang nasional, pemerintah berharap tingkat penyerapan tenaga kerja dapat meningkat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten di berbagai sektor ekonomi.
FAQ
Kapan Program Vokasi Nasional dimulai?
Program Vokasi Nasional dijadwalkan mulai dibuka pada Juli 2026.
Berapa jumlah peserta yang disiapkan?
Pemerintah menargetkan sekitar 250 ribu peserta mengikuti program tersebut.
Siapa saja yang bisa mengikuti?
Program terbuka bagi masyarakat yang membutuhkan peningkatan keterampilan, pekerja yang membutuhkan retraining, calon pekerja migran, serta lulusan baru melalui program magang nasional.
Apakah peserta magang mendapat honor?
Ya. Pemerintah akan memberikan honor kepada peserta selama enam bulan masa magang.









