IHSG Meledak 7,57% Usai BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5%, Saham BBCA, BMRI dan BREN Pimpin Reli Raksasa

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pasar saham Indonesia mencatat kejutan besar pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 7,57 persen ke level 5.746 setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kenaikan ini menjadi respons bank sentral untuk menjaga stabilitas rupiah yang sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Lonjakan IHSG terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap pelemahan nilai tukar rupiah dan arus keluar modal asing yang masih berlangsung. Namun, keputusan BI dinilai berhasil mengembalikan kepercayaan pasar sehingga memicu aksi beli besar-besaran pada saham-saham unggulan.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 708 saham menguat, 99 saham melemah, dan 152 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp27,8 triliun dengan volume perdagangan lebih dari 41 miliar saham. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga meningkat menjadi sekitar Rp10.098 triliun.

Baca Juga :  Insentif Dapur MBG Tak Lagi Rp 6 Juta per Hari

Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi motor utama penguatan indeks. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik lebih dari 6 persen, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melonjak lebih dari 10 persen, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat hampir 8 persen, sementara saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melesat hampir 14 persen.

Meski mencatat penguatan spektakuler dalam sehari, sejumlah analis menilai pasar masih menghadapi tantangan besar. Pelemahan rupiah, tingginya suku bunga global, serta arus keluar dana asing masih menjadi faktor yang perlu dicermati investor dalam beberapa bulan ke depan.

Pengamat pasar modal Hendra Wardana menilai reli yang terjadi saat ini belum cukup menjadi bukti bahwa tren bearish telah berakhir. Menurutnya, investor masih selektif memilih saham yang memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga :  Asuransi Mobil All Risk Terbaik 2026 dan Premi Termurah

Bank Indonesia menjelaskan bahwa kenaikan BI Rate dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah serta menjaga inflasi tetap berada dalam target. Langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan daya tarik aset domestik sehingga dapat menarik kembali aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia.

Dengan keputusan terbaru ini, perhatian investor kini tertuju pada pergerakan rupiah, arus modal asing, serta potensi pemulihan ekonomi nasional pada semester kedua 2026. Jika stabilitas makroekonomi berhasil dijaga, pasar saham Indonesia berpeluang melanjutkan tren penguatan meskipun volatilitas global masih tinggi.

Berita Terkait

Hack Binance Terbesar? Ini Kronologi Dugaan Pencurian Aset Kripto Rp114 Triliun
PNS Tidak Bisa Dapat BSU Rp900 Ribu, Simak Aturan Terbaru 2026
Bank Mandiri Beri Kredit Rp40 Triliun kepada Perusahaan Haji Isam
Bansos Digital Perlinsos Segera Diluncurkan, Begini Cara Registrasi Calon Penerima
BI Longgarkan GWM Bank Konvensional dan Syariah, Ini Dampaknya bagi Kredit
Investasi AI Membesar, Microsoft Buka Program Pengunduran Diri Sukarela
Meta Siapkan Saham Khusus Mark Zuckerberg, Antisipasi Pajak Miliarder
The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Oktober 2026, Rupiah dan IHSG Jadi Sorotan
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Hack Binance Terbesar? Ini Kronologi Dugaan Pencurian Aset Kripto Rp114 Triliun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:00 WIB

PNS Tidak Bisa Dapat BSU Rp900 Ribu, Simak Aturan Terbaru 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Bank Mandiri Beri Kredit Rp40 Triliun kepada Perusahaan Haji Isam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Bansos Digital Perlinsos Segera Diluncurkan, Begini Cara Registrasi Calon Penerima

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:00 WIB

BI Longgarkan GWM Bank Konvensional dan Syariah, Ini Dampaknya bagi Kredit

Berita Terbaru