Gerakan Jambi Berpantun Pecahkan Rekor MURI, Kumpulkan 100 Ribu Pantun

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – Upaya pelestarian budaya lokal melalui Gerakan Jambi Berpantun membuahkan hasil membanggakan. Inisiatif yang digagas Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, SE, resmi mencatatkan namanya dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) setelah berhasil menghimpun lebih dari 100 ribu pantun karya masyarakat Jambi.

Gerakan ini melibatkan 20.375 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi, dengan total pantun yang terkumpul mencapai 104.005 karya, menjadikannya salah satu gerakan literasi budaya terbesar di daerah tersebut.

Pencanangan Gerakan Jambi Berpantun dilakukan di Taman Mini Melayu Jambi (eks MTQ) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pemajuan kebudayaan daerah. Program ini dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi pantun Melayu sebagai identitas dan kearifan lokal masyarakat Jambi.

Baca Juga :  Jambi Catat Prestasi Nasional di Bidang Keterbukaan Informasi Publik

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Hesnidar Haris secara simbolis menyerahkan draf buku kumpulan Pantun Melayu Jambi kepada Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. Buku tersebut memuat 126.540 pantun yang dihimpun dari 24.735 partisipan, mencerminkan antusiasme luas masyarakat dalam menjaga warisan budaya daerah.

Hj. Hesnidar Haris menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya kolektif untuk memastikan pantun tetap hidup dan relevan dalam kehidupan modern.

“Pantun adalah sarana pendidikan karakter, perekat sosial, sekaligus cerminan nilai luhur masyarakat Melayu Jambi. Melalui gerakan ini, kami ingin pantun terus diwariskan lintas generasi,” ujarnya.

Pantun Melayu Jambi sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2015. Selanjutnya, pada tahun 2020, pantun menjadi bagian dari pengakuan UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage, yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai identitas budaya bangsa.

Baca Juga :  Program Dumisake Pendidikan: Analisis Perkembangan Hingga Kwartal Keempat 2025

Penghargaan Rekor MURI yang diserahkan kepada Gerakan Jambi Berpantun menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan menggerakkan partisipasi masyarakat secara masif dalam pelestarian budaya. Capaian ini juga menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Melalui Gerakan Jambi Berpantun, Pemerintah Provinsi Jambi berharap nilai-nilai budaya Melayu tidak hanya terjaga sebagai warisan masa lalu, tetapi juga terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat, sekaligus fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.(ded/***)

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

Bank Jambi Masih Belum Bisa Transfer Antar Bank, Nasabah Keluhkan Gangguan Transaksi
Waspada! Razia Pajak Kendaraan di Kerinci Dimulai, Cek Lokasi dan Jam Operasi
Pemprov Jambi Siap Wujudkan Sampah Jadi Energi Listrik
Hadapi AI dan Digitalisasi, Pemuda Jambi Diminta Lebih Siap
Liga 4 Jambi 2026 Resmi Dibuka, 7 Klub Berebut Tiket Nasional
Gubernur Al Haris Ajak Warga Jambi Waspadai Kemarau dan Krisis Air
UMKM Jadi Andalan, Al Haris Ajak BUMN Perluas Akses Pasar
Pemprov Jambi Siapkan Rp40,7 Miliar untuk Haji 2026
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 21:00 WIB

Bank Jambi Masih Belum Bisa Transfer Antar Bank, Nasabah Keluhkan Gangguan Transaksi

Minggu, 12 April 2026 - 20:13 WIB

Waspada! Razia Pajak Kendaraan di Kerinci Dimulai, Cek Lokasi dan Jam Operasi

Minggu, 12 April 2026 - 20:00 WIB

Pemprov Jambi Siap Wujudkan Sampah Jadi Energi Listrik

Sabtu, 11 April 2026 - 06:00 WIB

Hadapi AI dan Digitalisasi, Pemuda Jambi Diminta Lebih Siap

Sabtu, 11 April 2026 - 04:00 WIB

Liga 4 Jambi 2026 Resmi Dibuka, 7 Klub Berebut Tiket Nasional

Berita Terbaru