OJK Ungkap Hasil Audit Forensik Bank Jambi Sudah Keluar

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 03:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi akhirnya buka suara terkait hasil audit forensik dugaan serangan siber yang menimpa Bank Jambi beberapa bulan lalu.

Kepala OJK Jambi, Yan Iswara, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan hasil audit forensik tersebut sejak awal Juni 2026.

“Benar, kita sudah menerima surat penyampaian hasil audit forensik itu. Penyampaiannya tertanggal 2 Juni 2026,” ujar Yan Iswara saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026).

Kasus dugaan serangan siber terhadap Bank Jambi sebelumnya menjadi perhatian publik setelah muncul informasi adanya dana nasabah yang diduga hilang dengan nilai mencapai Rp143 miliar.


OJK Minta Pemulihan Layanan Dipercepat

Pasca-insiden tersebut, OJK meminta manajemen Bank Jambi segera melakukan berbagai langkah pemulihan, khususnya pada layanan elektronik dan operasional perbankan.

OJK menegaskan pemulihan harus dilakukan secara:

  • Cepat
  • Tepat
  • Aman
  • Prudent atau hati-hati

Selain itu, Bank Jambi juga diminta memperbaiki kualitas layanan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

“Pemulihan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perlu dilakukan melalui percepatan layanan elektronik sesuai hasil audit forensik dan regulasi yang berlaku,” kata Yan.


Layanan Mobile Banking Masih Dikeluhkan

Meski insiden terjadi sejak Februari 2026, dampak gangguan sistem masih dirasakan sebagian nasabah hingga kini.

Baca Juga :  Siapa Kevin Warsh? Ketua The Fed Baru yang Pernah Tangani Krisis 2008

Sejumlah layanan seperti:

  • Mobile banking
  • Jaringan ATM
  • Transaksi digital

disebut belum sepenuhnya pulih normal.

Pada awal gangguan, antrean panjang sempat terjadi di sejumlah ATM Bank Jambi akibat terbatasnya akses layanan perbankan elektronik.

Kondisi tersebut turut berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang mengalami kendala pembayaran cicilan.


OJK Minta Evaluasi Menyeluruh

Dalam hasil audit forensik, OJK juga meminta Bank Jambi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem teknologi informasi (TI) dan tata kelola keamanan digital.

Beberapa poin penting yang menjadi perhatian meliputi:

  • Penguatan sistem keamanan siber
  • Peningkatan pengawasan internal
  • Perbaikan tata kelola layanan digital
  • Pemulihan kepercayaan nasabah

OJK menilai langkah perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.


Krimsus Dikabarkan Ikut Mendalami Kasus

Terkait kabar adanya pendalaman oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi, OJK belum memberikan penjelasan rinci.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya unsur kelalaian internal dalam pengelolaan teknologi informasi, Yan Iswara memilih tidak berkomentar lebih jauh.

“Monggo dikonfirmasi ke pihak bank saja,” ujarnya singkat.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Bank Jambi terkait hasil audit forensik maupun proses pendalaman yang disebut melibatkan aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Minim Pejabat Eselon dari Dusun Baru dan Dusun Empih Sejak Kota Sungai Penuh Berdiri, Era Arfensa Dinilai Paling Memberi Perhatian

Dampak terhadap Kepercayaan Publik

Kasus dugaan serangan siber terhadap Bank Jambi menjadi pengingat pentingnya penguatan keamanan digital di sektor perbankan daerah.

Di era transaksi elektronik yang semakin dominan, sistem keamanan siber dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan.

Pengamat menilai pemulihan layanan dan transparansi penanganan kasus akan menjadi kunci penting bagi Bank Jambi untuk memulihkan citra dan loyalitas nasabah.


FAQ

Apa yang terjadi pada Bank Jambi?

Bank Jambi diduga mengalami serangan siber pada Februari 2026 yang menyebabkan gangguan layanan dan dugaan hilangnya dana nasabah.

Berapa nilai dana yang disebut terdampak?

Nilai dana yang disebut terdampak mencapai sekitar Rp143 miliar.

Apakah hasil audit forensik sudah keluar?

Ya, OJK Jambi mengonfirmasi hasil audit forensik telah diterima sejak awal Juni 2026.

Apa langkah yang diminta OJK?

OJK meminta percepatan pemulihan layanan, penguatan keamanan sistem, dan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola TI.

Apakah polisi ikut menangani kasus ini?

Beredar informasi Ditreskrimsus Polda Jambi ikut mendalami kasus tersebut, namun belum ada penjelasan resmi lebih lanjut.

Berita Terkait

Kemarau Jambi hingga September, Ancaman Karhutla Meningkat
Pakuwon Mall Diproyeksikan Jadi Mal Terbesar di Indonesia, Siapa Pemiliknya?
Haji Isam Siap Ambil Alih 62,2 Persen Saham BYAN? Ini Fakta Terbarunya
10 Perusahaan dengan Jumlah Karyawan Terbanyak 2026
4 Anak Michael Hartono Terima Warisan Rp52,3 Triliun per Orang
Pemprov Jambi Kaji Libur Sekolah Jika Kabut Asap Makin Pekat, Ini Data Terbarunya
Kabar Baik UMKM! Biaya Layanan E-Commerce Dipotong 50%
MK Perjelas Pasal Penghinaan Presiden, Relawan Tak Bisa Asal Melapor
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Kemarau Jambi hingga September, Ancaman Karhutla Meningkat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Pakuwon Mall Diproyeksikan Jadi Mal Terbesar di Indonesia, Siapa Pemiliknya?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Haji Isam Siap Ambil Alih 62,2 Persen Saham BYAN? Ini Fakta Terbarunya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:00 WIB

10 Perusahaan dengan Jumlah Karyawan Terbanyak 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:00 WIB

4 Anak Michael Hartono Terima Warisan Rp52,3 Triliun per Orang

Berita Terbaru

Otomotif

Polytron Fox 500 Turun Jadi Rp38 Jutaan, Ini Spesifikasinya

Senin, 17 Agu 2026 - 14:06 WIB