Garuda Indonesia Rombak Direksi dan Komisaris, Ini Susunan Lengkap Terbaru 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta – Garuda Indonesia resmi mengubah susunan direksi dan dewan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Rabu, 13 Mei 2026. Perubahan manajemen ini dilakukan di tengah upaya perseroan memperkuat transformasi bisnis dan memperbaiki kinerja keuangan perusahaan.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pengangkatan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service. Selain itu, Sugito Anjasmoro juga resmi ditunjuk menjadi Komisaris baru Garuda Indonesia.

Perseroan turut memberhentikan dengan hormat Eksitarino Irianto dari posisi Direktur Human Capital & Corporate Service. Sementara Frans Dicky Tamara yang sebelumnya menjabat Komisaris sejak Oktober 2025 kini dipercaya masuk jajaran direksi.

RUPST Garuda Indonesia dihadiri pemegang saham yang mewakili sekitar 94,39 persen total saham perusahaan. Selain perubahan pengurus, rapat juga membahas laporan keuangan tahun buku 2025, penunjukan kantor akuntan publik, hingga rencana kerja perusahaan untuk beberapa tahun ke depan.

Baca Juga :  IHSG Tertekan Dua Hari, Dirut BEI Iman Rachman Resmi Mengundurkan Diri

Sepanjang kuartal I 2026, Garuda Indonesia Group mencatat pendapatan usaha konsolidasian sebesar USD 762,35 juta atau naik 5,36 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pendapatan penerbangan berjadwal menjadi kontributor terbesar dengan nilai mencapai USD 648,10 juta.

Tak hanya itu, perusahaan juga berhasil menekan rugi bersih hingga 45,2 persen menjadi USD 41,62 juta. Direktur Utama Glenny Kairupan mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal positif dalam proses penguatan fundamental bisnis perseroan.

Menurut Glenny, perusahaan saat ini fokus memperkuat operational excellence, efisiensi biaya, peningkatan layanan penerbangan, hingga transformasi digital. Dengan susunan manajemen baru, Garuda Indonesia diharapkan mampu mempercepat proses turnaround bisnis dan meningkatkan daya saing maskapai nasional.

Berikut susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia hasil keputusan RUPST 2026:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo

Komisaris Independen: Mawardi Yahya

Komisaris: Chairal Tanjung

Komisaris: Sugito Anjasmoro

Direksi

Baca Juga :  Promo Harian Shopee untuk Seller, Cara Naikkan Penjualan Cepat

Direktur Utama: Glenny Kairupan

Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara

Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan

Direktur Teknik: Mukhtaris

Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim

Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara

Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills

FAQ

Siapa Direktur Utama Garuda Indonesia saat ini?

Direktur Utama Garuda Indonesia saat ini dijabat oleh Glenny Kairupan.

Apa hasil RUPST Garuda Indonesia 2026?

RUPST 2026 memutuskan perubahan susunan direksi dan komisaris serta membahas laporan keuangan dan rencana bisnis perusahaan.

Siapa komisaris baru Garuda Indonesia?

Sugito Anjasmoro resmi ditunjuk sebagai Komisaris Garuda Indonesia.

Bagaimana kinerja Garuda Indonesia pada kuartal I 2026?

Garuda Indonesia mencatat kenaikan pendapatan usaha sebesar 5,36 persen dan berhasil menekan rugi bersih hingga 45,2 persen.

Apa fokus Garuda Indonesia setelah pergantian manajemen?

Perusahaan fokus pada efisiensi operasional, peningkatan layanan penerbangan, penguatan bisnis, dan transformasi digital.

Berita Terkait

Harga BBM Terbaru Pertamina, Shell, dan BP Naik saat Long Weekend Mei 2026, Ini Daftar Lengkap Terbaru
MSCI Coret 6 Saham Indonesia dari Indeks Global, Ini Daftarnya
7 Aplikasi Pinjaman Bisnis Terbaik 2026 untuk Modal Usaha Cepat Cair dan Bunga Ringan
IHSG Hari Ini Rabu, 13 Mei 2026: Dibuka Melemah Tajam Usai Rebalancing MSCI
Jelang Pengumuman MSCI, IHSG Ditutup Merah dan Ratusan Saham Ambruk
Huawei Watch Fit 5 Series Resmi Hadir di Indonesia
Rupiah Melemah ke Rp17.445 per Dolar AS, Geopolitik Global Jadi Pemicu
IHSG 11 Mei 2026 Ditutup Ambles ke 6.905, Saham BMRI hingga CUAN Rontok Saat Investor Wait and See
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:00 WIB

Garuda Indonesia Rombak Direksi dan Komisaris, Ini Susunan Lengkap Terbaru 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:02 WIB

Harga BBM Terbaru Pertamina, Shell, dan BP Naik saat Long Weekend Mei 2026, Ini Daftar Lengkap Terbaru

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:00 WIB

MSCI Coret 6 Saham Indonesia dari Indeks Global, Ini Daftarnya

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:00 WIB

7 Aplikasi Pinjaman Bisnis Terbaik 2026 untuk Modal Usaha Cepat Cair dan Bunga Ringan

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:00 WIB

IHSG Hari Ini Rabu, 13 Mei 2026: Dibuka Melemah Tajam Usai Rebalancing MSCI

Berita Terbaru

Nasional

DKI Jakarta Dijaga Jenderal Bintang Tiga Polri dan TNI

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:01 WIB